Lagu asmara '80an ke atas, banyak bas. Barangkali karena 
peradaban asmara semakin mengkhalayak seusai PD-II. Asmara 
bukan lagi cuma milik komposer, pelukis, atau seniman/wati 
gaul alias kelompok bebas yang sampai abad XIX pun masih 
sulit lepas dari adab perjodohan. 

Soal syahdu enggaknya lagu biasanya tergantung pengalaman 
masing-masing dengan si lagu. Misal, ada apa lagu Babendi-Bendi sampai penuh 
kenangan buat si uplik? 

Oh, bukan.. bukan karena lagu itu membuat dia manari payuang.. 
tapi karena lagu itulah yang sering menemaninya berkeliling 
dari lepau ke lepau sebagai pedebat kusir tak berkuda bahkan 
tanpa bendi... 

OK? 

Nah, lagu asmara sekaliber The Greatest L of All pun nggak 
akan ada rasa apa-apa kalau nggak ada kenangan di sana. Paling 
ini lagu cuma dikunyah secara rasional sebagai penghargaan 
buat Mohammad Ali si petinju. 

Soal lagu syahdu bas, bakal tambah nyahdu kalo yang nyanyi 
kerempuan, dengerinnya malem-malem remang, dan berulang-ulang. 
Seperti lagunya dua bersodari keturunan Indonesia yang sempat 
masuk hits dunia di remang-remang (akhir) '80an ini, 

http://www.youtube.com/watch?v=1eKZ4NQE93o

it's the first time i can see
i can see the truth hiding for myself, for myself
it's the first time i can see
i can see a light shining in your eyes, in your eyes

wanna stay close to you
it just don't matter what you do
i got so much to offer
i got nothing to loose
i'll give you the story if you let me 


Ps. 
setelah sebutir akal, sepasang kuping, dan 
selembar rasa, taela.. syarat mutlak untuk 
menyimak musik & lagu dengan asyik adalah 
sound system yang mumpuni - kecuali 
untuk denger suara si uplik yang konon 
keturunan bonobo cukup speaker kualitas 
toa aja buat suara cempreng gitu mah.. 

Percayalah. 


--- Abbas Amin <abas_amin08@...> wrote:

> Lagu Cinta dan Romantis berkumandang mengiringi tahun2 40an; 50an 
> dan 60an.
> Muncul berbagai syair'lagu; dan muncullah Love me tender. Yang 
> mengalun sangat syahdu.
> Saat itu benar2 tak tertandingi, baik musik maaupun syairnya.
> 
> Kemudian bermunculan pesaing2 dengan lagu2 berisi Cinta seperti You 
> Mean everything to me; Let it be me; To sir with love; The End of 
> the world. This is my song; 
> 
> Tapi akhirnya sekitar tahun 1965an muncullah "Love Story"; dengan 
> aransemen musik yang begitu romantis dan indaah; kemudian 
> syairnyapun serasi sekali dengan aransemeen musiknya.
> 
> Maka sejak itu Love me Tender, tersungkur dan memojok; karena 
> kaalah oleh lagu Love Story.
> 
> Mulaailah Love Story mendominasi dari semua lagu2 Cinta.
> 
> Kemudian bermuncullan pesaaing2 dari genius2 musik, yang baru; dan 
> mencoba menyusun aransemen musik yang sesuai dengan syair serta 
> nadanya yang romantis; seperti Changing Partner; Don't tell me 
> story etc etc Tetap tak ada yang bisa menyamain keindahan dari lagu 
> Love Story tersebut.
> 
> Gak tahu kalau lagu tahun 80an keatas apa ada lagu sehebat Love 
> Story ?
> Entahlah. Aku juga sudah lama tak mengikuti lagi lagu2 baru; 
> apalagi setelah tiadanya acara BERPACU DALAM MELODY.
> 
> Bagaimana komentar anda sekalian ? Duke and kawan2 lainnya ?
> 
> Basmien sianseng
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed] 





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke