Refl: Jumlah partai koalisi kurang satu atau tambah sepuluh tak ada perbedaan signifikan untuk perbaikan mendasar bagi kehidupan rakyat mayoritas, mereka adalah tidak lain dari apa yang dikatakan burung sama bulu.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/04/ArticleHtmls/Partai-Koalisi-Sepakat-Keluarkan-PKS-04042012006012.shtml?Mode=0 Partai Koalisi Sepakat Keluarkan PKS BOGOR Jumlah partai koalisi dipastikan berkurang satu. Sekretariat Gabungan Partai Koalisi sepakat mendepak Partai Keadilan Sejahtera. Keputusan ini diambil dalam pertemuan di kediaman Ketua Sekretariat Gabungan Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, tadi malam.“PKS sangat melanggar (code of conduct koalisi),“ kata Sekretaris Sekretariat Gabungan Syarief Hassan seusai pertemuan. Meski kesepakatan ini belum resmi diumumkan, Syarief memastikan jumlah partai politik anggota koalisi saat ini berkurang satu. “Sekarang ini ada lima partai politik yang bersama-sama solid ikut pemerintah,“ ujar dia. PKS, dia melanjutkan, belum diberikan informasi mengenai kesepakatan ini. Menurut Syarief, kontrak koalisi jelas menyatakan bahwa kebijakan pemerintah yang strategis wajib didukung dan dilaksanakan oleh anggota koalisi Setgab. “Kalau ternyata anggota koalisi Setgab berseberangan, maka anggota koalisi tersebut harus mengundurkan diri dan keterlibatan dalam koalisi akan berakhir,“kata Syarief. Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh pemimpin partai koalisi pendu kung pemerintah, yakni Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa. Pertemuan yang berakhir pada sekitar pukul 22.30 WIB itu sama sekali tidak dihadiri oleh Presiden PKS Luthfi Hassan ataupun perwakilan PKS yang lain. “(PKS) tidak (diundang). Pokoknya tidak diundang,“ ujar Syarief. “Semua (partai) koalisi (hadir), kecuali PKS.“Ia tidak berkomentar soal kemungkinan reshuffle terhadap tiga menteri PKS di dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyarankan PKS agar mundur dari koalisi. “Itu lebih baik daripada dikeluarkan (dari koalisi),” katanya di arena Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-20 di Phnom Penh, Kamboja, kemarin. “SBY tak pernah takut memecat PKS.” Menurut pengamat politik Bahtiar Effendy, selama ini Yudhoyono sebagai ketua koalisi masih menenggang sikap PKS karena masih membutuhkan dukungannya. PKS juga akan terus berseberangan dengan koalisi karena yakin tak akan terdepak. “Kalau Demokrat yang berbeda pandangan dari partai-partai koalisi, apa dianggap membangkang?” Tanda-tanda PKS akan didepak sudah muncul dua hari lalu. Saat itu anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, memastikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Sekretariat Gabungan akan bertindak tegas terhadap Partai Keadilan Sejahtera. Menurut dia, sikap PKS dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat lalu, tak hanya membuat marah Partai Demokrat, “Tapi semua ketua umum partai koalisi marah,“ ujarnya kepada Tempo. Mubarok mengatakan kekesalan Yudhoyono sudah sampai titik kulminasi. Menurut dia, Presiden tak akan bersikap lunak lagi. “Kalau kemarinkemarin masih bisa dimaafkan,“ ujarnya .● PRIHANDOKO | BURHAN S | ISMA S | IRA GS | JOBPIE [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
