Refl: Masalahnya ialah berapa menit atau berapa jam kemudian akan terjadi gempa bumi, berapa kekuatan gempa bumi (Richter Scale) tsb yang diperkirakan akan terjadi yang bisa mendatangkan bahaya bagi manusia. Kalau cuma mendeteksi adanya gempa bumi, tanpa ular pun manusia tahu ada gempa bumi. Manusia juga sudah menciptakan alat yang namanya seismograf yang mengregistrasi gerakan tektonis.
Bagi yang mau membuat seismografnya bisa belajar dari internet : http://cse.ssl.berkeley.edu/lessons/indiv/davis/hs/Seismograph.html http://www.sinarharapan.co.id/content/read/gempa-bumi-bisa-dideteksi-dengan-ular/ 03.04.2012 09:51 Gempa Bumi Bisa Dideteksi dengan Ular PEKANBARU - Pemerhati lingkungan dari Universitas Riau Tengku Ariful Amri menyatakan, gempa tiktonik yang kerap melanda sebagian wilayah Tanah Air dapat dideteksi secara dini melalui berbagai kepekaan hewan melata seperti ular. "Hal demikian juga telah dilakukan oleh para ilmuwan atau pakar tektonik di Cina sejak berpuluh tahun lalu. Cara ini juga terbukti akurat dalam mendeteksi dini gejala gempa bumi," kata Amri kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa (3/4). Ia menjelaskan, tidak hanya ular, masih banyak jenis hewan lainnya yang dapat mendengar suara ultrasonik bahkan melihat pada kondisi gelap gulita sebagai gejala kemunculan gempa tektonik. Upaya pendeteksian secara dini kemunculan gempa bumi ini, dapat dilakukan dengan cara meneliti tingkah pola dan kebiasaan ular atau hewan melata lainnya. Sangat dimungkinkan, demikian Amri, selain ular masih banyak hewan jenis lain yang memiliki kepekaan pada tingkatan tertinggi. "Bahkan dari kepekaan atau kesensitifan hewan tersebut, gempa bumi dapat dideteksi jauh hari, tanpa juga harus memerlukan tegnologi tambahan yang mahal biayanya," kata dia. Melihat dari sejarah, katanya, setiap gempa bumi memiliki probabilitas yang beragam, dimana semakin kecil goyangannya, maka semakin besar probabilitasnya di lokasi yang memang potensi. "Namun sebaliknya, semakin besar gempanya, maka makin kecil probabilitasnya. Gempa bumi sendiri berpotensi melanda daerah-daerah pertemuan lempeng tektonik," katanya. Untuk itu, jika bisa lebih mencermati, demikian Amri, sebenarnya bencana gempa bumi bukan-lah sesuatu hal yang harus ditakui, namun dicermati bagaimana agar manusia dapat selamat dari getarannya. "Salah satunya yakni dengan melakukan penelitian, bagaimana mendeteksi gempa secara dini. Selain itu, gempa dipastikan juga disulut oleh sebab akibat," katanya. Pengeboran Minyak Tengku Ariful Amri mengindikasikan, gempa tektonik berkekuatan 5,1 Skala Richter yang melanda Kabupaten Siak, Provinsi Riau, beberapa waktu lalu adalah disebabkan maraknya aktivitas pengeboran minyak oleh berbagai perusahaan asing di sana. "Sebenarnya di Riau sangat jarang terjadi gempa bumi dengan kekuatan diatas 5 Skala Richter. Namun bukan berarti Riau bebas dari bencana itu mengingat letaknya yang berdekatan dengan Sumatra Barat yang banyak gunung dan perbukitan, serta maraknya aktivitas pengeboran minyak di sejumlah wilayah kaupaten/kota," demikian Amri. Ia mengatakan, gempa bumi juga sebenarnya bencana yang biasa terjadi akibat bergesernya lempengan, baik di dasar laut maupun di dasar daratan. "Namun sebenarnya bisa disadari lebih dini dengan upaya penelitian. Tentunya, dengan melibatkan seumlah ahli yang memahami tentang kondisi alam dan lingkungan," katanya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru sebelumnya juga menyatakan bahwa sebagian wilayah Provinsi Riau termasuk Pekanbaru, pada Sabtu (31/3) tepat pukul 10.58 WIB sempat digoyang gempa tektonik berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR). Analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru juga menyebutkan, pusat gempa bumi berada di 1.12 Lintang Utara (LU) - 101.63 Bujur Timur (BT) dengan jarak 42 kilometer mengarah ke Timur Laut Siak, Riau dan kedalaman 10 kilometer. Ahli tersebut bahkan memprediksi gempa susulan akibat adanya patahan lempengan pada dasar bumi masih berpotensi melanda Provinsi Riau hingga beberapa pekan kedepan, meski potensi bencana tersebut tidak dapat dideteksi secara pasti. (Ant) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
