Kalau Inggris/Barat menghormati dunia, mestinya kedudukan Yahudi Israel di PBB dimasukkan dulu dalam kelompok observer sebagaimana halnya Palestina, Kurdi, Gypsy, Armenia atau juga Vatikan (bedanya, status Vatikan spesial pake telor: observer tetap, selamanya). Tapi karena Barat merasa sebagai pemilik dunia maka mereka mengatur seenak udel sembari menyembunyikan agendanya. Perilaku imperialis beginilah yang membuat Indonesia nggak betah lalu keluar dari PBB.
Indian & Aborigin tidak tersingkir dari tanahnya, tapi memang dipojokkan di tanah tertentu. Bangsa Indonesia tentu saja tidak bisa disingkirkan karena bangsa ini bukan cuma punya tanah, tapi juga banyak air... Barangsiapa coba menyingkirkan Bangsa Indonesia dari tanahnya maka si penyingkir akan menghadapi resiko kecebur di laut :) On 19 Mei, 03:39, baswati <baswati@...> wrote: > Kamsyah berat Bung, ini nambah pengetahuan. > Mengapa di PBB tidak mungkin ada wakil Palestina dan Israel atas > alasan tersebut ? > > Btw, quote ini: > > "Mengenai kasus imigran jajahan yang "berbondong-bondong" > membuntuti ke mana perginya kekayaan negeri digondol penjajah, > Bangsa Indonesia patut berbangga karena tidak banyak (amat > sangat sedikit) orang Indonesia yang beremigrasi ke Belanda. > Beda dengan orang India / Pakistan ke Inggris atau orang Afrika > ke negara-negara bekas penjajahnya." > > fakta: de4klarasi Bangsa ini mendahului deklarasi kemerdekaan > negaranya. > > Mengapa India dan Aborigin tersingkir dari tanahnya sedang bangsa > Indonesia tidak ? > > . > > On Fri, 2012-05-18 at 07:10 -0700, ajeg wrote: > > > Maksudnya sengketa Israel x Palestina? > > > > Soal ini, banyak orang berpola pikir kebarat-baratan yang > > ikut protes, Palestina nggak perlu berpegang pada "ajaran jaman > > batu"! Alasannya, sengketa tersebut adalah persoalan jaman > > modern. Yakni, berdirinya negara zion Israel setelah bangsa Yahudi > > dibantai Nazi Jerman. > > > > Selanjutnya tinggal telusuri, bagaimana tokoh-tokoh zion > > mengatasnamakan bangsa Yahudi menuntut perlindungan dalam > > wujud negara; a national home for Jewish people, menurut > > deklarasi Balfour. > > > > Usai PD-II Inggris lalu menawarkan wilayah di Uganda (yang > > waktu itu dikuasai Inggris) untuk dijadikan negara Israel. > > Tetapi orang-orang zion menolak karena menurut mereka Tuhan > > sudah menjanjikan tanah di Palestina. Demi kepentingan politis, > > mudah saja bagi Inggris untuk memberikan tanah Palestina > > sebagai tempat berdirinya negara Israel, sebab saat itu tanah > > "yang dijanjikan" tersebut juga sedang dikangkanginya. > > > > Dengan memberikan tanah yang dijanjikan tersebut, maka Inggris > > selain tampak sebagai bangsa berbudi juga membuat gereja > > Anglikannya jadi terlihat lebih mewakili Tuhan ketimbang Vatikan > > yang justru membiarkan terjadinya holocaust. > > > > Nah, apa namanya tanah yang berstatus jajahan lalu diserahkan > > begitu saja kepada bangsa lain untuk dijadikan negara mereka? > > "Penjajahan sambungan" seperti kata Roger Waters (Pink Floyd)? > > > > Entahlah. > > > > Yang pasti, amat lucu kalau bangsa Palestina diharuskan berpijak > > pada sejarah modern (usai PD-II), sedangkan berdirinya negara > > Israel justru berlandaskan pada janji yang lebih tuwa dari > > "ajaran jaman batu". > > > > Kocaknya lagi orang Barat itu, kalau berdirinya negara Israel > > dimaksudkan untuk memberi perlindungan & dukungan kepada bangsa > > Yahudi sebagai korban pembantaian Nazi Jerman, kenapa bangsa > > Palestina yang "dihukum" untuk bertetangga dengan Israel? Bukankah > > logisnya Jermanlah yang harus bertanggungjawab dengan memberikan > > satu propinsi (misalnya) untuk negara Israel? > > > > Di sini terlihat jelas betapa culasnya bangsa Barat itu. Mereka > > sendiri enggan bertetangga dengan negara zion. > > > > Mengenai kasus imigran jajahan yang "berbondong-bondong" > > membuntuti ke mana perginya kekayaan negeri digondol penjajah, > > Bangsa Indonesia patut berbangga karena tidak banyak (amat > > sangat sedikit) orang Indonesia yang beremigrasi ke Belanda. > > Beda dengan orang India / Pakistan ke Inggris atau orang Afrika > > ke negara-negara bekas penjajahnya. > > > > --- baswati <baswati@...> wrote: > > > > > Sebenarnya, antara yahudi dan Pilistin ini sejarah penjajah dan > > > yang dijajah bagqaimana ? > > > > > > . > > > > > > ajeg wrote: > > > > Imigran dari negara-negara bekas jajahan ke negara-negara > > > > bekas penjajahnya sudah berlangsung sejak lama dan biasa-biasa > > > > saja. Baru jadi masalah sejak Bush jejeritan "crusade!" > > > > > > > > --- Udin <yb8ew@...> wrote: > > > > > > > > > Dan di sana mereka diawasi sebagai teroris..... > > > > > > > > > > sent from my Android® SpeedUp > > > > > <liman_pap@...> wrote: > > > > > > > > > > > ** > > > > > > Berbondong bondong pengungsi Muslim cari perlindungan ke > > > > > > negara negara demokrasi. Yang menjadikan Islam momok bukan > > > > > > karena ajarannya, tetapi perilaku sebagian pemeluknya yang > > > > > > asal tidak sepakat dan sepandangan, menyelesaikan dengan > > > > > > anarkisme. > > > > > > > > > > > > Wass, > > > > > > > > > > > > Sent from BlackBerry® on 3 > > > > > > > > -- ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
