Refl: Mayoritas Fraksi di DPR menolak karena mereka cinta kursi nan empuk pemberi rejeki yang selama ini mereka duduki. Jadi mereka harus pura-pura memihak kepada tuntutan rakyat untuk menolak dinaikan harga BBM, sebab mereka kuatir kalau dalam Pemilu yang akan datang tidak lagi pilih untuk tetap mendapat rejeki nomplok dengan berkedudukan sebagai “wakil rakyat”. Bagaimana pun pembatalan kenaikan harga BBM kali ini hanya untuk sementara waktu dan pasti akan dinaikan. Jadi jangan mudah kena ditipu oleh manuver politik beralasan penolakan kenaikan harga BBM. Sekali-kali jangan hilang ingatan bahwa di NKRI, DPR adalah Dewan Penipu Rakyat.
http://www.suarapembaruan.com/home/mayoritas-fraksi-di-dpr-tolak-kenaikan-harga-bbm/18627 Mayoritas Fraksi di DPR Tolak Kenaikan Harga BBM Jumat, 30 Maret 2012 | 16:59 JAKARTA] Mayoritas fraksi di DPR RI menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Selain tiga fraksi yang sejak awal pembahasan RUU APBN Perubahan 2012 menyatakan penolakannya terhadap rencana kenaikan harga BBM, yakni FPDI-P, Fraksi Partai Hanura, dan Fraksi Partai Gerindra, lima fraksi DPR yang tergabung dalam sekretariat gabungan koalisi pendukung pemerintah juga menyatakan penolakannya. Lima fraksi anggota Setgab koalisi itu adalah Fraksi Partai Golkar, Fraksi PKS, Fraksi PKB, Fraksi PPP dan Fraksi PAN. Fraksi PKB melalui Juru Bicara Muhammad Toha menyatakan bahwa pemerintah bisa melakukan penghematan terhadap berbagai pos belanja ketimbang menaikkan harga BBM. “Kami meminta pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM saat ini," ujar Toha di Jakarta, Jumat (30/3). Dikemukakannya pula bahwa FPKB sepakat Pasal 7 Ayat (6) UU tentang APBN 2012 tidak dicabut. Namun demikian, menurut Toha, fraksinya mengusulkan bahwa dalam hal rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) untuk kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih 17,5 persen dari harga ICP yang diasumsikan APBN-P 2012, maka pemerintah berwenang melakukan penyesuaian harga. Sementara sikap FPPP yang disampaikan Sekjen PPP Romahurmuziy menggunakan istilah "penundaan" untuk penaikan harga BBM yang tidak dilakukan pada saat ini. "Setelah melihat aspirasi masyarakat luas. PPP mengimbau kenaikan harga BBM dapat ditunda sampai kondisi riil di masyarakat siap," ujar Romahurmuziy. Menurut dia, FPPP menyerahkan penetapan harga minyak kepada pemerintah, apabila rata-rata harga ICP untuk kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih 10 persen dari harga ICP yang diasumsikan dalam APBNP 2012. FPKS melalui juru bicaranya Abdul Hakim menyatakan bahwa PKS konsisten dengan sikap menolak kenaikan harga BBM karena semua itu akan berdampak luas kepada masyarakat. Hakim yang juga Sekretaris FPKS DPR itu menuturkan bahwa fraksinya mematok angka 20 persen untuk kisaran kenaikan atau penurunan harga ICP yang diasumsikan dalam APBNP 2012 untuk digunakan sebagai dasar pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM di masa mendatang. Sementara FPG dan FPAN, dalam pandangan fraksi yang disampaikan juru bicara masing-masing menyampaikan hal serupa, yang substansinya adalah penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM per 1 April 2012. Namun, kedua fraksi itu sama-sama menyerahkan penetapan harga minyak kepada pemerintah, apabila rata-rata harga ICP untuk kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih 15 persen dari harga ICP yang diasumsikan dalam APBNP 2012. Sementara itu, Juru Bicara FPDI-P Theodorus Jacob Koekerits menuturkan bahwa pihaknya tidak perlu lagi berpanjang lebar menjelaskan sikap, karena ternyata fraksi-fraksi lain sudah menyatakan apa yang disampaikan FPDI-P sejak awal pembicaraan di badan anggaran DPR. "Apa yang disampaikan FPDI-P dalam rapat-rapat di Banggar kemarin sekarang terbukti benar dan menjadi sikap resmi fraksi-fraksi lainnya. Jadi tidak perlu lagi kami bicara," ujarnya. [Ant/L-8] +++++ http://id.berita.yahoo.com/hatta-kita-tidak-naikkan-harga-bbm-bulan-ini-035908192.html Hatta: Kita Tidak Naikkan Harga BBM Bulan Ini TRIBUNnews.comOleh Srihandriatmo Malau | TRIBUNnews.com – Sab, 31 Mar 2012 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan hasil rapat paripurna DPR RI untuk menunda kenaikan harga BBM bersubsidi serta memungkinkan adanya penyesuaian apabila harga rata-rata minyak mentah mengalami deviasi lebih 15 persen dalam enam bulan terakhir sebagai hasil terbaik. Apalagi bila menilik pada kondisi kehidupan masyarakat sekarang ini. Karenanya, pemerintah tidak akan menaikan harga BBM subsidi bulan ini. "Kita tidak naikkan dalam bulan ini," Hatta memastikan, saat ditemui di Rumah Partai Amanat Nasional (PAN), Jakarta, Sabtu (31/3/2012). Pemerintah, demikian dia menerangkan, diberikan ruang dapat menaikan harga BBM bila harga ICP selama enam bulan menunjukan kenaikan rata-rata 15 persen dari asumsi APBN. Artinya, bukan berdasarkan perkiraan. "Patokannya bukan kira-kira kapan tapi apabila terjadi harga ICP Indonesia Crop Price di atas rata-rata 15 persen selama 6 bulan kebelakang baru kita naikan nanti," tegasnya. Artinya, tegas Hatta, hasil tersebut menunjukan bahaw memang pemerintah tidak sembarangan menaikan. "Tidak menaikan harga kecuali apabila mengenai ICP itu sudah sangat tinggi dan sangat mengganggi dari (asumsi) APBN kita," katanya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
