Refl: Serius ataukah Mr Kiemas hanya berkelakar tentang Nyonya Kiemas dan Tuan 
Ical? Bukankah ada ucapan yang berbunyi : “Tua-tua keladi sudah tua mau lagi”, 
berarti belum lemas hasrat dan tenaga.  Selain itu mungkin belum ada pembatasan 
umur sesuai ketentuan hukum bagi orang dewasa  mencalonkan diri untuk dipilih 
menjadi presiden NKRI. 

Bukankah menjadi presiden NKRI menambah gengsi pribadi dan diperoleh segala 
macam fasilitas negara. Bayangkan saja kalau isteri presiden digelar ibu 
negara, apalagi suaminya sebagai presiden. Tetapi ada hal yang agak aneh, 
ketika Megawati menjadi presiden, suaminya tidak digelar bapak negara. 
Barangkali  masalah gelar demikian ada keistimewaan NKRI. Patut dipahami bahwa 
bersamaan dengan kedudukan bergengsi sebagai presiden dan panglima tertinggi 
angkatan bersenjata NKRI, terbuka juga berbagai macam jalan lebar untuk urusan 
bisnis pribadi dan keluarga, salah satu contoh jelas ialah alm presiden NKRI 
bernama Muhammad Soeharto.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/10/ArticleHtmls/KETUA-MPR-TAUFIQ-KIEMAS-ICAL-MEGA-SUDAH-TUA-10042012001006.shtml?Mode=0



KETUA MPR TAUFIQ KIEMAS: ICAL-MEGA SUDAH TUA UNTUK PRESIDEN
JAKARTA
 
"Jangan urus dapur kami."
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas menyebut Ketua Umum Partai 
Golkar Aburizal Bakrie, juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
Megawati Soekarnoputri, sudah uzur sehingga tak perlu maju dalam pemilihan 
presiden 2014.

“Sebaiknya kedua tokoh itu menyerahkan kepada anak muda untuk menjadi calon 
presiden,“ katanya di gedung DPR, Jakarta, kemarin. Ketika itu, pers bertanya 
kepada suami Megawati itu tentang kans Aburizal dalam pemilihan umum mendatang.
“Baiknya mereka jadi king maker.“

Taufiq, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, mengibaratkan Aburizal 
dan Mega lebih baik menjadi busur yang meluncurkan para tokoh muda. “Ical sudah 
tua,“ ujarnya. “Begitu pula Megawati, Ibu Mega juga, baiknya jadi busur yang 
meluncurkan anak panahnya.“ Keduanya kini sama-sama berusia 65 tahun dan pada 
2014, saat pemilihan presiden digelar, akan berumur 67 tahun.

Kritik Taufiq muncul di tengah rencana Aburizal mengumumkan pencalonan nya 
dalam Rapat Pimpinan Nasional Golkar pada Juni nanti. Semula forum itu akan 
digelar pada Oktober, bertepatan dengan hari lahir Golkar. PDIP belum 
menentukan calon presiden, meski kuat dukungan di kalangan internal agar Mega 
maju lagi. Mega menjabat presiden pada 2001-2004, lantas kalah dari Susilo 
Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2004 dan 2009.

Politikus Golkar,Nudirman Munir, mengatakan tiap partai memiliki logika sendiri.
“Jangan urus dapur kami,“ katanya. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Golkar 
Nurul Arifin, kemampuan mengatur negara lebih utama ketimbang usia. Sekretaris 
Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo tak menjawab ketika diminta berkomentar.

Peneliti dari Lembaga Survei Indonesia, Doddy Ambardi, menilai pernyataan 
Taufiq normatif. “Setelah pernyataan itu, apa yang akan dilakukan?“ kata 
Direktur Eksekutif LSI itu. Menurut Dodi, sebaiknya pernyataan tersebut 
diimbangi dengan dibukanya jalur politik untuk tokoh-tokoh muda untuk 
regenerasi.

FEBRIYAN | INDRA W | JOBPIE S Panggung po li tik Indonesia, menurut Direktur 
Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi, masih kurang ramah 
terhadap tokoh muda. Bahkan tokoh-tokoh muda tersebut, seperti Anas 
Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Puan Maharani, sangat sulit merangkak 
menggapai popularitas.

“Mereka elektabilitasnya (tingkat keterpilihan) cuma 6-8 persen, sangat sulit 
tokoh muda bisa tembus papan tengah saja,” kata Dodi. Pa dahal minimnya 
tokoh-tokoh muda itu menyebabkan re ge nerasi kepemimpinan di negeri ini macet.

Penjaringan nama calon presiden yang dilakukan oleh LSI kepada 2.050 res
ponden di 33 provinsi pada 1-12 Februari lalu membuktikannya. Di benak 
masyarakat masih lekat namanama tokoh tua, seperti Megawati, Prabowo, Jusuf 
Kalla, Wiranto, dan Aburizal Bakrie. Adapun popularitas tokoh-tokoh muda masih 
berada di papan bawah.

Hasil ini tak berbeda dengan survei yang digelar oleh Lingkaran Survei 
Indonesia pada akhir Oktober 2011.

Survei yang dilakukan pada 5-10 September 2011 itu menyebutkan hanya 24,8 
persen dari 1.200 responden yang puas terhadap kinerja politikus muda. 
“Politikus muda tidak mendapat simpati untuk menjadi capres dan cawapres pada 
Pemilu 2014,” ujar Adjie Alfaraby,
peneliti LSI, dalam rilis survei memperingati Sumpah Pemuda itu.

Ketidakpuasan publik ter hadap para politikus mu da dilatari beberapa hal.

Penyebabnya adalah banyak politikus muda yang terbelit kasus korupsi. Kinerja 
politikus muda yang menjabat menteri juga dinilai publik kurang meyakinkan. 
Mereka adalah Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional, Helmy Faizal Zaini 
dari Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar dari PKB, dan Andi 
Mallarangeng dari Partai Demokrat. “Kepuasan publik atas kinerja empat tokoh 
itu di bawah 40 persen,” ujar Adjie.

Untuk calon presiden 2014, sebenarnya ada to koh
tokoh muda, yakni Anas Urbaningrum, Puan Maharani, dan Edhie Baskoro Yudhoyono. 
Namun belum ada yang memiliki dukungan signifikan. “Semua masih bertengger pada 
divisi tiga, yang dukungannya di bawah 3 persen,“ ujar Adjie.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Dwipayana, mengatakan umur 
bukan jadi tolok ukur kepemimpinan. “Calon presiden harus teruji dan muncul 
dari proses yang teruji pula,“ ujarnya saat dihubungi kemarin. Namun ia 
menyatakan demokrasi internal partai sekarang ini hampir mustahil dilaksanakan 
oleh partai-partai politik besar di Indonesia.

INDRA WIJAYA | FEBRIYAN | IRA GUSLINA | M ANDI PERDANA

    
TOP
    
Powered by Pressmart Media Ltd
    
    

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke