Oslo Accord 1990 Pembentukan Palestinian Authority !!!
Untuk pertama kalinya dua pihak bertemu muka di Oslo 1990, dimana pihak2 yang
berkonflik antara Israel dan Palestina setuju dalam membicarakan pembentukan
badan administratif "Palestinian Authority" atau "Badan Otoritas Palestina".
http://en.wikipedia.org/wiki/Palestinian_National_Authority
Jadi "Oslo Accord 1990" adalah pendahuluan yang memulai kearah pengakuan
kedaulatan negara masing2 dan membicarakan pembentukan "Palestinian Authority"
atau PA yang bertugas mengawasi masalah keamanan sipil untuk wilayah Westbank
dan Gaza Stripe saja. Dalam hal ini tidak termasuk wilayah2 lain yang menjadi
"Israel Settlement", termasuk disini: Lembah Jordan, Jerusalem Timur, dan
jalan2 besar besar disemua komunity Palestina.
Jadi dalam Oslo Accord 1990 ini hanya memberi catatan tegas bahwa wilayah yang
direncanakan dalam 5 tahun kedepan wilayah "A" yaitu Westbank dan Gaza Stripe
akan diserahkan secara administratif kepada pihak PA. Sedangkan control
security tetap masih dibawah Israel.
Persetujuan penyerahan kekuasaan Israel dikedua wilayah Westbank dan Gaza Strip
akhirnya ditanda tangani pada tahun 2001 dalam "Camp David Agreement".
Setelah Yasser Arafat mati di RS Perancis, Abbas menggantikannya tapi dalam
pemilu grup Hamas menguasai legislatif. Mendadak Hamas mengkudeta Abbas dan
menyatakan menolak perjanjian Camp David yang sudah ditanda tangani bersama
oleh kedua belah pihak.
Anehnya, Abbas sekarang menuntut agar Israel mematuhi Oslo Accord, padahal yang
melanggar Oslo Accord itu adalah Abbas sendiri karena perjanjian Camp David
yang dibatalkan secara sepihak oleh Abbas itu adalah implementasi dari Oslo
Accord yang membicarakan cara penyerahan administrative control pemerintahan
sipil dari Israel kepada Palestina.
Jadi memang bolak balik akan makin jelas, pihak Abbas, PLO, dan Hamas bertujuan
memusnahkan Israel dengan meminjam kekuatan Internasional melalui badan dunia
United Nation.
Amerika yang telah mati2an membela Palestina agar bisa berdiri bersama Israel
akhirnya harus kecewa, bahwa pengakuan Yasser Arafat terhadap kedaulatan Israel
dibatalkan ditarik kembali oleh Abbas yang sekarang tidak bersedia mengakui
kedaulatan Israel sementara Abbas sendiri bersikap se-olah2 negara Palestina
sudah berdiri dan sudah diakui seluruh dunia.
Padahal rencana pengakuan negara Palestina baru akan disyahkan setelah negara
nya diterima sebagai anggauta baru United Nation.
Abbas memang dungu, dia mengira dengan membatalkan perjanjian Camp David akan
otomatis juga dibatalkan pengakuan terhadap negara Israel. Abbas sudah pikun
dalam hal ini, karena Israel sudah resmi menjadi anggauta United Nation dan
mendapatkan pengakuan kedaulatannya oleh seluruh negara2 didunia kecuali
negara2 Islam saja.
Itulah sebabnya, Abbas selalu mencari gara2 agar perundingan damai dengan
Israel bisa dihindarkan dengan alasan soal settlement yang harus dibatalkan
total. Karena kalo sampai terjadi perundingan damai Palestina dengan Israel,
maka secara tidak resmi pihak Abbas sudah memberi pengakuan kepada negara
Israel.
Padahal bagi Israel tentunya sikap Abbas yang dungu ini malah menguntungkannya
hingga tidak ragu2 untuk memenuhi keinginan Abbas itu dengan menghentikan
pembangunan settlement itu sampai 9 bulan, tapi tetap pihak Abbas berkeras
kepala menuntut bahwa penghentian ini harus total tidak terikat waktunya.
Memberi kelonggaran memenuhi keinginan Abbas oleh Israel ini betul2 memberi
keuntungan politik bagi Israel dimata Amerika, Inggris, Perancis, Russia dan
Mesir. Akhirnya atas tekanan Mesir kepada Abbas, barulah Abbas bersedia untuk
melakukan perundingan dengan Israel apabila Israel kembali menghentikan
pembangunan settlementnya selama perundingan, namun sekarang giliran Israel
mengabaikan kesediaan Abbas ini, karena waktu penghentian pembangunan
settlement tempo hari telah berlalu.
Akhirnya Israel menyatakan bahwa perundingan damai hanya akan terwujud apabila
semua pihak tidak menuntut "pre-conditional".
Jadi sekarang semuanya mubasir, sia2 usaha2 Abbas yang dungu ini. Waktu ada
kesempatan dia sia2kan, dia bermimpi setelah menjadi anggauta UN dia akan
menghimpun kekuatan politik dunia untuk memusnahkan Israel dari peta dunia.
Memang mimpi-nya itu indah, diangkanya akan pasti terwujud karena Russia, Cina,
Perancis dan 129 negara2 lainnya sudah memberi pernyataan mendukungnya apabila
dilakukan voting dalam sidang UN yang lalu. Abbas hanya membutuhkan jumlah 148
suara saja untuk bisa berhasil mendapat pengakuan sebagai negara Palestina.
Impian Abbas kandas, karena Amerika menyatakan tidak akan terjadi voting, tapi
apabila dipaksakan juga untuk voting maka Amerika akan memveto semua hasil
voting tsb. dan menyatakan bahwa Palestina tidak akan bisa mendapat pengakuan
tanpa melalui perundingan damai yang menjamin pengakuan terhadap Israel,
pengakuan terhadap kedaulatan Israel, dan menjamin keamanan negara Israel.
Abbas kehilangan akal, bantuan dan tunjangan kepada PA akhirnya dicopot,
pemerintahan administratif-nya menjelang bubar, sedangkan statusnya sebagai
presiden sudah berakhir sejak 2009. Untuk mendapatkan jabatannya sebagai
presiden lagi harus melalui pemilu yang mulanya akan disabotase oleh Hamas,
tapi atas janji2 dan bujukan2 indah oleh Abbas akhirnya Hamas menyatakan
menerima usul penyelenggaraan pemilu ini namun dalam prakteknya Hamas tetap
mempersulit jalan bagi Abbas untuk bisa kembali berkuasa, ditambah lagi dana
untuk menyelenggarakan pemilu pun sudah tidak ada.
Hari2 gelap sudah tiba bagi Abbas dan Hamas, wilayah Westbank dan Gaza tetap
dibawah pendudukan pasukan Israel dibawah blokade ekonomi total khusus untuk
wilayah Gaza yang menyebabkan tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada
obat2an yang memaksa gerombolan2 terorist dibawah Hamas menjadi geram dan nekad
menembakkan roket2 berjumlah ratusan setiap harinya yang tentu dibalas tidak
kalah hebatnya oleh pasukan2 Israel yang menyebabkan banyak pemimpin2 Hamas
jadi korban tembakan roket2 ini.
Apa yang terjadi di Gaza sekarang sudah tidak menjadi fokus berita dunia karena
se-mata2 dianggap merupakan kejadian2 kriminal yang sedang ditumpas oleh
pasukan Israel. Dunia terpaku perhatiannya kepada Suriah, Mesir, Libya,
Tunisia, Yaman dan Bahrain yang sedang tumbuh bergerak gelombang perlawanan
rakyat kepada pemerintahnya masing2 yang selama ini dirasakan suppresif
menyengsarakan rakyatnya. Perlawanan rakyat Arab kepada masing2
pemerintahannya disebutnya sebagai gerakan "Arab Spring".
Sementara itu pemimpin Palestina lainnya Marwan Barghuti yang dipenjarakan
Israel mengirim surat kepada Abbas agar menghentikan hubungan dan kerja samanya
dengan Israel. Rupanya Marwan Barghuti yang sudah 10 tahun dipenjara Israel
ini tidak mengetahui bahwa sudah dua tahun terakhir ini pihak Palestina dan
Israel sudah terputus komunikasinya meskipun masih mengalirkan dananya selama
ini. Tapi dalam 6 bulan terakhir inipun dana yang tadinya mengalir sekarang
sudah mulai tersumbat dihentikan oleh negara2 donornya termasuk Amerika, Israel
dan UN.
Dengan lain perkataan, Palestina sudah bubar atau menjelang bubar dan tidak ada
tanda2 bahwa Palestina bisa kembali hadir dalam berbagai perdebatan ataupun
pembicaraan media dunia dan politik.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/