Kenapa nggak sebut saja sebagai 'pelanggaran berat terhadap perikemanusiaan & perikeadilan'? Kalau sekedar pelanggaran HAM tentu para pelaku juga berhak membela HAM mereka. Dan ini terang benderang di peradaban dunia masakini.
Bicara HAM dalam perkara ini ibarat menyodorkan suluh di siang bolong. --- "heri latief" <herilatief@...> wrote: > Orang yg bilang tragedi kemanusiaan 1965 bukan pelanggaran HAM > berat artinya sama dengan pengkhianat bangsa, yg pura-pura gak tau > sejarah berdarah bangsa Indonesia. Mengerikan sekali bangsa kita > sampai hari ini masih aja menolak fakta terjadinya pembantaian > manusia terbesar di Indonesia. > > Heri Latief > > > Sent from my BlackBerry® smartphone > > -----Original Message----- > From: djoko sri moeljono <moel_38@...> > > > Kalau baca berbagai berita atau megalami sendiri ketidak > > adilan, saya bingung juga : bagaimana memberi pencera > > han kepada mereka supaya mengerti? > > Polisi ,melarang pertunjukan Lady Gaga karena tidak sesuai > > dengan budaya bangsa. Tetapi polisi tidak melarang beberapa > > Pemda yang menyegel 17 gereja di Aceh? Apakah ka > > rena perbuatan ini sesuai dengan kebudayaan bangsa? > > Komnas HAM belum mengumumkan hasil penyelidikan Pe > > ristiwa G-30-S "pro-yustisia" dengan alasan bahwa sidang > > pleno Komnas tidak dihadiri Ketua Ifdhal Kasim yang berha > > langan dan sedang berada di Malaysia mengurus kematian 3 > > TKI yang ditembak polisi Malaysia. Padahal Ifdhal Kasim ta > > hu persis bahwa pada 8 Mei ada sidang pleno Komnas? > > Ifdhal Kasim sengaja menghindar dari sidang pleno dan le > > bih penting baginya mengurus 3 orang TKI dibanding mem > > bahas nasib ratusan ribu korban G-30-S! Diantara 11 anggau > > ta Komnas, 4 orang sepakat bahwa dalam peristiwa G-30-S > > terjadi pelanggaran HAM berat,sedang menurut 7 anggauta > > yang lain : tidak terjadi pelanggaran HAM berat. Yang 7 ang > > gauta ini memerlukan pencerahan dan mereka tidak ingat ada > > nya pesan Sukarno : "Jasmerah" -jangan sekali-kali melupaka > > kan sejarah. > > Siapa yang harus memberikan pencerahan kepada mereka? > > Saya ikut hadir berdemo di Komnas HAM bersama para tapol > > yang datang dari berbagai daerah dan mereka sudah uzur. > > Saya pikir dengan usia 74 tahun saya sudah tua,tetapi ternya > > ta tidak sedikit peserta yang lebih sepuh (88 tahun) > > Kalau anggauta Komnas HAM yang terhormat dan digaji dengan > > uang rakyat,kesadarannya masih negitu rendah,maka jangan > > > > harap "the man on the street" bisa memahami bahwa Gerwani > > tidak berdosa. Anggauta Gerwani ada jutaan diseluruh Fakultas > > Kedokteran didunia yang belajar anatomi dan mengudel-udel je > > nazah (jendral dtembak dirumah dan yang dibawa ke Lubang > > Buaya adalah jenazah?) Memotong atau membedah jaenazah > > identik dengan perbuatan anggauta Gerwani dilihat dari kacama > > ta kuda versi militer Soeharto (sisiarkan Berita Yudha dan Harian > > Angkatan Bersendjata diawal Oktober 1965 saat semua surat ka > > bar lain ditutup- fakta yang diabaikan Franz Magnis Suseno > > > > Hidup Gerwani! > > Kalau berdiri Kamisan memegang payung hitam dan menge > > nakan baju hitam didepan istana kami meneriakkan yel-yel: > > Hidup korban! disambut yang lain : Jangan diam! > > Teriakan : Jangan diam! disambut: Lawan! > > Saya kagum dan salut pada dua anak muda Tionghoa,mahasis > > wa dan mahasiswi Universitas Tarumanegara yng ikut berdiri di > > depan Istana,kalau ditanya : apa motivasi anda ikut Kamisan? > > Solider atas ketidak adilan yang menimpa anda-anda! > > Mereka bukan korban dan juga bukan keluarga korban dan da > > lam usia belia (22-23 tahun) bisa memahami penderitaan kami > > yang mengalami stigmatisasi bertahun-tahun,mengapa anggauta > > Komnas HAM yang digaji dg duit pajak rakyat tidak bisa memberi > > teladan yang lebih baik? Kami tidak mungkin berharap ada ang > > gauta Komnas HAM ikut Kamisan berdiri didepan Istana,tetapi > > bersikaplah lebih dewasa dari dua anak muda Tionghoa yang ta > > hu apa arti : solider! > > > > HIDUP KORBAN! HIDUP GERWANI! > > Kami menunggu rapat pleno Komnas HAM 4-5 Juni mendatang > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
