http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/05/310711/70/13/Insiden-LP-Pekanbaru

Insiden LP Pekanbaru
Kamis, 05 April 2012 00:00 WIB     


MEMBANTAH kelakuan negatif sepertinya sudah menjadi kebiasaan elite bangsa ini. 
Ekornya ialah pemangku kepentingan biasanya lantas membentuk tim pencari fakta 
untuk memperjelasnya.

Itulah yang terjadi dalam insiden pemukulan terhadap petugas Lembaga 
Pemasyarakatan (LP) Pekanbaru, Riau. Insiden itu terjadi ketika pada Senin 
(2/4) Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengadakan inspeksi mendadak 
terkait dengan kabar adanya peredaran narkoba di LP tersebut.

Penjaga LP bernama Darso Sihombing mengaku ditampar Denny Indrayana. Petugas LP 
lainnya, Khoyril, mengaku ditendang dan disikut orang yang diduga ajudan Denny.

Direktur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Sihabudin pun 
tersinggung dengan ulah Denny. Kakanwil Hukum dan HAM Riau Djoni Muhammad 
melaporkan insiden itu kepada Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin.

Kalangan DPR pun menjadikan insiden itu sebagai amunisi untuk mempersoalkan 
Denny. Maklum, sepak terjang Denny beberapa kali mengundang kontroversi.

Kontroversi pertama terjadi ketika dia dalam kapasitas Sekretaris Satgas 
Pemberantasan Mafia Hukum bertemu dengan buron kasus mafia pajak Gayus Tambunan 
di Singapura. Kontroversi kedua terjadi ketika dia dalam kapasitas wakil 
menteri memerintahkan pembatalan remisi kepada narapidana korupsi hanya dengan 
keputusan yang disampaikan melalui telepon kepada para kepala LP.

Denny sendiri membenarkan sebagian insiden pemukulan terhadap petugas LP 
Pekanbaru, tetapi membantah sebagian lainnya. Dia membantah menampar petugas 
LP. Namun, dia mengakui ada petugas yang memukul penjaga LP.

Akan tetapi, Denny tidak menjelaskan siapa petugas yang memukul penjaga LP, 
ajudannya atau petugas Badan Narkotika Nasional yang menyertai inspeksi 
mendadak tersebut.

Kemenkum dan HAM berencana membentuk tim pencari fakta. Tujuannya ialah mencari 
fakta atau kebenaran, apakah Denny betul menampar petugas LP atau tidak.

Namun, kita khawatir tim pencari fakta itu tidak bekerja secara objektif. Kita 
khawatir tim pencari fakta kelak menarik kesimpulan yang menguntungkan Denny 
sebab perkara ini melibatkan pejabat negara.

Betul ada indikasi LP Pekanbaru menjadi tempat peredaran narkoba. Namun, belum 
tentu kedua petugas yang mendapat pukulan dan tendangan terlibat di dalamnya. 
Kalaupun terlibat, bukan berarti orang boleh menganiaya mereka.

Peredaran narkoba di LP Pekanbaru jelas merupakan perkara pidana yang harus 
diusut tuntas. Namun, dalam pengusutan atau penegakan hukum, bukan berarti 
orang boleh melanggar hukum.

Penganiayaan terhadap petugas LP Pekanbaru jelas bukan semata persoalan pejabat 
yang overacting, melainkan pelanggaran hukum. Oleh karena itu, kita mendorong 
petugas LP Pekanbaru Darso Sihombing dan Khoyril melaporkan Denny secara pidana.

Dengan memerkarakannya secara pidana, kita berharap insiden LP Pekanbaru jelas 
dan terang benderang. Tak ada lagi saling bantah. Tak perlu pula tim pencari 
fakta. Jika terbukti menganiaya, wakil menteri sekalipun harus mendapat hukuman 
setimpal.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke