http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/10/ArticleHtmls/Relawan-Pilkada-Aceh-Diculik-10042012006010.shtml?Mode=0



Relawan Pilkada Aceh Diculik
LHOKSEUMAWE ­
    

    
    
Dua relawan tim pemenangan calon Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan, 
dianiaya sejumlah lelaki yang diduga simpatisan Partai Aceh, Minggu lalu, di 
Lhokseumawe. Mereka diculik dan dibawa ke hutan, lalu diintimidasi untuk 
memenangkan salah satu partai dalam pemi lihan kepala daerah Aceh itu.

Menurut Munandar, sopir tim Irwandi, peristiwa itu bermula ketika rombongan 
relawan dari pasangan Irwandi-Muhyan tiba di Desa Rayeuk Kareung, Kecamatan 
Blang Mangat, Lhokseumawe. Di sana mereka menurunkan dua anggota tim, yakni 
David dan Zulfan, un
tuk menyerahkan surat mandat kepada saksi calon gubernur tersebut.

Tak berapa lama, sebuah mobil Xenia berstiker Partai Aceh berhenti dan 
menanyakan maksud kedatangan mereka. Setelah dijelaskan bahwa mereka dari tim 
Irwandi, sejumlah pria itu mengatakan,“Oh, pengkhianat.”
Kelompok pria itu kemudian memukuli mobil dan meminta keenam anggota tim turun 
dari mobil. “Karena mereka arogan, saya langsung tancap gas (melarikan mobil),“ 
ujar Munandar kemarin. Ia lalu melaporkan kasus itu ke Kepolisian Sektor Blang 
Mangat. Tapi, dua kawan mereka, yakni David dan Zulfan, tertinggal. Para pelaku 
membawa mereka dengan mata ditutup ke hutan lalu dipukuli.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Lhokseumawe Ajun Komisaris 
Galih Indra Giri membenarkan kasus tersebut. Polisi berhasil membekuk tiga 
pelaku dan menyita mobil yang
digunakan saat itu. “Sejauh ini diketahui bahwa tersangka adalah simpatisan 
Partai Aceh,”katanya.

Juru bicara Partai Aceh Wilayah Pase, Nasrullah Dahlawy, menyatakan masih 
mengumpulkan informasi terkait dengan kasus penculikan tersebut.

    
TOP
    
Powered by Pressmart Media Ltd

++++

http://regional.kompas.com/read/2012/04/10/07044636/Irwandi.Yusuf.Partai.Aceh.Curang.


Kembali ke Index Topik Pilihan


Irwandi Yusuf: Partai Aceh Curang!
| Glori K. Wadrianto | Selasa, 10 April 2012 | 07:04 WIB




BANDA ACEH, KOMPAS.com — Calon gubernur Aceh dari jalur independen, Irwandi 
Yusuf, menyatakan siap menerima kekalahan, sepanjang pilkada tersebut 
berlangsung secara rahasia dan adil (fair). "Tapi, kalau kalah karena 
dicurangi, kami akan menempuh jalur hukum," kata Irwandi menanggapi hasil quick 
count yang menempatkan pasangan Zaini Abdullah/Muzakir Manaf sebagai pemenang 
dengan perolehan suara di atas 50 persen.

"Quick count mengambil sampel di 300 tempat pemungutan suara (TPS), dari total 
11.000-an TPS. Hasil quick count bersifat sementara saja. Hasil yang sebenarnya 
baru kita peroleh empat hari ke depan, setelah KIP Aceh mengalkulasi suara," 
tutur Irwandi, Senin (9/4/2012) malam.

Menurut Irwandi, pelaksanaan Pilkada Aceh kali ini dipenuhi dengan intimidasi. 
Tim Seuramoe Irwandi/Muhyan, paparnya, sedang mengumpulkan bukti-bukti 
pelanggaran pilkada yang dilakukan oleh pasangan nomor 5. "Jika ditemukan 
bukti-bukti valid, tim kami akan menggugat hasil Pilkada Aceh tahun ini ke 
Mahkamah Konstitusi (MK)," kata Irwandi.

Irwandi mengungkapkan dugaan pelanggaran yang terjadi di beberapa kabupaten, 
seperti di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Masyarakat yang tinggal di pedalaman menurutnya sangat ketakutan karena, sejak 
memasuki masa kampanye, satgas-satgas Partai Aceh (PA) mendatangi warga dan 
memaksa mereka memilih pasangan nomor 5. Dengan ancaman, jika nomor 5 kalah, 
Aceh akan dilanda perang lagi.

Intimidasi, kata Irwandi, mencapai puncaknya pada malam sebelum hari "H" 
pencoblosan. Saat itu, tutur Irwandi, warga didatangi lagi dengan ancaman 
kekerasan terhadap keluarganya jika tidak memilih pasangan nomor 5. "Ancaman 
yang lebih dahsyat dialami para saksi pasangan nomor 2. Para saksi diintimidasi 
agar tidak datang ke TPS, surat mandat saksi banyak sekali yang dirampas, 
bahkan ada saksi kami yang diculik yang sampai dengan saat ini belum dilepas," 
ungkapnya.

Irwandi menyatakan, saat pencoblosan di daerah pedalaman, agitator-agitator PA 
bahkan melongok ke dalam bilik suara saat warga mencoblos untuk memastikan 
apakah warga mencoblos nomor 5. PA, beber Irwandi, membuat rakyat takut dan 
dengan terpaksa memilih mereka. Sebagai bukti, PA berhasil menjalankan misi 
mereka di kabupaten-kabupaten tempat KPA dominan dan terasa kehadirannya, di 
situlah pasangan yang diusung PA menang telak.

"Tapi, di kabupaten-kabupaten dan di kota-kota di mana kehadiran KPA tidak 
dominan, seperti di semua kota dan semua kabupaten di tengah-tenggara, dan 
semua kabupaten di barat dan selatan Aceh, pasangan nomor 5 kalah telak," papar 
Irwandi. 

    
TERKAIT:

    Tim Irwandi-Muhyan Melapor ke Panwas Aceh
    Visi Misi Irwandi Diinterupsi Anggota Dewan
    Label Hijau Irwandi Dipertanyakan
    Bergambar Petahana, Kartu Jaminan Kesehatan Aceh Ditarik
    Irwandi Kumpulkan Para Panglima GAM

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke