Mau belajar apalagi Pak? 350 taon kita dikangkangin!
Pake lagi kursus bahasa belanda,bangsa ini termasuk beruntung
tidak seperti bangsa jajahan lain nya di afrika&amerika latin sono

sampai saat ini masih gunain bahasa master slave.......bukan hinaan ini!

sebetulnya Bung karno tidak mau lagi berhubungan diplomatik dengan pihak belanda
sejak merdeka...............baru buka lagi tahun 1957(mohon dikoreksi)
yang jelas belanda terjadi gempa tak henti2 nya sejak tanah jajahan yang 
bernama Indonesia lepas
perlu di inget 65% orang belanda mempunyai hubungan emosi romantis dengan 
Nusantara

memangnya beliau2 itu belon puas kakek&nenek nya kerja rodi  dimasa tempo 
Doeloe?
tanya saja dengan Anjing kesrek yang tinggal ledeng 
holand..........................


________________________________
 From: ajeg <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Sunday, April 15, 2012 9:40 PM
Subject: [proletar] Re: Sekali lagi tentang "De INDONESIË WEIGERAARS" ,
 

  

Saya kira iya pak, penerjemahan buku-buku tsb perlu. Sekurangnya 
untuk mengungkap hubungan baik antara Rakyat Belanda dan Rakyat 
Indonesia agar khalayak mendapatkan bekal obyektif dalam memandang 
hubungan sesama-rakyat ini. 

Selama ini pandangan sebagian orang Indonesia tentang Belanda sering 
terganggu gambaran tentang polah Kerajaan Belanda (beserta 
serdadunya) sepanjang pra kemerdekaan. Cilakanya lagi gambaran tsb 
justru dibawa sebagian orang Indonesia yang bersikap keblanda-
blandaan melebihi orang Belanda sendiri. 

Seperti kita tahu, tidak semua rakyat Belanda menyetujui kebijakan Kerajaan, 
bahkan di era kolonial. Terlebih ketika sang ratu dan 
keluarga kerajaan lari cari selamat sendiri dengan meninggalkan 
rakyatnya diganyang pasukan Nazi Jerman - secara pribadi selalu 
bertanya, ke mana orang-orang "gagah" macam Westerling pada saat itu, 
sebab mustahil mereka baru lahir di masa agresi '47-'48.. 

Bahwa ternyata banyak orang Indonesia yang ikut berjuang memerdekakan 
Belanda dari Jerman tentu ini menjadi pengetahuan menarik bagi orang 
Indonesia dan penting bagi orang Belanda sendiri. Terutama dalam 
menyadari betapa setelah era kolonial itu rakyat sedunia kini menjadi 
jajahan dari pemerintahan-pemerintahan Kanan. 

--- "Dr. Saafroedin Bahar." <drsaafroedin.bahar@...> wrote:

> Mengingat tak banyak lagi orang Indonesia yang mahir berbahasa 
> Belanda, bisakah diupayakan adanya terjemahan dari buku-buku 
> tersebut, minimal utk menggenapkan pemahaman kita tentang hubungan 
> antara rakyat Belanda dengan rakyat Indonesia ?
> Salam,
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: isa <i.bramijn@...>
> Subject: Re: Kolom IBRAHIM ISA - Sekali lagi tentang 
> "De INDONESIË WEIGERAARS" ,< Prajurit-prajurit Belanda Yg Menolak 
> Memerangi Re publik Indonesia>
>
> > IBRAHIM ISA
> > Minggu, 15 april 2012
> > --------------------------------
> >
> > 
> > Bung Waruno M y.b.,
> >
> > 
> > Banyak terima kasih atas  respons Bung.
> >
> > Memang belum  cukup penulisan tentang orang-orang Indonesia yang 
> > AMBIL BAGIAN LANGSUNG DALAM GERAKAN PERLAWANAN MELAWAN PENDUDUKAN 
> > NAZI JERMAN DI BELANDA KETIKA ITU.
> >
> > Saudaranya Mas Gondo Pratomo, yang juga anggota  dari GERAKAN 
> > PERLAWANAN ITU, dari PI bersama Mas Sunito, pernah menulis 
> > mengenai hal ini.
> >
> > Salam hangat,
> >
> > I.Isa
> >
> > ----------------------
> >
> > 
> > Waruno Mahdi schreef:
> > > Bung Isa,
> > >
> > > terimakasih banyak mengingatkan kembali peristiwa bersejarah 
> > > ini.
> > >
> > > Perlu diingat latarbelakannya: di masa Perang Dunia Ke-II, 
> > > ketika negeri Belanda diduduki dan Ratu Wilhelmina terpaksa 
> > > mengungsi ke Britannia Raya, segenap orang Indonesia yang 
> > > berada di Nederland tanpa perkecualian, terutama lagi yang 
> > > nasionalis dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, itu 
> > > semuanya masuk gerakan resistensi yang memperjuangkan 
> > > kemerdekaan Nederland.
> > >
> > > Waktu kemudian negeri Belanda mengirim tentaranya ke Indonesia
> > > untuk berperang melawan Republik, banyak orang Belanda patriotik
> > > yang tahu benar solidaritas kawan-kawan Indonsia mereka membela
> > > kemerdekaan Belanda dulu itu lantas menyatakan solidaritas pula
> > > dengan perjuangan bangsa Indonesia, dan menolak dikirim 
> > > berperang melawan Indonesia.
> > >
> > > Berikut sekadar daftar pustaka yang kebetulan saya dapati:
> > >
> > > J.M. Fiedeldij Dop&  Y. Simons. Al weer iets groots verricht: 
> > > hoe Nederland zijn Indië-deserteurs tot de laatste man 
> > > berechtte.
> > > Doktoraalskripsie, Universiteit van Amsterdam, 1983.
> > >
> > > K. Bals&  M. Gerritsen. De Indonesië-weigeraars. Amsterdam: 
> > > Vereniging Dienstweigeraars, 1989.
> > >
> > > H. Zwaart. Er waren er die niet gingen: vijftien eeuwen straf 
> > > voor Indonesië-weigeraars. Amsterdam: Solidariteit, 1995.
> > >
> > > Sekian, dan selamat membaca kalau kebetulan bisa mendapatkan 
> > > bukunya.
> > >
> > > Salam,  Waruno
> >
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke