--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:
>
> 
> lebih penting anda mendapatkan perasaan 'religiusitas' ataukah lebih penting 
> mendebatkan tuhan itu ada dan tidak?


Dua - duanya bagi saya tidak penting.

perasaan religiusitas bukan perasaan yang bisa dimanipulatif.
Dia datang begitu saja ...
tanya habe saat terharu ketika mendengar lagu malam kudus di saat natal 
(padahal mungkin habe bukan pengikut yesus). meskipun saya sangat menikmati 
perasaan religiusitas di saat2 tertentu, tapi perasaan itu bukan sesuatu yang 
bisa saya setting. Perasaan itu muncul begitu saja ...

Debat tentang apakah tuhan itu ada atau tidak ada, itu bukan masalah penting 
atau nddak penting. itu masalah second opinion aja. Toh pada akhirnya ada atau 
tidak ada tuhan di dalam diri kita lagi-lagi larinya ke spiritual experiences. 
Bukan ditentukan oleh berapa bayak situs yang kita cut paste atau berapa lama 
kita di laboratorium meneliti tuhan pakai mikroskop. :-)



> 
> seandainya tuhan  itu ada, tapi tidak bisa menggenerate 'religious feeling' 
> menurut kang pinpin bagaimana?

seandainya tuhan itu ada .... seandainya tuhan itu tidak ada ...  
kalimat "seandainya tuhan ada/tidak ada" adalah kalimat agnostik.

dan saya punya beberapa teman yang terharu saat malam takbiran datang padahal 
die agnostik.


Saya banyak berkenalan dengan orang-orang ateis yang berahlak santun dan mulia. 
Saya melihat dalam beberapa sudut kehidupan mereka sangat islami. 

Tidak semua orang ateis goblok kayak juspik.

Saya pernah bertemu temen baru dari swiss yang berkata pada saya :"Di negara 
kami, banyak orang ateis, tapi kalau anda kehilangan dompet, anda masih bisa 
berharap menemukan dompet itu kembali meskipun dompet itu jatuh di tempat umum. 
Tapi di sini ... jangankan berharap bisa menemukan dompet kita yang hilang di 
tempat umum. dompet yang jelas2 ada di saku celana kita saja bisa hilang 
diambil orang ! Saya ateis, tapi saya bisa membedakan mana dompet saya dan mana 
dompet orang lain. Di sini banyak yang mengaku percaya tuhan dan percaya 
neraka,tapi tidak bisa membedakan mana dompet punya sendiri dan mana dompet 
punya orang lain !"

Hhhmmm..... 

> 
> --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> wrote:
> >
> 
> > "Religiusitas" jelas tidak dapat dirasakan oleh setiap orang.
> > Dan saya bersyukur saya dapat merasakan KEINDAHAN perasaan itu.
> > 
> > Nikmat.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke