Group B :
Kebalikan dari Group A, inilah makna neraka atau sajian kualitas
partai final dini di tiap laga. No, bukan karena Ronaldo, faktor
Mario Gomez atau cuma terjebak aspek sejarah dan segala tetek
bengeknya. Melainkan disinilah 4 tim dalam rangking 10 terbaik
dunia versi FIFA harus bertarung dan posisi Portugal justru paling
buncit. Serta ketiga tim lainnya begitu mentereng sbg juara group
pada babak kualifikasi, sementara Portugal malah merangkak dgn
fasilitas play off. Maka faktor jadwal agak kurang berlaku di group
ini karena semua tim sudah harus saling bunuh sejak detik pertama
hingga akhir, walau mereka akan mendapat "bonus istirahat" di babak
quarter final. Serta berdasarkan keseimbangan starting eleven dgn
tim pelapis yg dibutuhkan untuk rotasi, pilihan logis mengerucut
kepada Jerman dan Belanda.

1. Jerman, Der Panzer (FIFA #003). Jerman adalah Jerman, meski
mayoritas pemain kunci terdiri dari para imigran seperti Podolski
dan Klose asal Polandia, Mesut Ozil (Turki), Khedira (Tunisia),
Jerome Boateng (Ghana). Dengan reputasi raja turnamen sekaligus
spesialis runner up termasuk pada level klub Bayern yg mendominasi
pasukan inti, Jerman boleh dianggap kandidat terkuat untuk
bertarung 5 laga.
Kapten: Philipp Lahm, salah satu pilar pertahanan senior dari
Bayern Munich, dianggap paling berwibawa sbg pengendali permainan
menurut strategi Joachim Low yg dikenal variatif dan efektif.

2. Belanda, De Oranje (FIFA #004). Merupakan tim paling produktif
dalam perjalanan menuju Polkraina dgn mencetak 37 gol sbg rekor
tertinggi babak kualifikasi pada gelaran Euro sepanjang sejarah,
ditambah reputasi Van Persie yg begitu menakutkan di Liga Inggris
musim ini. Pasca kekalahan menyakitkan di final Piala Dunia 2010
justru mengasah tim berubah pragmatis dan meninggalkan ciri total
football yg kini lebih identik dgn Spanyol. Filosofi yg menurutku
begitu menakutkan namun dapat diganjar dgn status juara, itulah
prinsip berorientasi hasil akhir dan Belanda sangat mampu.
Kapten: Mark Van Bommel, gelandang dari AC Milan dan pemain paling
senior untuk menjaga keseimbangan tim, terutama menggalang pertahanan
yg sering dianggap titik terlemah pada kiper. Tapi perhatikan nama
Ibrahim Afellay, Van Persie serta Klaas-Jan Huntelaar yg justru
mencetak 12 gol dua kali lebih banyak dari RVP, seolah Belanda
punya dua tim dgn dua striker murni yg maut dan seimbang.

3. Denmark, Tim Dinamit (FIFA #009). Secara reputasi mungkin di
bawah tiga kandidat lainnya padahal memiliki keseimbangan midfielder
melalui kombinasi Christian Poulsen dgn Christian Eriksen kepada
sang finisher Nicklas Bendtner. Jika mereka sanggup mengalahkan
Jerman atau Belanda, Denmark dipastikan melenggang ke babak berikut.
Pelatih Morten Olsen paham hal itu dan memiliki pengalaman telah
melampaui seratus laga lebih untuk tim dinamit ini, sebagai pemain
utama masa lalu maupun kini pelatih.
Kapten: Daniel Agger, palang pintu andalan Liverpool berikut
pengalamannya di liga Inggris, termasuk peran penting menggalang
pertahanan yg rapuh akibat cidera kipper utama, Thomas Sorensen.
Beri waktu khusus untuk Christian Eriksen, pemain muda paling
diperhatikan oleh Sir Alex Ferguson.

4. Portugal, The Navigators atau tim Samba versi Eropa (FIFA #010).
Inilah tahun keemasan Portugal untuk dapat menyandang predikat
negara besar sepak bola, mengingat belum pernah juara Eropa apalagi
Dunia. Beban itu terletak pada talenta dan ambisi tiga titik:
Ronaldo, Nani dan Pepe.
Kapten: Cristiano Ronaldo, berposisi murni sbg pemain sayap namun
galak menyerang. Dipercaya pelatih Paulo Bento untuk mengangkat
moral tim walau beresiko dirusak nafsu individualis. Ronaldo perlu
membuktikan kehandalannya untuk bertarung rapat jangka pendek
secara tim, atau menjadi kartu mati saat dikunci atau justru
diusir akibat kartu merah.

#1: Jerman
#2: Belanda



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke