Ref: Apakah tidak sepatutnya juga para ibu melarang tari perut?

http://www.hidayatullah.com/read/22440/30/04/2012/gerakan-umat-anti-maksiat-tolak-lady-gaga.html

Gerakan Umat Anti Maksiat Tolak Lady Gaga 


       
     
     
     
Senin, 30 April 2012 


Hidayatullah.com--Puluhan Masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Umat Anti 
Maksiat (Gumam) di antarannya Front Pembela Islam FPI) dan Laskar Pembela Islam 
(LPI) berdemontrasi di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (29/04/2012). Mereka menolak 
keras rencana konser penyanyi AS, Lady Gaga di GBK Jakarta Juni mendatang.  

Para pengunjuk rasa menilai Lady Gaga telah menyebarkan pornografi dan 
pornoaksi. FPI menilai, penyanyi eksentrik yang selalu tampil eksotis di setiap 
aksi panggungnya tersebut merupakan simbol perusak akhlak anak muda.

Dalam aksinya, peserta aksi yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari 
segala umur ini, mengenakan baju berwarna putih sambil membawa spanduk 
penolakan terhadap konser Lady Gaga.

Dalam spanduk berukuran 30x30 cm mereka berisi kecaman terhdap Lady Gaga. 
"Tolak Impor Kemaksiatan Konser Lady Gaga" "Tolak Gaya Hidup Gay, Lesbian dan 
Transgender". Demikian tertulis di spanduk dan poster mereka.

Dalam aksi ini mereka juga melakukan aksi marawis, yang dilakukan beberapa 
peserta aksi yang masih anak-anak. Aksi marawis ini untuk menunjukkan budaya 
pop bukan budaya timur.

"Seharusnya generasi bangsa kita, diajari bermarawis. Daripada menonton konser 
Lady Gaga," teriak seorang orator, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, (29/4/2012) 
dikutip detik.

Sementara itu, FPI menuntut pihak promotor supaya membatalkan konser yang akan 
digelar di kawasan Senayan itu. Rencana konser Lady Gaga ditolak di sejumlah 
negara, di antaranya di Korea Selatan, China, dan Malaysia.*

foto: tribun

++++

http://www.hidayatullah.com/read/22457/30/04/2012/ibu-ibu-minta-pemerintah-batalkan-lady-gaga-konser-.html



Ibu-Ibu Minta Pemerintah Batalkan Lady Gaga Konser 




       
            
       
     
     
     
Senin, 30 April 2012 


Hidayatullah.com– Pemerintah Republik Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia 
(MUI) diharapkan bisa lebih tegas dalam melarang konser konser musik  seperti 
Lady Gaga yang dinilai tak akan membawa manfaat bagi perkembangan bangsa. 
Permintaan ini datang dari para ibu-ibu rumah tangga yang mengaku prihatin 
dengan rencana kedatangan artis asal Amerika Serikat (AS) itu ke Indonesia.

Ace Wiria salah satu anggota dari Majelis Arrahman juga menyatakan protes dan 
penolakan kerasnya terhadap keberadaan konser Lady Gaga.

“Kami sangat prihatin dengan akan diselenggarakannya konser lady gaga ini, dan 
kami bersungguh untuk memeranginya hingga konser ini dibatalkan di Indonesia” 
jelas ibu rumah tangga yang juga menjadi anggota di Ummaatul Mukminin Indonesia 
(UMMI) ini.

Senada dengan Wiria, Ummu Hafidz, juga mengaku prihatinan dengan sikap 
pemerintah yang tidak tegas dalam menyeleksi artis-artis luar negeri yang 
mengadakan konser di Indonesia. Selain itu, menurutnya, kehadiran bintang 
seperti Lady Gaga di Indonesia banyak tidak bermanfaat dan tak ada korelasinya 
dengan membangun bangsa, apalagi membangun mental generasi muda Indonesia. Jika 
artis-artis seperti ini terus dihadirkan, menurutnya, bukan tak mungkin banyak 
remaja Indonesia akan mengidolakan orang yang salah.

“Jika Lady Gaga terus dijadikan idola oleh generasi  muda, ini akan merusak 
aqidah dan moral generasi Indonesia. Lady Gaga ini agen illuminati yang ingin 
merusak, lagu lagu dan konser-konsernya mengandung pesan-pesan pornografi, 
liberalisme dan doktrin-doktrin yang merusak akidah generasi muda, ” jelasnya 
kepada hidayatullah.com belum lama ini usai acara “Gerakan Umat Anti Maksiat” 
(Gumam) damai menolak konser Lady Gaga di Indonesia.

Turut dalam aksi ini Muslimah Pembela Islam, Laskar Pembela Islam, Forum 
Silahturahim Remaja Masjid Bogor (FOS ARMY), Pesantren Missi Islam, Majelis 
Arrahman, Muslimah Suara Islam dan beberapa komunitas kepemudaan bahkan musisi 
underground.

Lebih jauh, Ummu Hafidz menilai sikap pemerintah kita kalah dengan Korea dan 
Jepang dalam kasus ini.

“Harusnya pemerintah tegas dalam menjaga rakyatnya dari segi menyelamatkan 
agama dan moralnya demi generasi kita. MUI juga harus lebih tegas lagi, kalau 
memang menolak jangan hanya tersurat atau tersirat tapi harus ada kelanjutan 
seperti tekanan ke promotornya, ke DPR dan pihak terkait, “ ujarnya.

Korea dan Jepang saja yang bukan negara Islam bisa, masa kita nggak bisa 
melarang konser Lady Gaga,” tambahnya.*

Rep: Thufail Al-Ghifari
Red: Cholis Akbar

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke