Sdr. Bukan Pedanda yang budiman,

terima kasih atas tanggapan anda, juga atas kepeduulian anda terhadap 
permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik di masa lalu maupun saat ini.

Yang anda kemukakan memang sangat baik, namun berbeda dengan konteks tulisan 
yang saya sampaikan.

FSAB didirikan untuk merajut kembali kesatuan dan persatuan bangsa, yang telah 
tercabik-cabik sejak puluhan tahun. Ini adalah suatu upaya untuk membantu 
bangsa ini mencari solusi untuk "konflik warisan."


Apabila anda melihat komposisi pemrakarsa, pendiri, pengurus dan para 
anggotanya, kalau dilihat dari segi politis, sangat unik, yaitu dari "kiri 
luar" sampai "kanan luar."

Jadi sulit kiranya FSAB sebagai organisasi, memenuhi harapan anda untuk 
melakukan gerakan politis yang dimaksud.


Mungkin sudah dapat dibayangkan, bahwa tidak mudah untuk mengumpulkan 
tokoh-tokoh tersebut di dalam suatu wadah. Beberapa dari mereka, merupakan 
"prima donna" di kelompok masing-masing. Juga untuk konsolidasi internal pun 
memerlukan waktu dan kesabaran serta saling pengertian yang sangat tinggi.


Kalau anda mencermati daftar nama yang ada di FSAB, sebagai individu di 
organisasi-organisasi mereka, usulan dan harapan anda telah terpenuhi.

Juga ada beberapa tokoh-tokoh masyarakat yang sangat kritis, menjadi simpatisan 
FSAB, dan sering hadir di dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh 
FSAB.


Saya sendiri, di zaman Orde Baru, selama hampir 30 (!) tahun berada di luar 
negeri, karena saya menentang rezim penguasa.

Teman-teman di Eropa tahun 70-an sampai 80-an tentu mengenal saya.


Salam perjuangan.


Batara R. Hutagalung

Bidang Humas FSAB


Weblog:

http://batarahutagalung.blogspot.com

________________________________
 From: Bukan Pedanda <[email protected]>
To: Batara Hutagalung <[email protected]> 
Sent: Tuesday, May 22, 2012 12:42 AM
Subject: Re: Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB)
 

(Copy)

Akan bagus juga, bila Batara Hutagalung dan kawan-kawannnya menuntut pemerintah 
Indonesia buat mengakui tanggung jawabnya atas pembunuhan massal yang pernah 
dilakukan oleh serdadu dan kelompok beragama seperti pembunuhan terhadap 
pendukung Orde Lama oleh serdadu dan orang Islam, terhadap pembunuhan yang 
dilakukan serdadu di Tanjung Periok terhadap orang Islam, pembunuhan di Talang 
Sari, di Aceh, di Papua, Timor Leste dll.



--- In [email protected], Batara Hutagalung <batara44rh@...> wrote:
>
> Forum Silaturahmi Anak
> Bangsa
> (FSAB)
>  
> Disampaikan
> oleh Batara R. Hutagalung
> Bidang
> Humas FSAB
>  
> Pendahuluan
> Indonesia,
> negeri seribu konflik. Mungkin tidak berlebihan menyebut angka seribu, melihat
> maraknya konflik yang setiap hari dapat dibaca di media cetak dan dilihat di
> televisi. Latar belakang dan penyebab terjadinya konflik-pun sangat beragam,
> dari mulai konflik yang berlatar belakang atau berkedok agama, ras, etnis,
> ideologi, sampai ke konflik-konflik yang menyangkut kehidupan sehari-hari,
> seperti perebutan lahan parkir, ketersinggungan antar kelompok, tawuran antar
> pelajar, antar mahasiswa, antar kampung, penggusuran lahan, dsb.
>  
> Pemerintah,
> tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat dinilai tidak
> sanggup menyelesaikan permasalahan yang mengakibatkan terjadinya berbagai
> konflik, baik horisontal maupun vertikal. Bahkan dalam konflik-konflik 
> tertentu,
> seperti yang berlatar belakang atau berkedok agama, pemerintah terkesan
> melakukan politik pembiaran, sehingga dinilai sengaja melakukan ini untuk
> mengalihkan isu dari masalah-masalah besar lain yang dihadapi oleh pemerintah.
>  
> Banyak
> konflik-konflik besar berakar di masa lalu, di sejarah, terutama yang
> sehubungan dengan konflik ideolog, agama dan antar etnis, yang menjadi konflik
> warisan. Beberapa konflik warisan memang tidak menjadi masalah besar di masa
> ini, namun ganjalan ini masih terlihat, seperti antara etnis Sunda dengan 
> etnis
> Jawa. Di seluruh Jawa Barat dan Banten tidak akan ditemukan nama-nama jalan
> seperti di daerah daerah lain, yaitu nama Gajah Mada, Hayam Wuruk dan
> Majapahit. Akarnya ada di peristiwa yang dikenal sebagai Perang Bubat, yang
> terjadi tahun 1357 (!).
>  
> Selengkapnya:
> http://batarahutagalung.blogspot.com/2012/05/forum-silaturahmi-anak-bangsa-fsab.html
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke