Iyaa... disitu bahayanya, main larang kadang kala kesandung, memalukan dan 
jelas harusnya merasa terhina.  Sayang enggak bisa apa2 karena batu 
sandungannya lebih tinggi pangkatnya, lebih kuat posisinya.

Inilah kuncinya, kalo gampang main larang2 akhirnya terjerembab jatuh enggak 
bisa bangun lagi.

Menko Polkam juga melihat aspek keamanan ekonomi negara ini apabila Lady Gaga 
dilarang.

Betul, Lady Gaga diprotest dibeberapa negara, tapi bukan dilarang.  Antara 
protes dan ngelarang itu jauh bedanya.

Jadi sebelum ngelarang, harusnya dipertimbangkan dulu aspek politik, aspek 
ekonomi, aspek kesatuan bangsa dan aspek luar negerinya.

Karena kalo main larang saja kemudian dibalas pihak luar negeri yang ngelarang 
import produksi Indonesia, akibatnya bisa lebih fatal.

Jadi mau ngelarang itu ibaratnya hati2 seperti kita mau menyebrang harus lihat 
kiri kanan dulu kalo2 ada kendaraan yang bisa nabrak kita mati.

Begitulah, kalo sampai kebentrok dengan Menko Polkam yang ruang lingkup 
penilaiannya jauh lebih luas, maka penilaian kerja kapolri bisa dinilai kurang 
baik, kurang cerdas, dungu dan membahayakan negeri ini.

Kalo cuma didemo oleh FPI seharusnya kapolri lebih gampang mengatasinya 
katimbang negeri ini kena di embargo kayak Iran yang pasti lebih susah 
mengatasinya katimbang mengatasi FPI.

Seharusnya kalo kapolri ini cerdas, beliau harus bisa membedakan hal2 sepele 
kalo dilarang kemudian malah membahayakan dirinya, membahayakan jabatannya, dan 
membahayakan kerjanya sendiri, tentunya khan enggak perlu cari gara2.










--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Ref: Apakah Polri, FPI, FUI, MUI, MMI etc telah dikalahkan dengan adanya 
> restui Menko Polkam? Untuk menyenangkan hati dan menenangkan pikiran 
> sebagusnya Polri, MUI, FPI,FUI, MMI etc menonton pertunjukan tari perut 
> goyang sexy badan gemetar sepuas-puasnya? Kapan di NKRI diadakan kompetisi 
> tari perut nasional?
> 
> Semoga penyelenggara konser Gaga tidak lupa memberikan ticket kepada ibu 
> negara dan bapak negara untuk turut mengelamai suasana gembira ria 
> pertunjukan Lady Gaga, suasana lain dari pada waktu bapak negara mencucurkan 
> air mata ketika nonton film drama cinta. Kalau bapak negara terus-terusan 
> sedih, maka rakyat pun lebih sedih lagi, mereka tidur tak nyenyak, makan tak 
> sedap dan tidak kenyang.
> 
> 
> http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/20/ArticleHtmls/Menko-Polkam-Restui-Konser-Lady-Gaga-20052012001011.shtml?Mode=0
> 
> 
> Menko Polkam Restui Konser Lady Gaga 
> JAKARTA
> "Jangan seolah-olah negara tidak toleran terhadap budaya dari luar."
> 
> Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto memberi 
> isyarat konser penyanyi asal Amerika Serikat, Lady Gaga, masih bisa digelar 
> Juni mendatang. Ia menilai show Gaga bisa tetap digelar asalkan penampilan 
> artis eksentrik itu mengikuti batas-batas nilai budaya masyarakat Indonesia. 
> “Bisa dikoordinasikan dan dikompromikan bagaimana sebaiknya penampilan di 
> Indonesia,“ kata Djoko kepada Tempo melalui pesan pendek kemarin.
> Saat dihubungi, Djoko tengah mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 
> yang melakukan kunjungan kerja ke Timor Leste.
> 
> Djoko meminta manajemen artis dan event organizer penyelenggara konser 
> melakukan kompromi dengan kepolisian dan pihak-pihak yang kontra.
> Kesepakatan itu, misalnya, menyangkut soal kostum, koreografi, dan lagu-lagu 
> yang liriknya kontroversial. “Harus disepakati secara tertulis agar tidak 
> menampilkan yang vulgar,“ tuturnya.
> 
> Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal 
> Timur Pradopo agar pandaipandai mengelola sikap pihak yang pro maupun yang 
> kontra.
> Penyelesaian polemik ini, kata Djoko, akan menghindarkan Indonesia dari 
> tudingan seolaholah negara ini tidak toleran terhadap budaya dari luar. 
> “Jadi, masih dianalisis secara cermat dan dievaluasi dari semua aspek.
> Ini yang saya tegaskan kepada Kapolri agar menempuh cara (kompromi) itu,“ 
> ujarnya.
> 
> Rencana konser “Born This Way Ball“ Lady Gaga di Stadion Utama Gelora 
> Bung Karno, Jakarta, 3 Juni 2012, terancam batal. Kepolisian Daerah Metro 
> Jaya menolak memberikan izin karena khawatir terjadi gangguan keamanan. Artis 
> dengan nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu dicap gemar mengumbar 
> erotisme dan menunjukkan simbol pemujaan terhadap setan.
> 
> Bukan cuma di Indonesia, konser keliling dunia Gaga juga ditolak di beberapa 
> negara.
> Salah satunya oleh kelompok Nasrani, Bibblemode Youth Philippines, di 
> Filipina. Mereka mengecam lagu-lagu Gaga yang provokatif, seperti lagu 
> berjudul Judas yang dianggap menghina Yesus Kristus. Direktur PT Java Prima 
> Kreasi, Michael Rusli, yang menjadi promotor konser, menyatakan siap 
> berkompromi agar tak mengecewakan Little Monsters, para fan Gaga, yang sudah 
> membeli tiket.
> Ia pun mengaku sudah berkoordinasi agar Lady Gaga dapat menyesuaikan 
> penampilannya.
> Menurut dia, Gaga mengiyakan permintaan itu.
> 
> Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Polri Komisaris Besar Boy Rafli 
> Amar mengatakan pihaknya masih mengevaluasi semua masukan ihwal rencana 
> konser Lady Gaga. “Masukan-masukan dari masyarakat masih kami kelola,“ 
> kata Boy saat dihubungi semalam. Boy enggan mengomentari pernyataan Menko 
> Polkam.
> 
> PRIHANDOKO | ATMI PERTIWI | ANANDA PUTRI | AGUSSUP 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke