Ref: Bukankah tiap tahun ada Hari Pancasila disamping Hari Kesaktian Pancasila 
dan lagi pula lambang garuda Pancasila ada di dinding temoat kerja dll, jadi 
mana bisa mereka lupa? Kalau anggota Dewan Penipu Rakyat (DPR) itu punya 
semacam Pancasila, yaitu Panca D (Datang, Duduk, Diam, Dengar, Duit). Duduk, 
diam dan dengar ini membaut banyak anggota DPR tidur dalam persidangan. 

http://nasional.kompas.com/read/2012/06/01/05413077/Pemimpin.Melupakan.Pancasila


Pemimpin Melupakan Pancasila
| Erlangga Djumena | Jumat, 1 Juni 2012 | 05:41 WIB 
| 
JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai-nilai keutamaan yang dikandung Pancasila tidak lagi 
menjadi acuan para elite politik. Pancasila sekadar tercantum dalam anggaran 
dasar/anggaran rumah tangga. Para elite malah terjebak dalam pragmatisme dan 
transaksionalisme.

Keprihatinan tersebut diungkapkan, secara terpisah, oleh Sekretaris Eksekutif 
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia 
Benny Susetyo Pr serta Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizani Majalengka KH Maman 
Imanulhaq, Kamis (31/5/2012).

Pembiaran atas tindakan kelompok intoleran yang mencederai kehidupan beragama, 
menurut Maman, menunjukkan runtuhnya kehidupan bangsa yang berdasarkan 
Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Sikap dan perilaku para elite politik pun 
terjebak dalam pragmatisme dan transaksionalisme. Hal ini terbukti dengan 
semakin panjangnya daftar koruptor dan kasus korupsi di lingkaran kekuasaan.

”Pancasila diabaikan. Negara tidak mempunyai acuan filosofis kebangsaan dan 
kenegaraan. NKRI dikepung perilaku elite dan ideologi asing,” kata Maman di 
Jakarta.

Benny sepakat, para elite malah mencari ideologi lain, seperti pragmatisme dan 
transinternasional, untuk mengganti Pancasila. Nilai-nilai Pancasila malah 
tidak mendasari kebijakan publik dalam mengolah kehidupan berbangsa dan 
bernegara.

Akibatnya, bangsa ini selalu mencari identitas diri. Banyak energi terbuang 
percuma hanya untuk berdebat soal ideologi. Semestinya energi lebih digunakan 
untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang sejahtera dan berkeadilan.

”Pancasila belum sungguh-sungguh menjadi pedoman kehidupan bangsa ini. 
Sepanjang Orde Baru, Pancasila pernah diperalat untuk melanggengkan kekuasaan,” 
kata Benny dalam seminar ”Mari Bersatu dan Bersaudara di Bawah Panji Pancasila” 
di Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis.

Pada era Reformasi, katanya, nilai-nilai dari lima sila itu diabaikan dan 
dilalaikan dalam semua perikehidupan kita. Pancasila belum mewujud dalam 
nilai-nilai etis para penyelenggara negara dan elite bangsa ini.

”Praktik korupsi dan penindasan justru semakin menjadi-jadi. Para elite menjadi 
buas, rakus, dan tamak. Dalam praktik keagamaan, kerukunan bukan menjadi inti 
kehidupan bersama-sama,” katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron 
Wahid di sela-sela seminar tersebut. Dia mengatakan, kini bermunculan kelompok 
keagamaan yang memaksakan tafsir dari sudut pandang sempit. Sejumlah kelompok 
menginginkan tafsir ketuhanan dalam sila pertama untuk agama tertentu.

TERKAIT:
  a.. Gubernur DIY: Ideologi Pancasila Tak Membumi 
  b.. Banyak Pelanggaran terhadap Nilai-nilai Pancasila 
  c.. Pengabaian Pendidikan Pancasila Berdampak Buruk 
  d.. Hapus Rekayasa Lahirnya Pancasila Dalam Kurikulum 
  e.. Pendidikan Pancasila Makin Termarjinalkan


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke