Kita bukan hanya sedang menghadapi bahaya fundementalis di
Indonesia tapi juga syariahisasi dengan taktik salami dalam
memotong negara sekular dankebebasan beragama, atau kalau mau
memakai istilah Minangkabau "seperti memotong lamang Si Kaladi":
sedikit-demi sedikit, sesayat demi sesayat...
Jangan kita lupa negara Indonesia mewarisi dari pemerintah
Hindia Belanda pemisahan urusan agama dari urusan negara.
Secara berangsur-angsur kita potong sistem sekular ini.
Dimulai dengan idee Pancasila yang lahir di benak kolaborataor
fascis Jepang Soekarno ( yang kemudian membunuh demeokrasi di
Indonesia dengan Dekrit 5 Juli dan dia menjadi diktator
Indonesia pertama) sebagai dasar negara, yang sila pertamanya
adalah ketuhanan yang maha esa.
Jadi, dengan sila pertama Pancasila itu, negara Indonesia ikut
mengurus urusan agama: orang Indonesia kudu punya satu Tuhan.
Dan jangan kita lupa disini orang Nasrani Indonesia ikut
bertanggung jawab: mereka TIDAK menolak Pancasila ini.
Sebaliknya malah, mereka ikut dengan aktif mendukungnya
kendatipun ini bertentangan dengan pegangan orang Nasrani
sendiri yang berbunyi Reditte Deo dei, caesar caesari
Lalu, kita punya Kementerian Agama.
Jadi, sekali lagi, negara Indonesia mengurus agama...
Dan saat negara mengurus agama, maka kebebasan beragama telah
hilang.
Tahun 1956 atau 1957 (saya tidak ingat betul pastinya) di sekolah
negeri pelajaran agama mulai diberikan...
Lagi-lagi negara ikut mengurus urusan agama...
Hingga disini, yang terjadi adalah - dan ini sudah cukup serius
- hilangnya sekularisme di Indonesia.
Yang hilang adalah kebebasan beragama.
Dan mulailah syariahisasi.
Di Istana Negara didirikan mesjid...
Lalu di Aceh syariah diberlakukan...
Pelan-pelan, se sayat demi se sayat sekularisme hilang di
Indonesia dan syariahisasipun menghilangkankebebasanberagma
sesayat demi sesayat...
Keadaan sudah gawat...
On 24 Jul 2005, at 15:17, canadi05 wrote:
> Bung Jusfiq,
>
> Dari tulisan yang anda petik tsb, kita dapat mengambil kesimpulan
> bahwa kekuatan fundamentalis itu bukan saja dari bawah (rakyat
> jalanan) tetapi rupanya ada juga benggolan2nya yang bercokol diatas,
> sehingga aparat dan bupati yang hanya menjadi hamba menengah
> pemerintahanpun menjadi keder.
>
> Saya sendiri tidak tau apa obatnya, kita hanya bisa berharap bahwa
> kaum mayoritas bisa menyadari mau kemana negara Indonesia ini mau
> dibawa, sebelum terlambat seperti jamannya Hitler, Stalin, Khoumeni
> dsb, yaitu sebelum kekuasaan totalitarian berhasil menduduki
> kekuasaan tertinggi suatu negara -- kalau hal itu terjadi, maka
> semuanya akan terlambat !
>
>
> salam,
>
> canadi
>
>
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> >
> > Sungguh gawat ancaman terhadap kebebasan beragama di
> > Indonesia.....
> >
> > Dan yang jadi korban persekusi kali ini justru Jemaah Ahmadiyah
> > yang menolak kekerasan, yang mengakui hak tiap orang untuk punya
> > pendapat sendiri-sendiri..
> >
> >
> >
> > DPRD Bogor Minta Bupati Larang Aktivitas JAI
> >
> > Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rahmat Yasin, menegaskan bahwa pihak
> > legislatif melayangkan surat nomor 170/85-DPRD tanggal 18 Juli yang
> > meminta kepada Bupati Bogor menutup dan melarang aktivitas Jemaat
> > Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang-
> > Parung, Kabupaten Bogor. "Bila masih berlangsung, maka aparat
> polisi
> > dapat melakukan penyidikan dan penyelidikan," katanya, Sabtu (23/7).
> >
> > Rahmat mengatakan, berdasarkan kuatnya desakan masyarakat maka
> > diusulkan melarang kegiatan JAI di Kabupaten Bogor. "Surat yang
> > meminta kepada bupati menutup dan melarang aktivitas JAI di
> Kabupaten
> > Bogor itu langsung ditindaklanjuti dengan kesepakatan bersama
> Muspida
> > tentang pelarangan JAI," ujarnya.
> >
> > Muspida Kabupaten Bogor akhirnya resmi melarang kegiatan JAI di
> > wilayah Kabupaten Bogor, termasuk kegiatan JAI di Kampus Mubarak
> Desa
> > Pondok Udik, Kecamatan Kemang yang menjadi markas besar JAI di
> > Indonesia.
> >
> > Pelarangan kegiatan JAI di wilayah Kabupaten Bogor tertuang dalam
> > surat pernyataan bersama Bupati Bogor Agus Utara Effendi, Ketua
> DPRD
> > Rachmat Yasin, Dandim 0621 Letkol Art Lukas Rusdiono, Kapolres
> Bogor
> > AKBP Agus Kurniady Sutisna, Kajari Cibinong Marabangun Harahap,
> Ketua
> > PN Cibinong Andi Samsan Nganro, Danlanud ATS Marsma TNI IGN Basuki,
> > Kandepag Kabupaten Bogor Maman Sulaeman, Ketua MUI Kabupaten Bogor
> > Mukri Aji.
> >
> > Menurut Rahmat, belum tegasnya pemerintah pusat tentang keberadaan
> > JAI ini membuat Muspida Kabupaten Bogor harus bertindak
> cepat. "Kami
> > juga minta kepada MUI dan Depag untuk melakukan pembinaan dan
> > bimbingan kepada warga Kabupaten Bogor yang ikut JAI, agar kembali
> > kepada ajaran Islam yang benar," ungkapnya.
> >
> > Hal ini ditegaskan, karena Fatwa MUI Kabupaten Bogor bernomor
> > 01/X/KHF/MUI-Kab/VII/05 dengan tegas melarang keberadaan JAI
> > melakukan aktivitas di Kabupaten Bogor. "Karena itu, berdasarkan
> > fatwa MUI pusat dan kabupaten, kami melarang keberadaan JAI di
> > Kabupaten Bogor," tambah Dewan Penasihat MUI Kabupaten Bogor,
> Khaerul
> > Yunus.
> >
> > Sementara Kapolres Bogor AKBP Agus Kurniady Sutisna mengatakan,
> > pihaknya siap melakukan penanganan bila JAI tetap melakukan
> akfivitas
> > di Kabupaten Bogor. "Kami dapat melakukan penyidikan dan
> > penyelidikan bila ada aktivitas JAI di Kabupaten Bogor," katanya.
> >
> > Hal senada disampaikan Dandim 0621, Letkol (Inf) Lukas Rusdiono
> yang
> > menyatakan pihaknya akan membantu polisi menjaga ketertiban dan
> > keamanan di wilayah Kabupaten Bogor.
> >
> > Sebelumnya, Humas JAI, Soekmana Soma, mengaku heran tentang
> > pelarangan JAI di Kabupaten Bogor. Apalagi selama ini JAI tidak
> > pernah berbuat yang dapat meresahkan masyarakat. "Aneh, kami yang
> > tiap malam mendekatkan diri pada sang pencipta dan menjalankan
> shalat
> > lima waktu dilarang lagi beraktivitas," tuturnya.
> >
> > Ia juga menyesalkan sikap MUI pusat dan Kabupaten Bogor yang tidak
> > menerima dialog dengan JAI. Padahal ajaran Islam jelas sekali
> > menganjurkan dalam menyelesaikan masalah dan perbedaan dapat
> ditempuh
> > dengan musyawarah atau dialog. Namun dialog tersebut tertutup bagi
> > JAI, dan langsung memvonis JAI sesat dan menyesatkan.
> >
> > Url : /metro/news/0507/24/060747.htm
> >
> >
> >
> > Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
> > ======================================
> >
> > Orang Islam tipikal kudu sadar bahwa al-Mushaf itu TIDAK berbukti
> berisi wahyu Allah
> > dan hadits itu mustahil ada yang sahih
>
>
>
>
>
>
> ****** potonglah bagian bagian dari posting sebelumnya *******
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/