tumben nggak ada serangan balasan ber tubi tubi...
mungkin akhirnya jusfiq berhasil ter cerahkan dengan kiriman ini

good job Rez

--- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@...> wrote:
>
> tuh fiq..
> 
> baca tuh kiriman cha yang bermanfaat.
> lalat aja binatang pemakan taik masih berusaha walaupun gagal.. 
> 
> tapi anda..?? 
> 
> coba lihat dan ngaca diri sendiri deh..
> udah tua bangka kaya gini dari dulu kerjaannya 'doing nothing', cuman menjadi 
> pengangguran yang kerjaannya tiap hari cuman stoned sembari internetan, 
> mabok, dapet sedekah sosial dari negara dan hidupnya dipiara sama cewek bule.
> 
> apakah anda sambil ngaca, nggak malu dan anda mulai berpikir bahwa anda itu 
> lebih rendah daripada lalat si pemakan taik?
> 
> in fact, lalat aja bisa punya anak, lhaaa anda punya anak aja nggak mampu.
> 
> bener dah, anda memang lebih rendah baik itu otaknya maupun spermanya 
> daripada lalat si pemakan taik.  menyedihkan....
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Ch@R£€$" <cha6966@> wrote:
> >
> > Seekor lalat terperangkap dlm pintu kaca yg tertutup rapat. 
> > Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca 
> > itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. 
> > Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke 
> > kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin 
> > petang si lalat itu nampak kelelahan & kelaparan. 
> > 
> > Esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
> > 
> > Sekelompok semut serentak mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh 
> > lalat itu hingga mati.
> > 
> > Seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua 
> > “Mengapa dia sekarat?”.
> > 
> > “Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yg seperti ini, sebenarnya 
> > mereka ini telah berusaha, dia sungguh² telah berjuang keras berusaha 
> > keluar dari kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia 
> > frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan mati”.
> >  
> > Semut kecil itu bertanya lagi “Aku masih tak mengerti, bukannya lalat itu 
> > sdh berusaha keras? Kenapa dia tidak berhasil?”.
> > 
> > Semut tua itu menjawab 
> > “Lalat itu bagaikan seorg yg tdk kenal menyerah & telah mencoba berulang 
> > kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara² yg sama”. 
> > 
> > Semut tua dengan mimik & nada serius berkata: 
> > “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dgn cara yg sama namun 
> > mengharapkan hasil yg berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”.
> > 
> > “Para pemenang tdk melakukan hal² yang berbeda, mereka hanya 
> > melakukannya dgn cara yg berbeda”
> > 
> > Selamat Sore...
> > 
> > Ch@​​™
> > pin: 21EF6D92
> > 
> > 
> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke