http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/30/ArticleHtmls/Gara-gara-Soal-Aburizal-Ketua-Fraksi-Demokrat-Dicopot-30032012003017.shtml?Mode=0
Gara-gara Soal Aburizal, Ketua Fraksi Demokrat Dicopot
JAKARTA
Jafar bilang Aburizal mengusulkan harga BBM naik Rp 2.000 per liter.
Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum tadi malam mendadak mencopot Jafar Hafsah
dari jabatan Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat. Jafar dianggap
menjadi biang keretakan koalisi partai pendukung pemerintahan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono.
Anas langsung mengambil alih posisi Jafar dan mengoreksi pernyataan Jafar
Hafsah, yang dianggap merugikan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.
“Koreksi ini penting karena telah menyebabkan dinamika politik yang cukup
besar,” kata Anas dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal Demokrat
Edhie Baskoro Yudhoyono semalam.
Sebelumnya, kepada wartawan, Jafar menyatakan bahwa Ketua Umum Golkar Aburizal
Bakrie pernah mengusulkan kepada Presiden SBY agar menaikkan harga BBM sebesar
Rp 2.000 per liter. Menurut Anas, pernyataan itu tidak benar. Koalisi partai
menjadi terganggu dengan pernyataan Jafar tersebut.
Aburizal belum dapat dimintai konfirmasi ihwal pernyataan Jafar. Kemarin, di
hadapan petani sawit di Bogor, Jawa Barat, Aburizal menyatakan untuk saat ini
tidak perlu ada kenaikan harga BBM. Omongan itu bertolak belakang dengan sikap
dia sebelumnya yang meminta DPR tidak menghambat rencana pemerintah menaikkan
harga BBM.
Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham, dalam konferensi pers, menyatakan
kebijakan kenaikan harga BBM merupakan domain pemerintah. Partainya pun
menyerahkan keputusan harga BBM kepada pemerintah.
Sikap Golkar ini dinilai membuyarkan peta dukungan kepada pemerintah. Jika
Golkar benar-benar ikut menolak kenaikan, bisa dipastikan voting akan dimenangi
kubu PDI Perjuangan, Hanura, dan Gerindra, yang sejak awal menolak harga BBM
naik.
Sebab, salah satu anggota koalisi, Partai Keadilan Sejahtera, juga menolak
rencana pemerintah ini. Seperti dikatakan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq,
partainya juga menolak kenaikan harga BBM.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik mengatakan partainya
mengintensifkan upaya pendekatan ke partai-partai mitra koalisi. Hal itu, kata
dia, untuk mengantisipasi pembelotan saat voting dalam rapat paripurna DPR hari
ini.
“Tanpa diinstruksikan Pak SBY, kami terus melakukan pendekatan ke teman-teman
agar cepat ambil keputusan,” kata Jero Wacik.
Jero yakin anggota Sekretariat Gabungan Partai Koalisi tetap kompak dan setuju
dengan kenaikan harga BBM. Dalam rapat Badan Anggaran DPR, hanya Fraksi PDI
Perjuangan, Hanura, dan Gerindra yang menyatakan sikap menolak.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/