Kebetulan ! Seharusnya pemerintah Inggris membantu mereka agar benar- benar hengkang dari tanah Inggris. _________________________________________ Pasca Bom London, Setengah Juta Warga Muslim Siap Tinggalkan Inggris Publikasi: 27/07/2005 09:54 WIB
eramuslim - Sebuah polling yang dilakukan oleh Guardian/ICM terhadap warga Muslim Inggris, menunjukkan bahwa hampir setengah juta warga Muslim di negeri itu kini sedang memikirkan untuk meninggalkan Inggris karena sikap permusuhan yang mereka terima setelah serangan bom di London. Berdasarkan hasil polling itu, satu dari lima warga Muslim mengaku, mereka atau salah satu dari anggota keluarga mereka mengalami tindakan sewenang-wenang dan sikap permusuhan sejak tragedi tersebut. ICM mewawancarai sekitar 1.005 warga Muslim yang usianya di atas 18 tahun dan hasilnya 2/3 dari mereka memikirkan masa depan mereka di Inggris setelah peristiwa bom London, 63 persen mengatakan mereka telah mempertimbangkan apakah akan tetap tinggal di Inggris atau tidak. Warga Muslim yang berusia 35 tahun keatas atau sekitar 67 persen dari kelompok usia ini, bahkan memiliki rasa kekhawatiran yang lebih kuat dibandingan dengan mereka yang berusia 34 tahun ke bawah, atau sekitar 61 persen dari kelompok usia itu. Jumlah warga Muslim di Inggris, saat ini diperkirakan mencapai 1,6 juta orang dan 1,1 juta dinataranya berusia diatas 18 tahun. Ini artinya, lebih dari setengah juta warga Muslim di Inggris sudah mempertimbangkan kemungkinan untuk meninggalkan Negeri Pangeran Charles itu, tulis Guardian. Sementara sisanya, yaitu sekitar 56 persen, masih merasa optimis dengan masa depan anak-anak mereka jika tetap tinggal di Inggris. Hanya tiga diantara 10 warga Muslim yang merasa pesimis. Warga Muslim Jadi Korban Aksi Balas Dendam Dari hasil polling itu juga terungkap, puluhan ribu warga Muslim mengalami penderitaan akibat meningkatnya sikap Islamophobia. Satu diantara lima warga Muslim menyatakan, mereka atau anggota keluarga mereka mengalami tindakan yang tidak mengenakan dan menghadapi sikap permusuhan sejak peristiwa bom London. Aparat kepolisian Inggris mencatat lebih dari 1.200 kasus bernuansa Islamophobia yang terjadi di seluruh Inggris dalam kurun waktu tiga minggu terakhir, mulai dari kasus pelecehan secara verbal sampai satu kasus pembunuhan. Hari Minggu kemarin, sekitar 300 pengunjuk rasa dari kelompok kanan meneriakkan slogan-slogan bernuansa rasis diluar mesjid Central London yang terletak dekat Regent Park. Pada saat itu sedang berlangsung konferensi Islam tentang perang melawan terorisme yang diselenggarakan lembaga amal Da'watul Islam yang berbasis di Inggris. Para pengunjuk rasa melontarkan kata-kata berisi penghinaan dan menggelar poster-poster yang antara lain bertuliskan, 'Inggris untuk orang Inggris' dan 'Usir Makhluk Asing dari Pantai-Pantai Inggris Kita'. Sebelumnya, tiga hari setelah tragedi London, seorang warga Inggris keturunan Pakistan dikeroyok hingga tewas oleh kelompok gang ektrimis di Nottingham, sebelah utara Inggris. Sumber di kepolisian mengatakan, warga Inggris keturunan Pakistan bernama Raza, 48 tahun itu, dikeroyok ketika baru saja keluar dari sebuah toko sehabis berbelanja sejumlah barang kebutuhan. Ketakutan warga Muslim Inggris akan makin meningkatnya aksi balas dendam setelah peristiwa bom London, cukup beralasan dengan terjadi sejumlah kasus-kasus kekerasan itu. Selain menyerang warga Muslim, tempat-tempat ibadah mereka juga tidak luput dari tindakan anarkis. Setidaknya, ada 7 mesjid di Inggris yang hampir dibakar oleh kelompok-kelompok yang membenci Islam setelah peristiwa ledakan bom di London. Perang Irak Pemicu Serangan di London Hasil polling yang dilakukan Guardian dan ICM pada 19 Juli kemarin, menguatkan keyakinan banyak orang bahwa serangan bom di London akibat keikutsertaan Inggris dalam invasi ke Irak. Delapan dari 10 warga Muslim Inggris menyatakan keyakinannya akan hal tersebut. Sekitar 57 persen responden Mulsim mengkritik pada ulama dan pemimpin agama Islam yang dianggap gagal untuk mencegah munculnya para ekstrimis. Setengah dari warga Muslim menyatakan , mereka perlu melakukan upaya yang lebih keras untuk mencegah penyusupan para ektrimis ke dalam komunitas mereka. Sembilan dari 10 warga Muslim meyakini, kekerasan bukan cara yang tepat dalam perjuangan politik. Hasil polling ICM menunjukkan hanya sedikit responden yang menyatakan dukungannya atas serangan bom di London. Hanya 5 persen responden mengatakan bahwa serangan-serangan serupa dibenarkan.(ln/iol) _______________________ http://indonews.free.fr [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
