http://www.equator-news.com/utama/20120511/lagi-kekerasan-seksual-menohok-tkw-kita

Jumat, 11 Mei 2012 
Lagi, Kekerasan Seksual Menohok TKW Kita 

Syamsul Arifin 
Sera dalam perawatan di RSK Provinsi Sungai Bangkong 
Pontianak 
– 
Biadab! Seorang lagi tenaga kerja wanita (TKW) jadi korban kekerasan seksual di 
Sarawak, Malaysia Timur, dibuang di Jalan Kom Yos Sudarso dalam kondisi 
mengenaskan.

“Korban diduga mengalami kekerasan seksual yang luar biasa sehingga mengalami 
tekanan jiwa, traumatis, dan rasa takut berlebihan. Dari hasil pemeriksaan 
sementara, terdapat banyak luka di kemaluannya,” ungkap Dirut Yayasan Nanda 
Dian Nusantara (YNDN) Kalbar, Kamis (10/5).

Dari penelusuran Equator, gadis kecil yang kini terbaring lemas dirawat di 
Rumah Sakit Provinsi di Jalan Alianyang Kota Pontianak. Perempuan asal 
Bengkayang yang bernama Sera diduga usianya masih di bawah umur kendati pada 
paspornya tertera kelahiran 1983. Diduga usia Sera dipalsukan saat pembuatan 
dokumen serta paspor.

“Dia ditemukan setelah diturunkan dari mobil berplat Malaysia, Minggu (6/5) 
malam, dalam kondisi mengenaskan. Gadis itu ketakutan melihat orang dan juga 
kesakitan,” tutur seorang warga sekitar lokasi ditemukan.

Pertama ditemukan, warga mulanya tidak menduga Sera mengalami stres berat dan 
luka-luka pada alat kelaminnya. Setelah tampak mencurigakan, akhirnya warga 
membawanya ke Polsek Pontianak Barat.

“Di Polsek dia dalam kondisi histeris, takut melihat orang, kesakitan. Karena 
diperiksa identitasnya adalah TKW, kemudian diserahkan ke YNDN,” tambahnya.

Dijelaskan Devi, malam itu juga Sera dilarikan ke RS Khusus Provinsi (Bekas 
Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong) dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Kendati badannya lemas, pandangannya kosong dan ketakutan, dia kerap 
meronta-ronta jika melihat orang tak dikenalnya. “Jadi, dari hasil pemeriksaan 
sementara dia mengalami kekerasan seksual yang tak tertanggungkan,” ujar Devi.

Menurutnya, TKW yang dibuang begitu saja dan telantar ini tidak jelas 
alamatnya, baik dari paspor maupun KTP-nya. “Pada KTP alamatnya di Kubu Raya, 
tetapi kelahirannya Bengkayang. Pihak YNDN sudah melakukan crosscheck KTP yang 
dibuat di Kubu Raya. Namun warga tidak mengetahui orangnya, bahkan tidak ada 
yang mengenalnya,” ujar Devi.

Dapat dipastikan, baik KTP maupun identitas dalam paspornya dipalsukan. Belum 
jelas apakah dilakukan oleh perusahaan pengerah tenaga kerja (PJTKI) yang resmi 
atau oleh calo TKI yang banyak memakan korban.

Dari tangan TKW itu ditemukan uang 77 Ringgit dan 20 sen serta pakaian dalam 
koper. “Ada beberapa pakaian dan snack. Kami duga dia korban trafficking. 
Meskipun paspor tertulis atas nama Sera kelahiran Bengkayang tahun 1983, namun 
dari fisiknya diperkirakan di bawah 17 tahun,” kata Devi.

Melihat cap dari paspornya, korban masuk dan berada di Malaysia selama dua 
tahun lalu dengan paspor kunjungan, bukan paspor kerja. Begitu juga paspor yang 
dicap imigrasi.

“Pihak kami akan membantu korban ini mencarikan keluarganya, karena sampai saat 
ini belum jelas alamatnya. Kecuali korban tidak trauma, akan lebih mudah. 
Sebelum dirawat di RSK Pontianak, korban sempat dirawat di Puskesmas Entikong,” 
katanya.

Sementara itu, Supardi, Kasubag TU RSK Provisi, mengatakan pasien diterima dari 
Depsos yang meminta untuk dirawat dengan kondisi depresi berat. “Sekarang 
korban sudah mendingan dari hari sebelumnya. Ada luka akibat kekerasan di 
bagian tubuhnya,” katanya.

Berbeda dari hari pertama saat masuk RSK, selain tubuhnya lemas dan ketakutan, 
kemarin lumayan membaik dan tidak berontak seperti hari-hari sebelumnya. “Sudah 
agak baikan, tetapi ia masih takut dengan orang yang tidak dikenalnya,” 
ungkapnya. (sul


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke