http://www.analisadaily.com/news/read/2012/05/12/50302/ketika_orang_batak_dijerat_masalah_atau_dibanggakan/#.T7ANGcVdlgg

Sabtu, 12 Mei 2012 00:04 WIB


Ketika Orang Batak Dijerat Masalah atau Dibanggakan
Oleh : Rindu Rumapea. 
Siapa yang tidak kenal Orang Batak? Orang yang dikenal keras dan pedas dalam 
berkata-kata, namun pantang menyerah dalam memperjuangkan kebenaran. Kita tidak 
bisa pungkiri bahwa Orang Batak atau seseorang yang bersuku Batak sudah 
tersebar keseluruh pelosok negeri Indonesia bahkan hingga keluar negeri. 
Padahal asal muasal Orang Batak adalah Sumatera Utara. Di Sumatera Utara, orang 
Suku Batak terbagi atas beberapa suku yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak 
Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Semua suku 
tersebut memiliki kesamaan yaitu adanya marga. Marga ini adalah nama belakang 
keluarga. Kesamaan marga akan membuat secara naluriah adanya ikatan 
kekerabatan. Dengan adanya ikatan kekerabatan tersebut maka tak jarang kita 
temui organisasi/kelompok masyarakat yang didasari atas kesamaan marga.
Dampak Negatif dan Positif

Kesamaan marga ini menjadi ikatan yang lebih erat didalam kehidupan 
bermasyarakat. Tentu orang yang bermarga sama lebih disayangi atau dihormati 
dibandingkan dengan marga lainnya walaupun sesama Orang Batak. Kekuatan marga 
ini juga membawa Orang Batak mudah dikenal komunitasnya. Seseorang memiliki 
marga, tentu kemungkinan besar dia adalah Orang Batak. Dengan begitu, kemanapun 
Orang Batak pergi pasti akan dikenal sebagai Orang Batak-jika dia masih 
menyertakan marga diakhir namanya. 

Akhir-akhir ini kehidupan bangsa Indonesia kerap dihiasi tindak tanduk Orang 
Batak. Ironisnya, banyak diantaranya adalah perbuatan yang tidak menyenangkan. 
Sebut saja seperti Gayus HP Tambunan (tersangka kasus penggelapan pajak), 
Miranda S Gultom (tersangka kasus suap cek pelawat), Cirus Sinaga (tersangka 
mafia hukum), dan Mindo Rosalina Manulang (tersangka kasus suap wisma atlet SEA 
Games). Nama-nama tersebut merupakan Orang Batak. Efek dari kekuatan ikatan 
marga tersebut seperti ibarat pribahasa yang mengatakan satu orang makan 
cempedak, semua kena getahnya. Hal inilah yang sangat terasa dikalangan Orang 
Batak. Lihat saja saat ini, karena ulah penggelapan pajak yang dilakukan Gayus 
HP Tambunan, semua Orang Batak yang bermarga Tambunan kena dampak negatifnya. 
Negatifnya yaitu semua orang bermarga Tambunan dicap seperti berkarakter Gayus 
(penipu). Bahkan, ketika dilakukan perkenalan sehari-hari, malah marga Tambunan 
lebih dikenal dengan nama Gayus. Demikian juga marga Sinaga atau marga 
Manulang. Hal ini menjadi aib yang membuka lebar rusaknya citra Batak dihadapan 
publik yang beragam. Akibatnya, bisa jadi saat ini banyak orang yang bermarga 
Tambunan, Sinaga, Manulang yang tidak mau lagi memakai marga tersebut. Jika ini 
terjadi, maka nilai kebanggaan sebagai Orang Batak akan terkikis, lambat laun 
Suku Batak punah sejalan dengan semakin hilangnya marga-marga Batak tersebut.

Selain hal di atas, kekuatan marga ini juga memberikan dampak yang positif. 
Lihat saja bagaimana marga Simatupang bangga karena T.B Simatupang yaitu Letnan 
Jenderal yang ikut mempertahankan kemerdekaan RI. Selain itu, masih ada banyak 
lagi orang-orang Batak yang pantas untuk dibanggakan misalnya Amir Sjarifoeddin 
Harahap (Perdana menteri awal berdirinya Indonesia), Abdul Haris Nasution 
(Pahlawan nasional Indonesia), Burhanuddin Harahap (Perdana menteri Indonesia), 
Sitor Situmorang (Wartawan, sastrawan, dan penyair Indonesia), TB Silalahi 
(Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Hankam hingga sekarang), Sudi 
Silalahi (Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II hingga 
sekarang). Tentu nama-nama besar tersebut membawa kebanggaan tersendiri bagi 
Orang Batak yang satu marganya. Dengan nama-nama besar Silalahi di atas, 
membuat Orang Batak bermarga Silalahi merasa bangga bermarga Silalahi. Itulah 
bagaimana marga sangat berperan besar dalam kehidupan Orang Batak.

Penjaga Marga

Melihat posisi marga yang bisa menjadi kebanggaan atau aib, mengharuskan kita 
sebagai Orang Batak menjadi penjaga marga. Hal ini tentu terutama pada 
orang-orang Batak yang memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa atau 
bermasyarakat. Penjaga marga maksudnya orang-orang tersebut perlu menjaga 
sikapnya dalam berbuat dan merasa bahwa kejelekan dirinya tidak semata hanya 
untuk dirinya melainkan berdampak pada ratusan bahkan ribuan Orang Batak 
lainnya. Dengan berlaku baik dan benar dihadapan hukum maka nama besar marga 
Batak tidak tercemar. Dengan begitu, paling tidak kita tidak merusak kebesaran 
marga tersebut. Butuh bertahun-tahun untuk menjaga nama baik marga Batak akan 
tetapi hanya butuh sekejap untuk merusaknya kembali.

Jika tidak sanggup untuk menjadi penjaga marga, maka lebih baik marga yang 
melekat tersebut tidak terlalu diekspos. Nama tidak perlu dicantumkan dengan 
marga. Hal ini memang sangat menyakitkan, namun lebih baik jika kita tahu bahwa 
ada banyak aib yang telah kita perbuat. Dengan begitu, media pun tidak terlalu 
mengekspos marga tersebut dan dampaknya tidak terkena kepada Orang Batak 
lainnya. Dan untuk sebaliknya, jika kita menjadi kebanggaan masyarakat 
hendaknya kita cantumkan marga yang kita miliki sehingga kita juga membuat 
bangga orang-orang yang satu marga dengan kita. Biarlah kita saling 
membanggakan tidak menjatuhkan kebesaran suku yang kita anut. 

Aib memang akan tetap ada namun bukan berarti harus ditanggung oleh banyak 
orang.

Tahun-tahun ini, Orang Batak telah dikenal banyak kejelekannya melalui beberapa 
orang yang tersangkut masalah dan dipublikasikan media secara nasional. Hal ini 
membuat peranan Orang Batak diwaspadai. Kita tidak inginkan ini. Orang Batak 
adalah orang yang sangat menjunjung tinggi tingkah laku yang sopan, santun, dan 
menghormati orang lain. Orang Batak juga adalah orang yang rela mati demi 
kebenaran dan menajiskan perbuatan yang tidak baik. Maka, mari kita bersihkan 
pencemaran nama Orang Batak dengan berkarya dan melakukan hal-hal yang benar 
dimata masyarakat dan hukum. Dimanapun Orang Batak telah dikenal dan diterima, 
itu perlu dijaga agar kelak tidak ada daerah yang memboikot kehadiran Orang 
Batak karena Orang Batak dipandang negatif.***

Penulis adalah Orang Batak, Aktif Di Perkamen

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke