REf: Boleh berdoa sepanjang hari, satu minggu, satu bulan terus-menerus, 
marathon doa, tetapi kalau “tuhan” bilang kamu dikutuk dan oleh sebab itu aku 
kirim laskar-laskarku untuk melaksanakan perintahku, lantas mau apa? 

http://www.suarapembaruan.com/home/gubernur-dan-walikota-berdoa-khusus-untuk-maluku-dan-ambon/20292

Jumat, 18 Mei 2012 | 10:3 

Gubernur dan Walikota Berdoa Khusus Untuk Maluku dan Ambon


Walikota Ambon Richard Louhenapessy (tiga dari kiri) dan Gubernur Maluku Karel 
Albert Ralahallu (sebelah kiri Walikota/batik biru) berdiri bersama para 
pemimpin umat Kristen dari berbagai denominasi Gereja ikut mendoakan Maluku dan 
kota Ambon dalam World Prayer Assembly di Baileo Oikumene, Kamis (17/5) 
semalam.[SP/Vonny Litamahuputty] 
AMBON] Gubernur Maluku Karel Albert Ralahallu dan Walikota Ambon Richard 
Louhenapessy berdiri bersama sejumlah Hamba-Hamba Tuhan dari berbagai 
denominasi Gereja di kota Ambon mendoakan Maluku dan khususnya kota Ambon pada 
acara World Prayer Assembly di Baileo Oikumene, Kamis (17/5) semalam. 

Gubernur Maluku mengatakan, sadar atau tidak, momentum doa sedunia ini kembali 
mengingatkan kita untuk intropeksi dengan bertanya kepada diri masing-masing 
sebagai umat, sebagai Hamba Tuhan dan sebagai Gereja, setelah Tuhan memulihkan 
Maluku, mengapa masih saja terulang dan terulang lagi berbagai gejolak yang 
ditandai dengan sejumlah insiden, termasuk insiden paling terakhir 15 Mei 2012. 

“Insiden Hari Pattimura kembali meodai kebersamaan yang telah kita bangun 
bersama, sebagai umat percaya saya mengajak kita merengungkan kembali kenapa 
ini harus terjadi,” ujar Karel. 

Sekedar mengingatkan kepada masyarakat bahwa di kala dalam keadaan konflik, doa 
menjadi andalan, doa menjadi harapan dan doa menjadi kekuatan warga 
dimana-mana. Menurut dia, fenomena umat yang setia bertekun dalam doa itu, 
pernah disaksikan ketika Maluku dilanda konflik beberapa tahun lalu. 

“Namun sangat disayangkan kemudian, fenomena tersebut tidak berkelanjutan atau 
menjadi sebuah perilaku umat yang permanen. Seiring dengan surutnya konflik 
akibat pemulihan yang Tuhan anugerahkan bagi Maluku, tindakan persekutuan umat 
yang taat berdoa di pos-pos kamling, pos-pos jaga, kelompok-kelompok doa di 
lingkungan masing-masing, makin surut, bahkan mencapai titik nadir, apabila 
tidak mau dikatakan hilang samasekali. Padahal melalui mimbar-mimbar khotbah, 
selalu dikatakan doa adalah nafas hidup orang percaya,” katanya. 

Dengan ungkapan lain kata dia, mau dibilang bahwa umat yang tidak berdoa adalah 
umat yang sementara berada dalam kondisi sekarat. Ia mempertanyakan ada apa 
dengan umat Tuhan dan gereja-gereja di Maluku, bagaimana peran fungsional 
Gereja dan Hamba Tuhan yang mesti mendekatkan umat dengan Tuhan dalam 
persekutuan yang berdoa. 

Momentum Doa Sedunia kata dia, menjadi bahan perenungan dan evaluasi serta 
benar-benar memberikan pencerahan dan pembaharuan yang sejati bagi gereja dan 
umat di Maluku. Oleh sebab itu, sebagai Kebun Anggur milik Tuhan, hendaknya 
Gereja dimaknai sesuai perna sejatinya. Gereja bukan tempat untuk mengejar 
kepentingan tertentu. 

“Gereja bukan tempat berpolitik, tetapi gereja adalah institusi yang terbangun 
dengan misi suci berdasarkan Amant Agung Yesus sebelum Ia terangkat ke Sorga. 
Sebagai pemerintah daerah, saya mengajak denominasi gereja di Maluku agar 
bersama-sama terus membangun penguatan dan pendampingan kepada umat untuk 
kembali belajar bertekun dalam doa,” katanya menandaskan. 

Di tempat yang sama Walikota Ambon mengatakan, gelombang doa ada dan menyertai 
warganya di Ambon. “Berbagai insiden yang terjadi di Ambon dalam beberapa jam 
saja diselesaikan oleh Tuhan. Ini menyadarkan kita bahwa kita tidak ada 
apa-apanya di mata Tuhan,” kata Richard. 

Hal ini ditandai dengan penyertaan Tuhan untuk kota Ambon. “Dimana-mana saya 
selalu minta warga saya untuk memulai aktifitas setiap hari dalam doa pagi 
untuk mendoakan dan memberkati kota Ambon,” katanya. 

Walikota meminta warganya untuk terus meningkatkan doa bagi koa Ambon, karena 
hanya dengan doa mampu membawa kemakmuran dan hidup takut akan Tuhan adalah 
kuncinya. “Kita juga berdoa agar Tuhan menggerakkan hati mereka yang kotor, 
yang ingin hidup dalam kegelapan, yang ingin merusak kota Ambon, agar mereka 
djama oleh Tuhan,” ujarnya. [156]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke