http://www.lampungpost.com/Buras/musrenbang-sandiwara-paling-buruk.html


      Musrenbang, Sandiwara Paling Buruk!        

      Minggu, 13 May 2012 06:04  
      "SISTEM perencanaan pembangunan yang dimulai dengan penyerapan aspirasi 
rakyat lewat musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) yang 
dilanjutkan berjenjang ke tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, 
sebenarnya sangat ideal!" ujar Umar. "Tapi disayangkan, proses penyerapan 
aspirasi rakyat itu cuma seremonial belaka, bahkan telah menjadi sandiwara 
paling buruk! Jangankan sampai ke tingkat nasional, baru di kabupaten/kota 
aspirasi rakyat itu sudah dikencundangi kepentingan kepala daerah yang antara 
lain, didikte para sponsor pemenangan dirinya dalam pilkada!"

      "Semakin tinggi tingkat musrenbangnya, kian jauh lebih konyol lagi!" 
timpal Amir. "Tersingkap dalam seminar di Jakarta, penentuan proyek pembangunan 
ternyata hanya hasil perebutan menangkap alokasi anggaran antarelite di 
parlemen! (Kompas, 11-5) Melimpahnya kasus bancakan proyek Percepatan 
Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) yang menyeret legislator ke KPK, jadi 
pertanda semaraknya di bawah permukaan!"

      "Maka itu tak aneh kalau warga sebuah kampung 10 kali musrenbang 
mengusulkan perbaikan selokan untuk mengatasi banjir, bukan perbaikan selokan 
yang didapat, melainkan banjirnya yang kian menenggelamkan kampung mereka!" 
tukas Umar. "Bahkan tak cuma itu! Kala ada wakil rakyat reses menjaring 
aspirasi ke kampung mereka, usulan sama disampaikan! Tapi mungkin karena 
anggaran selokan itu terlalu kecil buat proyek PPID, aspirasi mereka tak masuk 
agenda!"

      "Celakanya, pelaksanaan musrenbang semua jenjang dan reses legislator 
semua tingkat itu menghabiskan uang rakyat yang tidak sedikit!" timpal Amir. 
"Musrenbangnas, misalnya, tak mesti dilakukan di Jakarta, tapi seperti arisan 
selalu berganti tuan rumah! Bayangkan rombongan besar semua provinsi menghadiri 
musrenbangnas di Manado, betapa besar biaya transpor dan hotel serta 
penyelenggaraannya yang dihabiskan! Padahal, semua itu cuma seremonial 
sandiwara!"

      "Begitulah potret nyata pembangunan di negeri kita!" tegas Umar. 
"Konsepnya bagus, ideal, tapi implementasinya jeblok—bahkan disimpangkan untuk 
kepentingan pribadi atau golongan! Seperti musrenbang yang menjadikan aspirasi 
rakyat sebagai hulu perencanaan pembangunan, implementasinya dibajak 
kepentingan elite semua tingkat! Sedang rakyat, akhirnya cuma menjadi penonton 
pesta pora elite hasil menelantarkan aspirasi rakyat lewat musrenbang! Begitu 
pun rakyat tetap sabar, pantang menyerah, tetap hadir setiap diundang 
musrenbang!" **
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke