http://www.harianterbit.com/artikel/info/artikel.php?aid=152460
Asal Usul Nenek Moyang Dari Asia
Tanggal : 08 Jun 2012
Sumber : Harian Terbit
JAKARTA-Nenek moyang monyet, kera, dan manusia kemungkinan berasal dari Asia,
bukan dari Afrika seperti yang selama ini diyakini oleh sejumlah ilmuwan. Teori
baru ini didukung oleh fosil yang baru ditemukan di Asia Tenggara.
Asal-usul antropoid, kelompok simian atau "primata tingkat tinggi," yang
beranggotakan monyet, kera, dan manusia selama ini masih menjadi perdebatan di
kalangan ilmuwan. Meski fosil yang digali di Mesir menunjukkan bahwa Afrika
adalah tanah kelahiran antropoid, tulang elulang lain yang ditemukan dalam 15
tahun terakhir menguak kemungkinan bahwa Asia adalah tempat kelahiran mereka.
Teori ini menggeser teori sebelumnya yang menyatakan nenek moyang manusia
berasal dari Afrika. Teori baru ini diungkapkan oleh tim ahli palaeontologi,
setelah mereka menemukan fosil gigi Afrasia djijidae di Myanmar.
Bentuk fosil gigi antropoid ini mirip fosil Afrotarsius libycus, yang ditemukan
di Libya, sehingga menjadi penghubung rantai evolusi yang hilang antara Afrika
dan Asia. Bentuk gigi kedua spesies ini menunjukkan bahwa mereka adalah pemakan
serangga.
Kemiripan antara Afrasia dan Afrotarsius melahirkan gagasan bahwa antropoid
bermigrasi dari Asia dan membuat kolonisasi di Afrika.
"Afrasia tidak hanya membantu menutup kasus tentang evolusi pertama antropoid
di Asia, tapi juga mengatakan kepada kita bahwa nenek moyang pertama manusia
justru berjalan ke Afrika," kata Chris Beard, paleontolog, di Carnegie Museum
of Natural History, Amerika Serikat.
Namun jangan dibayangkan bentuk leluhur manusia ini seperti hominid pada
umumnya. Karena memang tidak demikian. Berdasarkan ukuran fosil gigi yang
ditemukan, kedua spesies leluhur manusia itu diperkirakan berukuran 3,5 ons,
kira-kira bentuknya seperti tarsius modern.
Tim peneliti menemukan empat fosil gigi yang sama setelah enam tahun melakukan
penggalian dan pemilahan berton-ton sedimen di daerah dekat Nyaungpinle di
pusat Myanmar. Temuan tim yang melibatkan ilmuwan dari University of Poitiers,
Prancis, ini sempat membelah pakar paleontologi di seluruh dunia, khususnya
kapan dan bagaimana antropoid Asia awal membuat jalan dari Asia ke Afrika.
Maklum saja, karena perjalanan ke Afrika pada saat itu tidaklah mudah. Sebab,
ada sebuah laut yang lebih luas dibanding Laut Mediterania modern disebut Laut
Tethys memisahkan Asia dan Afrika. Sementara penemuan fosil Afrasia tidak
banyak membantu mereka memecahkan misteri rute awal antropoid menuju benua
Hitam. "Hal ini menunjukkan kolonisasi terjadi relatif baru, hanya sesaat
sebelum fosil manusia purba pertama ditemukan dalam catatan fosil Afrika," ujar
Beard.
Profesor Jean-Jacques Jaeger dari University of Poitiers mengatakan temuan
fosil antropoid Afrasia djijidae di Myanmar menunjukkan salah satu keturunan
dari antropoid awal telah membuat kolonisasi di Afrika sekitar 37-38 juta tahun
lalu. Namun keragaman antropoid awal lebih banyak diketahui dari situs Libya
yang menghasilkan Afrotarsius libycus.
Penemuan ini menjadi terobosan untuk menguak hubungan antara Afrasia djijidae
dan Afrotarsius libycus. “Ini merupakan patokan penting untuk penentuan tanggal
kolonisasi Afrika oleh antropoid Asia," ujar Jaeger. ”Afrika adalah tempat asal
manusia dan Asia adalah tempat kelahiran nenek moyang kita.”(tbt)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/