Asal Usul Tambahan Nama "Saudi" Pada Kerajaan Arab !

Nabi Muhammad lah yang pertama kali mempersatukan suku bedouin di jazirah Arab 
yang waktu itu belum disebut Arab Saudi seperti sekarang ini.  Muhammad belum 
pernah memberi tambahan kata "Saudi" untuk jazirah Arab ini.

Kata tambahan "Saudi" baru pada 1932 diciptakan oleh Abdul-Aziz bin Saud untuk 
ditambahkan kepada nama kerajaannya yaitu "Arab Saudi".  Untuk jelasnya nama 
"Saudi" berasal dari nama keturunan King Abdul-Aziz bin Saud yang disebut 
sebagai "Al-Saud" yang artinya "Rumah Keluarga Saud" yang berlokasi dikota Nejd.

Kerajaan Arab Saudia artinya, kerajaan Arab milik keluarga "Al-Saud" atau yang 
lebih terkenal dalam bahasa Inggrisnya disebut "Al-Saud Dinasty".

http://en.wikipedia.org/wiki/Saudi_Arabia

Pada 1932, Arab Saudia adalah negara yang termiskin didunia kehidupan rakyat 
disini hanya bergantung pada pertanian yang sangat terbatas yang sangat buruk 
hasilnya dan disertai pemasukan dari orang2 yang datang untuk naik haji.  
Barulah pada tahun 1938 para ahli2 Inggris menemukan sumber minyak pertama yang 
kemudian mulai dieksport ke Inggris di tahun 1941.  Sejak saat inilah Arab 
Saudia berkembang pesat menjadi negara pengeksport minyak ke Inggris.  
Khususnya kota Hejaz dibangun Inggris secara paling modern, radio dan surat 
kabar untuk pertama kali lahir dikota ini.

Hubungan keluarga Al-Saud dengan kerajaan Inggris ibaratnya "ikan dan air" 
tidak terpisahkan meskipun nilai2 Islam yang membenci umat lain (Xenophobia) 
sangatlah kuat turun menurun hingga sekarang ini bukan merupakan halangan dalam 
mengisi kebutuhan masing2.

Pada abad ke 16, sultan Ottoman menguasai seluruh jazirah Arab, teluk Persia, 
Turki, Irak dan sekitarnya.  Pendiri dinasty al-Saud adalah Muhammad bin Saud 
yang diangkat oleh Sultan Ottoman sebagai Amir walikota Nejd.  Namun pada 1744 
secara diam2 Muhammad bin Saud berkolaborasi dengan pemimpin Islam aliran lokal 
Muhammad Ibn Abd Al-Wahabb (belakangan dikenal sebagai pendiri aliran Islam 
"Wahabbi") untuk berkonspirasi membentuk gabungan kekuatan dalam mengkhianati 
Sultan Ottoman.  Konspirasi pengkhianatan Saud-Wahabb berhasil merebut wilayah 
yang dikuasakan sultan Ottoman kepada Muhammad bin Saud.  Kerajaan Saudi untuk 
pertama kali diproklamirkan pada 1744 dengan bantuan ikhwan Wahabbi ini 
(pengikut Muhammad Ibn Abd Al-Wahabb).

Keturunan dinasty Saud kemudian mengkhianati ikhwan Wahabbi pada 1902 mengadu 
domba ikhwan Wahabbist ini dengan Inggris, sehingga dengan bantuan Inggris 
ikhwan Wahabbist dibantai habis dalam suatu pembunuhan massal besar2an pada 
1930 sehingga keturunan al-Saud yaitu, Abdul Aziz bin Saud menjadi satu2nya 
penguasa tunggal yang menamakan dirinya untuk pertama kali sebagai "The King of 
Saudi Arabia" yang menguasai seluruh Arab sekarang ini dibawah payung kekuatan 
kerajaan Inggris yang berhasil membantai sultan Ottoman pada perang dunia 
pertama.

Demikianlah ringkasan sedikit latar belakang ikatan erat dinasty al-Saud dengan 
kerajaan Inggris.

Kemakmuran ekonomi yang turun temurun keturunan Saud ini tidaklah kekal, karena 
istilahnya keserakahan membawa perpecahan, demikianlah terjadi perpecahan 
antara King Saud dengan Pangeran Faisal.  King Saud yang mewariskan tahta 
ayahnya pada 1950 kemudian disingkirkan oleh pangeran Faisal ditahun 1953 
dengan alasan memboroskan kekayaan dinasty al-Saud, meskipun disingkirkan dari 
kekuasaan Saud tetap resmi sebagai raja sehingga melalui usaha meracuni Saud 
akhirnya pada 1964 Faisal berhasil menawan saudaranya King Saud yang menyadari 
nyawanya terancam dan akhirnya bersedia turun tahta dalam kudeta yang tak 
berdarah dan dibuang ke Yunani untuk berobat dan mati pada 1969.

Pada 1973, King Faisal menciptakan krisis minyak dunia dengan mengembargo semua 
eksport minyak OPEC ke seluruh dunia untuk memaksa Amerika menarik semua 
bantuannya kepada Israel.  Akibatnya ekonomi Arab Saudia hancur lebur, King 
Faisal dibunuh oleh kemenakannya Pangeran Faisal bin Musaid.  Matinya King 
Faisal digantikan oleh King Khalid, krisis minyak usai, Arab Saudi kembali 
berlimpah ruah kekayaannya.

Dari ringkasan disini, dinasty Al-Saud yang penuh dengan intrik licik yang juga 
berkolaborasi dengan Inggris ternyata merupakan kerajaan pertama yang pernah 
lahir di Arab Saudia sejak zaman nabi Muhammad.  Nabi Muhammad dengan caliph2 
pengganti nabi Muhammad belum pernah berhasil membentuk sebuah kerajaan Arab 
yang utuh seperti dinasty al-saud ini meskipun untuk itu mereka harus 
berkolaborasi dengan Inggris dan pada akhir perang dunia kedua keluarga ini 
mempererat permainan intriknya dengan Amerika.

Hingga hari ini, intrik, kolaborasi dan pengkhianatan diantara sesama keluarga 
dalam dinasty al-saud tidak pernah reda, semua keluarga dinasty yang tersingkir 
menyelamatkan keluarga mereka masing2 ke Inggris dan hidup mewah disana.

Badai kerajaan Arab Saudia belum usai, dinasty al-Saud gontok2an.  Sejak 
pendiri dinasty al-Saud pertama kali, setiap raja rata2 memiliki antara 100 
hingga 120 isteri2 dimana setiap isteri rata2 beranak dua.  Jadi setelah 
beberapa generasi, keturunan Al-Saud di Arab Saudia meliputi jumlah 60-70% 
rakyat Arab Saudia.

Kerajaan Arab Saudia berpopulasi 27 juta jiwa dimana 9 juta adalah pendatang 
dari luar, sedangkan 2 juta adalah illegal immigrant, dan hanya 16 juta 
penduduk Saudia yang merupakan warganegaranya yang berhak menerima tunjangan.  
Dari 16 juta penduduk ini, sekitar 12 juta adalah keturunan raja yang berhak 
memegang jabatan di pemerintah, dan tidak satupun yang bukan keluarga raja bisa 
menjadi pegawai kerajaan kecuali menjadi tentara ataupun polisi yang rata2 
adalah keturunan bekas pengikut Muhammad ibn Al-Wahabb pendiri sekte wahabbi.  
Hingga sekarang para keturunan bekas pendiri Wahabbi masih setia kepada 
kekuasaan dinasty al-Saud, tapi entah dimasa depan mungkin ada yang berpikir 
untuk membalas dendam atas pembantaian keluarga pendiri dan pengikut sekte 
Wahabbi ini oleh dinasty Al-Saud.

Arab Saudia memang sekarang berhasil memegang status sebagai umbul2 Islam 
diseluruh dunia.  Tapi dengan munculnya kekuatan Islam Iran aliran Syiah, 
merupakan alamat jelek bagi dinasty Al-Saud di-masa dekat yang akan datang ini.

Adalah salah kalo anda menganggap bahwa Arab Saudia adalah negara penghasil 
minyak dunia yang terbesar, silahkan anda teliti website dibawah ini:

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_oil_production

Ternyata urutan penghasil minyak terbesar didunia adalah:

1. Russia
2. Arab Saudia
3. Amerika Serikat
4. Iran
5. China
6. Canada
7. Mexico.

Sedangan cadangn minyak terbesar didunia hanya dimiliki Amerika yang hingga 
kini belum diizinkan untuk di explorasi yang berada di Alaska dan di Texas.

Jadi bukan besarnya produksi minyak yang dimiliki suatu negara yang menjadikan 
negara tsb kaya raya, tetapi kebutuhan masing2 negara itulah yang bisa menjadi 
ukuran dalam menghitung kelebihan minyak yang bisa dieksport sebagai devisa 
negaranya.

Arab Saudia meskipun memiliki produksi sangat besar, tetapi karena kebutuhan 
dalam negerinya hanya 20% maka 80% hasil produksi minyaknya merupakan kekayaan 
dari kerajaan Arab Saudia.

Sebaliknya Russia, Amerika Serikat, dan China, meskipun memiliki produksi yang 
termasuk juga terbesar didunia ini, namun kebutuhan minyak untuk dalam negeri 
mereka melebihi dari jumlah yang mereka produksi sehingga tetap untuk 
mencukupinya mereka harus mengimport dari luar negeri.

Demikianlah sekilas tentang umbul2 Islam dunia yang sangat rapuh tidak stabil 
dari ancaman krisis ekonomi, chaos, yang disebabkan instabilitas struktur 
politik yang diwariskannya dari Syariah Islam dimana nabi Muhammad dan para 
caliph2nya sendiri belum pernah berhasil membentuknya.  Hanya Inggris dan Barat 
sajalah yang berhasil menegakkan umbul2 Islam ini dalam dukungannya kepada 
Dinasty Al-Saud.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke