Hehehe... coba tanya ke milis ini, ada berapa orang yg ga buang sampah 
sembarangan? Gua yakin hampir semuanya buang sampah seenaknya, termasuk yg suka 
sok berduit.




>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Sunday, June 10, 2012 5:15 PM
>Subject: [proletar] Lingkungan Bersih, Bebas Sampah
> 
>
>  
>http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/09/55308/lingkungan_bersih_bebas_sampah/#.T9RyWsV_TLc
>
>Lingkungan Bersih, Bebas Sampah
>Oleh : Wothson G J Sinaga, S.Pd. 
>
>Sebagai limbah manusia, sampah kerap sekali menjadi sebuah permasalahan yang 
>tidak kunjung merdeka. Hingga sekarang masih banyak masyarakat yang kurang 
>sadar akan kebersihan lingkungan. Terbukti di lingkungan tempat kita tinggal 
>masih banyak sampah. Sampah tersebut berserakan di tempat-tempat umum dan 
>cukup merusak pemandangan dan kebersihan lingkungan.
>Masih banyaknya masyarakat yang belum sadar lingkungan akan membuat dampak 
>buruk bagi lingkungan. Tidak mengambil tanggung jawab atas sampah sendiri 
>membuat mereka seenaknya membuang sampah sembarangan. Bukan hanya buruk bagi 
>lingkungan namun juga tidak menjadi teladan bagi anak-anak dan orang lain. 
>Sehingga kian lama sampah akan semakin menumpuk dan berakibat buruk bagi 
>pemandangan juga drainase lingkungan.
>
>Pemerintah juga bukannya tidak melakukan tindakan dalam mengatasi masalah 
>sampah. Walau kelihatan hanya sebagai slogan, namun setidaknya mereka telah 
>menyerukan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun demikian 
>selalu saja masalah tersebut belum bisa terkontrol secara maksimal. Akibatnya 
>adalah terjadi sampah berserakan bahkan di sekitar kota, adanya penumpukan 
>dipinggiran kota dan jalan-jalan. Sehingga sewaktu hujan turun yang terjadi 
>adalah sampah tersebut terbawa arus sungai ke dalam parit dan selokan. 
>
>Dengan adanya beragam jenis sampah yang terbawa air hujan membuatnya mengendap 
>di dalam parit lebih banyak dan lama. Logikanya saat hujan turun kembali maka 
>yang terjadi adalah penyumbatan saluran air dan mengakibatkan terganggunya 
>drainase kota. Bila saluran drainase tersebut terganggu maka berakibat banjir, 
>seperti yang terjadi pada beberapa ruas jalan dan wilayah kota Medan. 
>Terjadinya banjir sangat mengganggu kesehatan, aktivitas rutin dan bahkan arus 
>lalu lintas.
>
>Mungkin secara keseluruhan, baik pemerintah dan masyarakat belum mampu untuk 
>menanggulangi kebersihan dengan total. Namun hal tersebut dapat dilakukan step 
>by step. Pemerintah diharapkan bukan hanya sebagai peluncur slogan-slogan 
>kebersihan, namun juga mengimbanginya dengan operasional baik secara tindakan 
>maupun alat pendukung. Sebab penyapu jalan setiap pagi saja tidaklah cukup 
>jika ingin lingkungan bebas dari sampah. Lebih dari itu diperlukan totalitas 
>tindakan penyediaan peralatan pembersih sampah, penyediaan tempat sampah 
>organik dan non-organik, pemantauan kebersihan lingkungan secara teratur dan 
>berkala serta mengadakan pengawasan kegiatannya. Juga tak luput proses 
>pendaurannya pada Tempat Pembuangan Akhir sampah yang harus jelas dan 
>benar-benar didaur ulang.
>
>Sembari slogan berbanding lurus dengan tindakan nyata pemerintah, maka 
>masyarakat yang melihat akan berangsur turut serta dalam program kebersihan. 
>Juga tetap dilakukan komunikasi dua arah secara berkala antara pemerintah 
>dengan masyarakat dalam program kebersihan lingkungan. Sehingga secara proses 
>berjalan, kebiasaan untuk ‘bersih lingkungan’ akan menjadi gaya hidup dan 
>berpengaruh bagi orang lainnya.
>
>Gaya Hidup Recycling
>
>Pemisahan sampah atas organik dan non-organik dapat memudahkan petugas dan 
>masyarakat dalam memilah ataupun mendaur sampahnya. Sehingga sampah tidak 
>tercampur, menumpuk dan terkontaminasi dengan reaksi kimia yang akan merugikan 
>udara dan lapisan ozon. Kita juga tidak menginginkan aroma tak sedap dari 
>reaksi kimia tersebut terhirup setiap hari.
>
>Alih-alih membuang kedua sampah tersebut, kita dapat mendaur sendiri yakni 
>sampah organik diberi untuk pakan ternak dan non-organik dikreasikan menjadi 
>barang bernilai ekonomis. Seperti dalam kehidupan kerja, khususnya di kantor 
>kita dihadapkan banyak pekerjaan berhubungan dengan kertas. Menggunakan 
>kembali kertas yang telah digunakan dari side to side akan lebih bermanfaat 
>untuk sebuah kopian atau catatan kecil. Sementara kertas juga dapat digunakan 
>sebagai pembersih kaca atau perabotan rumah lainnya dan jika digunakan pada 
>taraf ini dapat direcycle kembali menjadi bubur kertas untuk pembuatan kertas 
>daur ulang.
>
>Di lingkungan rumah dan sekolah juga dapat kita ajarkan kepada anak-anak untuk 
>mempunyai gaya hidup go green dan memilih untuk mengoptimalkan pemakaian suatu 
>barang yang memang dapat di daur ulang atau dikreasikan kembali. Contohnya 
>seperti kreasi bunga dari plastik kantongan, peta buta dari bubur kertas, 
>botol sebagai tempat bunga atau hiasan dinding, dan lain sebagainya. Dalam 
>penggunaan perlengkapan rumah baiknya juga memilih barang kreasi limbah yang 
>telah diolah sedemikian rupa.
>
>Melalui tindakan kecil seperti ini nantinya akan berdampak bagi lingkungan 
>yang semakin hijau dan bersahabat. Sebab dengan bersihnya lingkungan sekitar 
>dan optimalisasi sampah atau limbah rumah tangga akan lebih bermanfaat bagi 
>kelestarian alam. Dengan demikian keseimbangan alam dan kebersihannya akan 
>tetap terjaga. Juga melalui kerjasama masyarakat, orang tua dan sekolah 
>diharapkan akan mampu menjadi teladan bagi sebuah gaya hidup yang mencintai 
>lingkungan bersih dan tetap memelihara kerindangan, juga mengoptimalkan 
>pemakaian benda-benda sampai ketitik recycle secara bijak.
>
>Sebab orang yang hidup adalah orang yang memiliki tanggungjawab atas 
>kehidupan, dirinya dan alam. Jika terjadi ketimpangan maka dampak yang akan 
>timbul bukan hanya bagi diri sendiri melainkan bagi generasi berikutnya. 
>Bukankah kita ingin agar dikenal sebagai pendahulu yang mencintai lingkungan 
>dan teladan oleh generasi berikutnya...? Oleh sebab itu mari pelihara 
>lingkungan dan alam, maka alam juga akan menjaga keberlangsungan hidup 
>ekosistem bumi. ***
>
>Penulis seorang pendidik, alumni FE Unimed, kelompok Blessing Community Medan.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke