Ref: Kalau seandainya Sri Baginda Raja Neo-Mojopahit tidak mau tambah kuota 
BBM, lantas apa yang bisa dibuat dengan harga mati?


http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/36808

Rabu, 30 Mei 2012 
Tambah Kuota BBM Harga Mati 
Hetifah: Jangan Biarkan Permasalahan Berlarut!

      SAMARINDA. Anggota Komisi V DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendukung penuh 
upaya perjuangan masyarakat Kalimantan untuk menambah kuota Bahan Bakar Minyak 
(BBM) bersubsidi. Termasuk masyarakat Kaltim yang dianggap tinggi konsumennya 
namun minim kuota. Kata politi Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) 
Kaltim itu, apa yang diminta masyarakat Kalimantan sangat beralasan. Karena 
berkaca dari pengalaman sehari-hari di mana masyarakat harus mengantre 
berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi.


      "BBM bersubsidi di sini tidak hanya bensin. Tetapi juga solar. Kami minta 
supaya permasalahan ini bisa direspon serius sehingga tidak sampai 
berlarut-larut," ujar Hetifah kepada Sapos kemarin.
      Menurut Hetifah, tidak tepat bila pemerintah beralasan bahwa pembagian 
BBM bersubsidi selama ini sudah merata secara proporsional. Apalagi bila 
dianggap mengancam APBN defisit.
      "Harus dilihat secara menyeluruh. Karena krisis lain akibat kelangkaan 
BBM mulai merambat dan membesar sehingga mengancam stabilitas sosial," 
terangnya.
      Untuk itu, Hetifah meminta agar pemerintah bisa segera merealisasikan 
penambahan kuota BBM bersubsidi untuk masyarakat Kalimantan. Berikut memikirkan 
solusi konkret untuk mengganti kebutuhan masyarakat akan BBM.


      "Kami juga akan meminta Komisi VII yang membidangi Migas selayaknya lebih 
sungguh-sungguh dan serius membahas tuntutan pemerintah daerah wilayah 
Kalimantan dengan Kementrian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina. Selanjutnya, 
pemerintah pusat (Menteri ESDM) dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan harus 
segera menyampaikan surat pemberitahuan tertulis pada masing-masing gubernur 
tentang keputusan apa yang diambil dalam waktu sesingkat-singkatnya sehingga 
ada kejelasan," ulasnya.


      Hetifah melanjutkan, Pertamina dan BPH Migas juga perlu melakukan 
konsolidasi untuk memperjelas penyebab masalah kuota BBM di Kalimantan. Apakah 
ada kekeliruan data, mis-kalkulasi (salah hitung), ada illegal demand dari 
kegiatan tambang, atau perlunya tambahan SPBU non-subsidi. Selain itu, ia juga 
mengajak sejumlah anggota DPR dan DPD RI asal Kaltim lainnya untuk bisa 
memperjuangkan hal tersebut secara bersama. Meski tak ada dari Kaltim yang 
duduk di Komisi VII, namun diharapkan perjuangan bisa melalui jalur fraksi.
      "Kami juga mengajak semua pihak agar tidak menambah keruh situasi dengan 
membuat pernyataan yang menambah kegelisahan masyarakat di Kalimantan," 
tandasnya. (yes/agi)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke