Bukan mau "menggugah" peristiwa Mei 98 lagi, tapi ini ada sebuah catatan yang bisa saya sodorkan disini untuk di diketahui oleh para member T-Net yang berdiskusi soal Peristiwa Mei 98 ini. Aku dalam percakapanku dengan kawanku, seorang professional yang sekarang kerja di Jakarta sempat memberikan pendapatnya mengenai peristiwa Mei 98 ini. Yang menarik yalah cerita yang bersumber dari kawanku ini adalah pengamatannya yang bersifat subjektip, walaupun begitu dia (kawanku) ini mendasari konklusinya soal peristiwa Mei 98 ini dengan pengalaman, pengamatan dan dengar sana dengar sini , juga dari berita2 yang berkisar dalam masyarakat Tionghoa soal sikap orang Tionghoa dalam soal Mei 98 ini. Kenapa orang Tionghoa yang jadi korban pelecehan seksuil dalam peristiwa Mei 98 itu tidak maju atau melaporkan kepada yang berwajib untuk ditangani, ada 2 sebab: Pertama: para korban seksuil ini sudah tidak percaya lagi akan penegakkan hukum di Indonesia. Malahan dia (kawanku) itu bilang melapor kepada polisi atau yang berwajib sama saja seperti melapor kepada organisasi mafiosi. Bisa2 sudah tidak diurus masalahnya tahu2 bisa kena pemerasan dengan macam2 dalih. Kedua: alasan pertama seperti tersebut diatas logis bisa berkelanjutan : sudah mengorbankan perasaan malu karena gadisnya digagahi, malahan nanti perkaranya ber-tele2 dan achirnya di sapu dibawah karpet setelah famili sang korban di-peras habis2-an. Jadi kayak pepatah saja: sudah jatuh ketimpa tangga. Kena double whammy namanya! Jadi kalau ada orang mau mengelak /memperkecil perkara ini dengan ejekan: "suruh melapor dong bagi yang merasa kena imbas perkosaan seksuil ini , plus dengan memberikan bukti2nya" Rupanya orang perlu meninjau sikap dan kondisi para korban dan melihat kondisi di lapangan. Perlu kita menyelami kondisi para korban dari segi subjektipnya para korban itu. Kalau dihayati apa yang kawanku bilang itu rupanya benar juga. Coba kita lihat perkara Munir. Sudah ada bukti konkritnya, tahu dimana kejahatan ini terjadi, lokasinya yalah di tempat Garuda Airlines, buktinya sudah jelas mati karena arsenik. Tapi mana sampai sekarang koq ngak ada lanjutannya. Harry Adinegara.
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
