Soal permuseuman harus diakui kita payah padahal kita punya tokoh yang tegas berpendapat, 'jasmerah!'
Di Museum Nasional (Gajah), ruang pamer yang tingkat keamanannya paling tinggi (dan ber-ac :) hanyalah ruang koin emas & sejarah perduitan nusantara yang didominasi benda-benda milik penjajah. Pemanfaatan museum untuk fungsi lain baru bangkit di era Gus Dur. Yaitu ketika sejumlah orang muda memakai Museum Nasional sebagai "panggung" untuk memperkenalkan salahsatu bagian dari diri kita: Suku Bajau. Seantero pekarangan museum dipenuhi benda budaya & karya seni instalasi Bajau. Itu untuk pertamakalinya merasa bangga sama museum kita. Selain karena berpenampilan beda (walau untuk beberapa minggu) juga karena ada yang bisa dibawa pulang yaitu, kesadaran bahwa Suku Bajau adalah bangsa Gypsy kita di laut. Penataan koleksi memang sangat berpengaruh. Pameran Suku Bajau yang ditata secara kontemporer terasa jauh lebih menggugah & memberi jawaban ketimbang apa yang disajikan Museum Bahari. Sorry arra, Museum Bahari kita masih bersemangat "gudang", cuma tempat untuk penyimpanan barang tuwa yang terkesan kelewat menyanjung kejayaan penjajah. Coba liat area seputar pernak-pernik Pulau Onrust yang rupanya sangat penting bagi sejarah bahari Belanda sebagai bandar transit / karantina & rumahsakit sebelum para penjajah itu mendarat di Jawa dll. Ini satu-satunya ruang pamer paling wah di museum itu karena dapat donasi dari kedubes oranye. Bangsa Indonesia boleh payah dalam hal permuseuman sebagai etalase barang kuno. Tetapi alam maha adil. Bagi yang suka kelayapan nusantara apalagi sampai ke pelosok pedalaman, pasti terharu karena sejarah tradisional kita masih hidup dan sedang berlangsung di tengah masyarakat. Seantero Indonesia adalah panggung budaya & peradaban masyarakat di, pinjam istilah duke: di persimpangan 2 benua & 2 samudra. Semua inilah harta karun kita - persis kata jack sparrow, bukan cuma yang gemerlap seperti emas & perak. Sebagai bangsa penjajah, orang Eropa memang punya kegilaan untuk dikenang, dikagumi, disanjung, generasi mendatang. Nggak heran kalau Eropa adalah benua yang juga disesaki museum pribadi milik orang-orang berkaliber tokoh maupun yang sekedar kaya. Si uplik diem-diem juga punya keinginan untuk dikenang & dibikinin patungnya di jalan utama Leiden. Pengin rasanya ikut nyumbang asal patungnya adalah pose si uplik dengan kostum pejogging bokek.. :) --- "johny_indon" <johny_indon@...> wrote: > entah kenapa saya koq sulit untuk tertarik masuk museum. > mungkin karena museum di negara kita penataannya kurang menarik, > sehingga di benak ini, sejak kecil, tertanam image bahwa > museum adalah tempat yg membosankan. > > padahal kalau lagi melancong, yg dipromosikan oleh guide atau > receptionist hotel selalu museum. > > waktu di florence, kaki saya tinggal 3 langkah masuk museum > yg isinya adalah mahakarya leonardo da vinci dan michelangelo. > tapi ngga tau kenapa, kaki ini rasanya berat bener masuk kesitu. > > begitu juga waktu di jerman. > si bule yg nganter saya ngajak masuk museum friedenssaal yg katanya > "tempat paling bersejarah, karena di sinilah belanda dan spanyol > berdamai dari perang yg ber larut2". > supaya dia tidak tersingung, saya berkilah "you go ahead lah, kaki > saya udah pegel banget jalan2, ampir lecet nih". > akhirnya dia masuk museum sendirian. dan saya nunggu di lobby > ampir 1 jam. > > satu2nya museum yg pernah saya masuki saat melancong > adalah 'museum' madame tussauds di amsterdam... hahaha. > eh ada satu lagi deng, 'museum' petrosains di menara petronas, > sebuah 'museum' yg lumayan canggih dan futuristik. > saya inget di situ ada permainan yg bisa menggerakan benda pake > gelombang otak kita. masuk ke situ juga ngga sengaja, gara2 > rengekan anak saya. > > > --- "arra_s" <arra_s@...> wrote: > > > Telaah an no 10 : > > > > Museum sangat penting buat bangsa kita > > bisa sebagai tempat pembelajaran yg menyenangkan... > > > > kemana lagi nanti generasi seterusnya mau napak tilas, mengenal > > sejarah nenek moyang nya.. > > > > siapa lagi yg dapat menyadarkan bangsa yg tersesat, kecuali > > kembali kepada sejarah nya.. > > > > jawaban nya ada pada museum maritim, bahari dan museum museum > > kebudayaan lain nya.. > > > > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > > > > > > Kayaknya udah musti develo enviro, ya nggak? > > > > > > "not all treasure is silver and gold, mate.." > > > - jack sparrow > > > > > > > > > --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > > > > > > > masih belum beres dan gak akan pernah beres, seharian ini aja > > > > dihabiskan dgn rapat teknis tata ruang terkait kajian > > > > lingkungan hidup strategis (strategic environmental > > > > assessment) .. > > > > > > > > ide tulisan shipwrecks ini muncul ketika kemarin gw diundang > > > > sbg pembicara acaranya budpar, potensi cagar budaya bawah air > > > > termasuk bmkt dan prospeknya di kalbar, menghadirkan eselon 2 > > > > dari kementerian parawisata. eh gak taunya cuma sosialisasi > > > > uu no 11 tahun 2010 dan lebih bersifat umum ke terrestrial. > > > > > > > > maka untuk lebih menarik minat sekaligus mempopularkannya, > > > > sempet kusinggung kisah tentang michael hatcher sbg pemburu > > > > dan penguras kapal geldermalsen di perairan riau termasuk > > > > indikasi keterlibatannya di ekspedisi cirebon 2004an .. plus > > > > bumbu ala jack sparrownya pirates of the caribbean atau > > > > indiana jones ;o) > > > > > > > > > > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > > > > > > > Brarti, sustain enviro udah beres dong yah? > > > > > > > > > > > > > > > --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > > > > > > > > > > > http://endyonisius.blogspot.com/2012/06/benda-berharga-asal-muatan-kapal.html > > > > > > > > > > > > Posisi geografis Nusantara pada persimpangan di antara > > > > > > benua dan dua samudera berikut peran strategisnya, telah > > > > > > menjadi sentra maritim terkemuka di kawasan Asia > > > > > > Tenggara. Serta berbagai dokumen sejarah telah menyatakan > > > > > > sejak sekitar abad 5 hingga 19 pada sebaran titik > > > > > > perairannya telah menjadi kuburan bagi ribuan kapal yang > > > > > > tenggelam. > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
