Tragedy G30S PKI, Sukarno Harus Minta Maaf, Tapi Dia Sudah Mati !!!
                                                   
G30S PKI memang pada mulanya adalah rencana PKI untuk merebut kekuasaan RI 
sebelum atau menjelang Sukarno tidak mampu lagi mengendalikan negara ini.  Tapi 
rencana PKI ini ternyata diboncengi oleh lawan2nya, maksud hati ingin 
menghancurkan lawan2nya malah terjebak PKI sendiri yang mengalami kehancuran 
oleh lawan2nya.

Ini cuma soal strategi saja bukan masalah siapa salah dan siapa yang benar.  
Yang penting kita dan anda ketahui adalah sumber apa yang menyebabkan atau 
mendorong pecahnya malapetaka ini, karena ada epiloognya dan ada prolog-nya 
dimana kesalahan utamanya adalah pelanggaran UU negara, dan menyesatkan 
Demokrasi demi vested interest pribadi seorang Presiden yang bernama Sukarno.  
Disinilah pentingnya kita mematuhi dan menegakkan UU yang telah kita sepakati 
bersama karena bila satu pihak yang melanggarnya, maka seluruhnya akan 
mengalami kehancuran.

UU tidak bisa diubah seorang presiden, juga tidak bisa diubah oleh Majelis 
Permusyawarat Rakyat Sementara (MPRS) KARENA institusi sementara tidak 
berwenang membuat keputusan yang definitif tidak sementara.

Demikianlah, pengangkatan presiden seumur hidup oleh MPRS yang mandatarisnya 
adalah presiden itu sendiri betul2 melanggar konstitusi yang menjadi sumber 
malapetaka bangsa ini.

Pernyataan PERANG harus dimaklumatkan oleh MPR bukan MPRS.  Sebagaimana artinya 
"sementara" itu sebagai keadaan yang tidak tetap waktunya dalam artian tidak 
terlalu lama.  Tapi oleh Sukarno sengaja dihambat pembentukan MPR yang 
definitif agar bisa tetap memperalat MPRS dimana dianya sendiri yang berkuasa.

Demikianlah, pernyataan "ganyang Malaysia" adalah tidak syah, ilegal dan tidak 
konstitusional yang membawa kehancuran bangsa ini.  Pengangkatan presiden 
seumur hidup adalah blunder yang melanggar konstitusi, dan terakhir keluar dari 
keanggautaan PBB betul2 malapetaka yang membawa kehancuran berupa pecahnya G30S 
PKI.

Sekali lagi saya tegaskan disini agar anda semua memahaminya, bahwa SBY tidak 
perlu minta maaf karena dia bukanlah pelaku dan dia juga bukan korban-nya.

> Sudah jemu menyaksikan betapa
> telah terkontaminasinya fikiran
> sementara orang yang tak mampu
> lagi melihat mana yang riil dan
> mana yang fiktif. Yang buta
> terhadap mana yang benar dan mana
> yang palsu. Disebabkan keracunan
> semangat dan fikiran anti-komunisme
> yang sudah berkarat. Setidaknya
> dari dua penulis-penulis: Romo
> Magnus Suseno dan Solastomo.

Tidak ada anti-Komunisme karena kenyataannya bukan disebabkan adanya 
anti-komunisme TETAPI disebabkan perjuangan komunisme yang anti-Demokrasi, 
mengorbankan kepentingan rakyat banyak demi ideology yang sama sekali tidak 
memberi kesejahteraan kepada mereka.  Ada aksi akan timbul reaksi.  Gerakan 
komunis di Indonesia adalah perampasan, penggarongan, dan perampokan semua 
usaha swasta untuk diambil alih oleh kekuasaan komunisme yang kemudian malah 
jadi bangkrut dan ekonomi terjerumus kejurang yang tidak ada lagi jalan 
keluarnya.

Kejadian G30S merupakan 100% tanggung jawab Bung Karno dalam menyelewengkan 
konstitusi dan menyesatkan politik luar negeri nya sehingga mengorbankan 
kepentingan rakyat sendiri dan merusakkan kepercayaan dunia Internasional.

Blunder yang maha dahsyat yang tidak bisa diampuni rakyat dan bangsa Indonesia 
adalah perbuatan Bung Karno yang mencatut nama rakyatnya untuk keluar dari PBB 
dan mengganyang negara tetangga Malaysia, Serawak, Singapore dan Sabah.  Akibat 
policy inilah negara mengalami kehancuran ditambah ketidak adilan terhadap 
rakyat dengan mengkhianati konstitusi merekayasa pengangkatan dirinya sendiri 
sebagai presiden seumur hidup.

Semua kesalahan ini berakibat fatal, pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa 
dalam bentuk G30S yang membawa korban jutaan korban terbunuh secara sia2.

Tidak ada siapapun yang bisa kita salahkan KECUALI Sukarno sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke