memang seharusnya begitulah

--- On Sat, 19/5/12, muskitawati <[email protected]> wrote:

From: muskitawati <[email protected]>
Subject: [proletar] Kehidupan Beragama Bukan Berarti Harus Percaya Agama !!!
To: [email protected]
Received: Saturday, 19 May, 2012, 6:37 PM








 



  


    
      
      
      Kehidupan Beragama Bukan Berarti Harus Percaya Agama !!!



Sebagian besar masyarakat kita masih menganggap bahwa kehidupan beragama adalah 
harus percaya agamanya.  Beragama Islam artinya harus shalat 5 waktu, harus 
berpuasa, dll.



Semua itu salah, dalam kehidupan modern ini kita berhadapan dengan teknologi 
dan masalah ekonomi yang masing2 tidak sama permasalahannya sehingga tidak 
mungkin kita harus mengatur kehidupan kita secara seragam dengan apa yang 
diharuskan dalam agama.



Orang yang menuntut ilmu pengetahuan di Universitas atau diluar negeri harus 
mencurahkan seluruh waktunya untuk tugasnya ini bukan harus dibagi dengan 
shalat 5 waktu, bukan harus percaya Allah, menyembah Allah atau berpuasa.  
Tidak ada keharusan apa2, semua itu tergantung apa yang menjadi tujuan cita2 
kita yang tidak ada kaitan dengan kepercayaan maupun agama yang kita anut.  
Apalagi harus ber teror jihad, membakar mesjid ahmadiah, membakar gereja, 
menjarahnya, bahkan membunuhi umat yang bukan Islam untuk memenuhi kewajiban 
dalam menegakkan Syariah Islam.



Tingkatan ekonomi setiap individu jelas berbeda sehingga berbeda pula lah 
rencana masing2 individu dalam memenuhi kebutuhannya, tidak bisa diseragamkan 
kegiatan masing2 hanya karena sama2 beragama Islam.



Beragama Islam bukan berarti anda harus percaya Islam meskipun AlQuran 
menyatakannya demikian, itu salah !!!  Banyak yang salah dalam ajaran AlQuran 
dan kita harus mengakui dan menyadari itu salah.



Kita beragama untuk tujuan hiburan, entertainment bukan menegakkan hukum, 
mengadili salah benar, dan mengeksekusi yang dianggapnya salah.



Kehidupan beragama hanya sebatas saling menghibur, saling membahagiakan, saling 
menolong tanpa membeda bedakan apa agama mereka yang kita bahagiakan atau yang 
kita tolong.



Jadi salah besar kalo anda percaya bahwa kehidupan beragama itu adalah 
kewajiban menegakkan Syariah Islam dengan membakar gereja, menjagal umat 
Ahmadiah, menjarah toko2 Cina, teror jihad, dan membantai Yahudi.



> "ttbnice" <rparapat@...> wrote:

> Jadi hanya satu pilihan, peradaban

> modern atau Islam yang boleh idup

> di dunia?



Enggak begitulah kenyataannya, karena dalam peradaban modern pun semua 
peninggalan masa lampau tetap dilestarikan.  Jadi bukan cuma Islam saja, juga 
Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu, tetap dilestarikan sebagai 
peninggalan budaya yang prakteknya dijalankan berupa etika antar sesama manusia 
tanpa perlu lagi mempercayainya.



Contohnya, saya tidak percaya Allah tetap yakin agama Islam hanyalah dongeng2 
saja.  Tapi sebagai basa basi dalam mengharmoniskan hubungan antara sesama 
manusia, setiap ada yang meninggal saya tentu berdoa dihadapan banyak orang 
tentunya, ini bukan pura2 karena tujuan berdoa ini sebagai penghiburan bagi 
yang sedih karena ditinggalkan si mati.



Sama saja ya, kalo anda diberi hadiah atau diberi bantuan, kemudian anda 
mengucapkan "terima kasih", apakah betul anda berterima kasih atau tidak tak 
perlu orang lain tahu, karena tetap anda harus mengucapkan kata tsb sebagai 
etika basa basinya.



Ada kalanya, andalah sipemberi hadiah itu, tapi karena si penerima itu lebih 
tua atau lebih tinggi derajatnya atau sipenerima itu terlalu kaya sehingga 
pemberian anda tidaklah berharga bagi si penerima, tapi malah andalah yang 
mengucapkan "terima kasih" bukan si penerima, hal ini karena disebabkan menjadi 
kehormatan bagi anda kalo orang itu bersedia menerima sendiri pemberian anda.



Juga bisa anda lihat, baik di arena tinju, Karate, Silat, masing2 organisasi 
bela diri itu pun ada ceremonial basa basi dalam memberi hormat kepada 
lawannya.  Padahal khan mau berantem itu enggak perlu hormat2an, tapi disinilah 
letaknya keindahan daripada masing2 bidang budayanya yang menjadi etika penting 
yang mengisi kehidupan kita semua didunia ini.



Islam tidak perlu hilang, tidak perlu musnah, boleh tidak percaya, tetapi halal 
bihalal setelah lebaran mengundang sobat handai tolan rame2 makan ketupat tetap 
kita pertahankan sebagai bagian Islam di Indonesia yang tidak perlu harus sama 
dengan di Arab.



Bahkan Olympic Games meskipun anda tidak percaya bahkan semua pesertanya juga 
tidak ada yang percaya, juga panitianya tidak ada yang percaya dewa dewi Yunani 
kuno, tapi tetap semua ceremonial upacara penyembahan, penghormatan dan ritual 
yang berlaku kita jalankan pada setiap penyelenggaraan Olympic Games.



Jadi hal ini penting saya ungkapkan disini karena banyak diantara kita yang 
merasa canggung untuk berdoa, sembahyang, sholat dikarenakan mereka merasa 
tidak percaya sehingga se-olah2 cuma menipu diri sendiri dan lingkungannya 
sebagai sikap yang pura2.  Jadi jangan bersikap begitu, ini bukan pura2 
melainkan kita sebut "etika" dan "budaya atau tradisi" yang tidak perlu atau 
terlepas dari kepercayaan apapun juga.



Lihatlah, perayaan Halloween di Amerika adalah sebuah perayaan yang merayakan 
hari keluarnya setan2 dari kuburnya.  Ini dirayakan besar2an yang menghabiskan 
dana orang2 Amerika lebih besar daripada yang dihabiskannya untuk hari Natal.  
Padahal mana ada orang Amerika yang percaya adanya setan2.  Tapi ini semua 
adalah bagian dari hiburan untuk mengisi kehidupan yang penuh kesibukan.



Jadi salah kalo ada orang Atheist yang ingin memusnahkan agama apapun juga, 
tentunya bukan karena ingin memusnahkannya tapi karena ketidak tahuannya bahwa 
fungsi agama bukan lagi merupakan kepercayaan tetapi bagian entertainment yang 
bisa kita ubah dan tambahkan sesuai dengan kreativitas masing2 umatnya atau 
diluar umatnya.



Singkatnya, agama, kepercayaan, budaya dan tradisi hanyalah hiburan saja yang 
hanya merupakan kegiatan ceremonial maupun etika dalam mengharmoniskan 
kehidupan antar manusia.



Jadi janganlah kita menggunakan agama, kepercayaan maupun budaya sebagai alat 
untuk mengadili dan menjatuhkan hukuman benar salahnya perbuatan seseorang.  
Itulah yang salah dari kehidupan beragama.



Membakar mesjid atau gereja karena dianggap haram dalam Islam, ini salah 
meskipun dibenarkan oleh alQuran.  Kita harus menyadari dan jujur mengakui 
bahwa banyak ajaran2 dalam AlQuran itu salah, dan jangan membenarkan apalagi 
mempraktekan ajaran2 yang salah ini sebagai kebenaran Allah, itu adalah 
terorisme.



Jadi janganlah membenarkan ajaran2 Islam yang jelas2 salah hanya karena itu 
datang dari Allah.



Kita harus berlaku adil berdiri diatas kebenaran yang hakiki bukan membenarkan 
yang salah hanya karena itu adalah agama yang kita anut, kita berdiri diatas 
kebenaran bukan diatas agama.



Ny. Muslim binti Muskitawati.





    
     

    
    






  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke