http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962c3c5e817dc3dc7f898cbffc35d23f20a
Surabaya
 Pagi, Sabtu 24 Maret 2012
Perusahaan Aburizal Bakrie Ajukan Kredit Rp. 600 Milyar ke Bank Jatim
Untuk membayar
 Korban Lumpur lapindo 
(Bakal Muncul Kasus Bank Century ke 2 di Jatim)

SURABAYA- Setelah terungkap adanya sejumlah kasus di Bank Jatim, masih 
ada lagi persoalan serius di bank yang dipimpin Hadi Sukrianto ini. 
Diam-diam BUMD milik Pemprov Jatim ini tengah memproses kredit Rp 600 
miliar yang diajukan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), perseroan milik 
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.  Kredit PT Minarak diajukan 
bukan untuk kegiatan produktif atau bisnis, melainkan untuk pelunasan 
korban lumpur Lapindo.



Beberapa pejabat di Bank Jatim, mengatakan, pengajuan itu menyalahi SOP 
Bank. Mengingat, PT Minarak Lapindo Jaya, bukan perusahaan produksi, 
melainkan jasa. Meski permohonan kredit semacam ini aneh, beberapa 
direksi memproses. Diduga ada persekongkolan yang dapat merugikan 
keuangan Negara, karena mayoritas saham Bank Jatim adalah Pemprov Jatim 
dan 38 pemerintah kabupaten/kota se Jatim.  



Sumber Surabaya Pagi di Bank Jatim, Jumat (23/3), mengungkapkan ada 
makelar yang mencoba menghubungkan PT MLJ ke Bank Jatim. PT MLJ 
merupakan anak perusahaan PT Lapindo (Bakrie Group). Sementara Bakrie 
Group memiliki akses luas, baik di politik maupun bisnis, mengingat 
Aburizal Bakrie juga menjadi Ketua Umum Partai Golkar. “Kabarnya sudah 
diproses (Bank Jatim, red). Bagaimana follow upnya, Pak Hadi yang paling
 tahu!” ungkapnya.



Meski begitu, ada yang janggal dalam pengajuan kredit tersebut. Selain 
dana tersebut untuk pembayaran korban Lapindo, jaminan yang disampaikan 
PT MLJ, disintalir tidak jelas. Kabarnya, jaminan yang dipakai adalah 
ribuan sertifikat tanah korban lumpur yang belum diambil di PT MLJ. “Ini
 kan aneh. Sertifikat ada. Tapi bangunan sudah diterjam lumpur Lapindo. 
Dimana nilai ekonominya. Kalau Perusahaan Bakrie itu nunggak, apanya 
yang disita, wong lahannya dikuasai lumpur”  kata sumber sambil ngakak, 
karena pengajuan dinilai akal-akalan.



PT MLJ sebenarnya masih memiliki dana, tapi hanya sekitar Rp500 miliar. 
Padahal, kebutuhan dana untuk pelunasan korban lumpur sekitar Rp1,2 
triliun. Untuk melunasi pembayaran jual beli aset lumpur asal empat 
desa, Renokenongo, Siring, Jatirejo dan Kedungbendo, PT MLJ butuh 
tambahan Rp 600 miliar. “Kalau sampai di-acc, bisa menjadi kasus Century
 kedua,” bebernya.



Bos PT Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam Tabusala, tak menampik 
kebenaran pengajuan kredit Rp 600 miliar itu ke Bank Jatim. Hanya saja 
dia berkilah, bukan PT MLJ yang mengajukan, tetapi perusahaan di grup 
Bakrie. “Memang benar uangnya nanti akan dipergunakan untuk pembayaran 
warga. Tapi yang mengajukan salah satu perusahaan grup,” kata Andi saat 
di konfirmasi Surabaya Pagi.



Sayangnya, Andi mengaku lupa, ketika ditanya lebih jauh tentang nama 
perusahaan tersebut. Begitu juga ketika ditanya soal jaminan atau agunan
 yang diapakai untuk pengajuan kredit ke Bank Jatim. “Saya lupa,” kilah 
Andi.



Sementara itu, warga Renokenongo, Kecamatan Porong yang tergabung dalam 
Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagarekontrak), berharap 
sisa ganti rugi itu bisa dilunasi hingga Juni 2012 mendatang. Dalam 
ganti rugi ini, Sunarto tidak mau tahu bagaimana Lapindo mendapatkan 
uang untuk membayar korban lumpur. Entah itu mengajukan dana di bank 
atau mendapat dana talangan dari pemerintah. “Yang penting korban lumpur
 terbayar,” tandasnya.



Terpisah, Direktur Bank Jatim bidang kredit ritail, Partono, yang juga 
penanggung jawab kredit Bank Jatim juga mengakui, PT Minarak Lapindo 
Jaya pernah mengajukan kredit. “Iya seingat saya tahun lalu (PT Minarak 
Lapindo) pernah ada pengajuan kredit,” ujar Partono.



Menurutnya, pengajuan kredit kepada Bank Jatim untuk korporasi atau 
perusahaan ada syarat tersendiri. “Syaratnya harus untuk tujuan 
produktif,” kata Partono. Apakah pengajuan dari PT MLJ produktif? 
Partono mengaku tidak ingat. “Kalau (kredit) untuk membayar ganti rugi 
korban lumpur ya nggak bisa,” sahutnya.



Untuk diketahui, PT Bank Jatim pada tahun 2011 lalu telah menyalurkan 
kredit kepada masyarakat senilai Rp 16,13 triliun. Dengan rincian 
Rp14,23 triliun disalurkan pada bidang usaha mikro dan kecil. Sedangkan 
sisanya Rp 1,9 triliun disalurkan pada bidang usaha menengah dan 
korporasi (perusahaan besar). Sedang target tahun 2012 ini, kredit yang 
disalurkan sebesar 20 triliun.



Soal Selisih Laba



Dalam kesempatan lain, Direksi Bank Jatim mengklarifikasi berita yang 
menyebut adanya selisih laba bersih tahun 2011. Selisih yang ditemukan 
ada perbedaan antara data Bank Indonesia dengan hasil RUPS itu mencapai 
Rp 20 miliar. “Data yang ada di Bank Indonesia itu laba yang belum 
diaudit atau unaudited,” jelas Eko Partono, Direktur Operasional Bank 
Jatim.



Ditambahkannya, laporan ke BI itu selalu belum diaudit karena dilakukan 
secara berkala setiap tanggal 10. “Setelah diaudit, maka ketemulah laba 
bersih di angka Rp 860,23 miliar seperti yang kita jelaskan dalam 
release hasil RUPS,” tambah Eko. Untuk diketahui, dari data neraca 
keuangan Bank Jatim resmi yang tercantum di Bank Indonesia, tercatat 
keuntungan Bank Jatim atau laba bersih Rp 881,1 miliar. Sehingga muncul 
selisih Rp 20 miliar lebih.



Meski begitu, Bank Jatim juga mengakui ada kelalaian dalam menuliskan 
keseluruhan laba bersih Bank Jatim tahun 2011. Sebab, ada sisa laba 
tahun 2010 sebesar Rp 20,3 miliar yang belum dimasukkan. “Jadi tahun 
2011 ini total laba bersih Bank Jatim adalah Rp 880,58 miliar,” pungkas 
Eko yang berjanji akan segera memperbaiki laporan laba bersih yang 
dilengkapi sisa laba tahun 2010. n tim

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke