http://www.lampungpost.com/Buras/67-tahun-pancasila-2.html
67 Tahun Pancasila! (2
Sabtu, 02 June 2012 00:00
"SILA kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab!" ujar Umar. "Setinggi apa
suatu masyarakat menghormati harkat dan martabat sesama manusia, menjadi ukuran
maju atau terbelakangnya peradaban masyarakat tersebut! Standar holistisnya
ajaran Islam yang secara jelas menegaskan, semua manusia sama di depan Sang
Khalik, yang membedakan hanya amal ibadahnya!"
"Soal amal ibadah itu hablun minallah, hubungan manusia dengan Tuhannya!
Orang lain tidak bisa sembarangan menilai amal orang lain karena hanya Tuhan
yang tahu!" timpal Amir. "Karena itu, diidealkan setiap orang menghargai dan
menghormati orang lain sebagaimana ia ingin dihargai dan dihormati! Namun,
dalam realitas kehidupan banyak orang cenderung untuk merasa lebih unggul dan
lebih mulia dari yang lain hingga berlaku tidak adil, bahkan secara tidak
beradab menindas dengan memperbudak sesamanya!"
"Maka itu, sila kemanusiaan dilengkapi predikat yang adil dan beradab!"
tegas Umar. "Adil dalam dua dimensi utama, yakni secara hukum dan politik
maupun secara substantif; sosial, ekonomi, dan budaya! Beradab dari
terpenuhinya kebutuhan fisik, mental, dan rohani sampai eksis mengaktualkan
harkat dan martabat setiap warga negara! Untuk itu, masyarakat antarbangsa
secara bersama menciptakan standar universal untuk mengukur tercapai atau belum
adil dan beradab itu di suatu negara! Dengan standar universal yang harus
diwujudkan itu, Bung Karno pada pencetusan awal menyebut sila kemanusiaan ini
dengan internasionalisme!"
"Garis kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM), dan Millenium
Development Goal's (MDG's) contoh ukuran universal yang populer!" sambut Amir.
"Garis kemiskinan, oleh Bank Dunia yang membantu dana pembangunan negara-negara
berkembang ditetapkan 2 dolar AS/hari, tetapi di Indonesia garis kemiskinan
ditetapkan di bawah 1 dolar AS/hari! Artinya, pergulatan hidup rakyat Indonesia
kini masih jauh dari ideal sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab!"
"Hal itu lebih jelas tergambar pada peringkat IPM Indonesia di posisi 124
dari 180 negara yang diperingkat PBB!" tegas Umar. "Di ASEAN, IPM kita urutan
6, di bawah Singapura (peringkat 23), Brunei (30), Malaysia (66), Filipina
(105), Vietnam (116)." (Youthempowering.org, 12-5)
"Tampak betapa memprihatinkan pelaksanaan sila Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab setelah 67 tahun usia Pancasila!" timpal Amir. "Penyebabnya, standar
harkat dan martabat bangsa pada garis kemiskinan ditetapkan di bawah 1 dolar,
jauh di bawah garis kemiskinan universal 2 dolar! Jadi, posisi kita bergantung
penempatannya!" *
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/