Pierre sedang menunggui ibunya yang sakit. Diluar jendelanya, ia melihat seseorg membawa poster yg mengabarkan bahwa seorang penyanyi hebat akan tampil menyanyi di depan umum malam itu.
“Andai aku bisa pergi..” kata Pierre. Sebab, Pierre sangatlah menyukai musik yang bisa menghibur hatinya. Tapi tiba² matanya menjadi bersinar, dan ia berkata “Aku akan mencobanya!” Setelah itu, ia mengendap² & mengambil sebh gulungan kertas & memandang ibunya yg sdg tidur. Ia pun segera berlari ke jalan & menuju apartemen sang penyanyi. “Siapa yg sdg menungguku?” kata sang penyanyi pada pelayannya. “Hanya seorg anak kecil lucu yg membawa gulungan kecil. Katanya Nyonya tak akan menyesal jika bertemu dgnnya & ia tak akan menyita waktu Nyonya.” “Baiklah, bawa dia ke sini. Aku tak bisa menolak anak²”. Kata sang penyanyi. Pierre pun msk ke apartemen megah tempat sang penyanyi berada dgn rasa takut. Ia pun memberanikan diri utk berkata padanya. “Aku datang menemui Nyonya karena ibuku sedang sakit & kami terlalu miskin utk membeli makanan & obat. Jadi, seandainya Nyonya mau menyanyikan laguku di depan publik, mungkin ada org yg mau membeli lagu tersebut sehingga aku bisa mendpt uang utk membeli makanan & obat utk ibuku”. Sang penyanyi pun mengambil gulungan Pierre & melihatnya. “Apakah kau yg mengarang lagu & menulis semua ini? Kau yg msh kecil?” Tanya sang penyanyi dgn kaget. “Maukah kau datang ke konserku malam ini?” “Oh, pasti aku ingin sekali, tapi aku tak bisa meninggalkan ibuku sendiri.” Jawab Pierre. “Jangan khawatir, aku akan mengirim seseorg utk menjaga ibumu. Ambillah uang ini utk membeli makanan & obat. Dan ini ada sebuah tiket agar nanti kau bisa duduk di sebelahku.” Pierre pun merasa senang akan kebaikan sang penyanyi tadi. Ia berjalan dgn gembira di sepanjang jalan, lalu membeli buah²an utk ibunya. Ia pun menangis terharu & menceritakan kebaikan sang penyanyi pada ibunya. Saat konser tiba, Pierre duduk di kursinya & merasa kagum dengan gemerlapnya lampu di panggung. Ia merasa tak percaya bahwa seorang penyanyi ternama mau menyanyikan lagunya. Sang penyanyi pun naik ke panggung, dan mulai menyanyikan lagunya. Lagunya sangat indah, sehingga para penonton menitikkan air mata bahkan sebelum lagu itu selesai. Pierre pun tertegun & sangat kagum. Ia takut kalau² ia harus bangun karena ini hanyalah sebuah mimpi. Tapi ini semua bukan mimpi. Ini kenyataan. Di hari berikutnya, sang penyanyi mengunjungi Pierre dan ibunya di rumah. Ia pun membawa sebuah kabar gembira untuk mereka. “Anak ibu telah memberi ibu keberuntungan. Tadi pagi, seseorang menawar untuk membeli lagu karangan anak ibu sebanyak 300 poundsterling. Dan setelah ia mendapat jumlah tertentu untuk penjualan lagu itu, Pierre akan mendapat royalti. Ibu harus bersyukur mempunyai anak seperti Pierre.” Pierre & ibunya pun terharu, & langsung bersyukur pada Tuhan yg selalu ada & selalu menolong mereka di setiap keadaan, senang maupun susah. Setelah kejadian itu, tahun-tahun pun berlalu. Pierre tak pernah melupakan orang yang telah berbuat baik padanya. Ketika sang penyanyi telah berbaring tak berdaya di tempat tidurnya, seseorang yang selalu merawat dan menghiburnya di saat-saat terakhir tak lain adalah Pierre sendiri. Ch@™ pin: 21EF6D92 Surabaya Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
