investasi dalam bentuk barang yg "bernilai tinggi dan jumlahnya terbatas" memang bisa dijamin ngga bakalan rugi. karena luas daratan bumi ngga pernah bertambah (malah berkurang karena kutub mencair?), dan jumlah mahluk hidup yg butuh tanah selalu bertambah, maka investasi dlm bentuk tanah juga prospeknya bagus karena trend supply-demand nya jelas.
cuman, nah ini dia masalahnya, investasi ini juga punya risiko yg skalanya macem2. risiko paling ringan adalah disabet proyek jalan tol dan ternyata ganti ruginya ngga sesuai harga pasar. risiko menengah adalah ujug2 ada sertifikat ganda (khas indonesia), bisa diperjuangkan di pengadilan sih tapi butuh enerji yg tidak sedikit. yg paling sial kalau kena bencana alam, entah kerendem tsunami atau keurug material vulkanik (kasus lumpur lapindo misalnya). selain itu, likuiditasnya kalah oleh toyota avanza. karena kalo tiba2 butuh duit ntar sore, hampir ngga mungkin bisa dapet hard cash pagi2 dgn jual tanah. konon beli tanah itu bisa kecanduan. sekali beli tanah, biasanya teruuuus pengen beli lagi dan beli lagi. persis kayak permainan monopoli. ada temen kantor yg ke mana2 pake vespa butut, ngga punya mobil sama sekali, tapi tanahnya ada di sana sini. --- In [email protected], "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > > prospek investasi fisik selain emas, konon adalah tanah. > tentu yg bersertifikat, bukan sejenis tanah adat atau ulayat. > bisa tanah kosong sembari iseng buat kebun ato tambak misalnya, > atau dibikinin bangunan sbg added value sejenis properties. > > waktu bujangan belasan taon lalu yg sering iseng "nyetor duit" > selain buat kongkow di jamz dan beli rokok, ya ikutan nyari > kredit murah buat nanem duit di beberapa kapling perumahan. > cuwekin aja dan tau2 10 taon kemudian bisa meledak dan > gak pake kepatil segala tuh .. > > > --- "johny_indon" <johny_indon@> wrote: > > > > > > jangan naro harta dlm bentuk duit (mata uang apapun) banyak2, pasti rugi. > > soalnya duit itu buatan manusia, bisa diperbanyak kapanpun. > > duit mah secukupnya aja sekedar buat biaya hidup operasional. > > sisanya mending beliin emas 24k. > > emas bikin lu tetep kaya (bukan makin kaya) karena inflasinya nol. > > dulu gua skeptis sama teori investasi emas ini, tapi karena penasaran awal > > 2011 gua coba juga akhirnya. > > > > > > --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote: > > > > > > Antara Uang dan Kecerdasan... > > > +++ > > > > > > Kemaren saya berada di solo, ketemu guru lama saya, seorang tionghoa, > > > terus terang saya banyak belajar dari orang2 tionghoa, kami cukup banyak > > > waktu berdiskusi, kami mendiskusikan ...terutama masalah capital... > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
