Refl: Di setiap sudut kota dan desa di NKRI terdapat rumah ibadah untuk 
menyelamatkan umat dari roh jahat dan dosa untuk kelak tidak masuk neraka 
tetapi surga yang penuh kelimpahan, demikian kepercayaan yang diharuskan kepada 
warganegara NKRI. Tetapi untuk menyelamatkan dan menyehatkan bayi dari 
penderitaan seperti pada gambar dan artikel di bawah ini tidak ada, karena 
keluarganya miskin. Ini bukan pertama kali keadaan demikian bagi keluarga tidak 
berada ditolak, malah sering terjadi. Jadi apa faedahnya NKRI? Untuk penguasa 
tukang copet dan bandit?

Sebagai catatan bahwa pelayanan kesehatan di Cuba tidak ada perbedaan karena 
isi dompet guna mendapat pelayanan kesehatan, semuanya gratis. Malah 
dokter-dokter mereka bekerja dalam ramah solidaritas internasional di 66 
negara. Ketika gempa di Jawa Tengah 27 Mei 2004, Cuba mengirim team bantuan 
dari 140 dokter dan jururawat dengan 2 rumah sakit lapangan (field hospital).

Untu informasi silahakan lihat rumah sakit di India, click : 
http://www.aljazeera.com/programmes/indianhospital/

http://regional.kompas.com/read/2012/05/08/0921079/Bayi.Hydrocephalus.Ditinggal.Orang.Tua

WAJO
Bayi Hydrocephalus Ditinggal Orang Tua
Abdul Haq | Glori K. Wadrianto | Selasa, 8 Mei 2012 | 09:21 WIB 
Share:
 KOMPAS.com/ABDUL HAQ Nurul Ariqah Yusriani, balita (4) asal Kabupaten Wajo 
Sulawesi Selatan masih terus terbaring lantran penyakit hydrocephalus yang 
menggerogotinya dan tak kunjung tertangani medis. Selasa,(08/05/2012) 
WAJO, KOMPAS.com - Nurul Ariqah Yusriani, seorang bayi berusia empat tahun asal 
Dusun Impaimpa, Desa Pakanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi 
Selatan, menderita hydrocephalus, yang berujung pada perceraian kedua orang 
tuanya. Hari-hari sulit sang bayi kini dilalui dengan perawatan dari sang nenek.

Sitti Hadijah, sang nenek yang seorang diri merawat cucu mungilnya ini telah 
mengupayakan berbagai jalan demi kesembuhan, namun terbentur masalah biaya. 
Ditemui di rumahnya, Selasa (8/5/2012), Nurul masih terlihat terbaring lemah.

"Saya bawa ke Makassar untuk dioperasi, tapi karena biayanya Rp 20 juta, jadi 
saya disuruh dulu pulang urus Jartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). 
Sampai di sini katanya tidak ada lagi pengurusan kartu Jamkesmas, makanya saya 
kembali ke Makassar, tapi tetap ditolak," kata Sitti Hadijah sambil menangis. 

Tak mau putus asa, dan sempat mendengar soal adanya layanan kesehatan gratis, 
Hadijah sempat membawa cucunye ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. "Tapi tidak 
ada yang mau terima saya di sana," ujar lirih.

Kini, Nurul hanya mendapatkan perawatan seadanya di rumah neneknya. Nenek 
balita malang ini juga mengharapkan uluran tangan dari para dermawan agar bisa 
menanggung biaya operasi cucunya. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke