--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote: > > kalau para moslem itu waras dan punya perasaan humanis > > 1. mereka tidak perlu menjadi immigran ke eropa, cukup membuat peradaban maju > di tempat tinggalnya sendiri, arab world atau persia >
imigran paling banyak di eropa dan di amerika tuh imigran dari afrika, imigran dari india, imigran dari cina, imigran latino, atau imigran dari arab? sampeyan nggak pernah tinggal di eropa, nggak pernah tinggal di amerika, tapi asal nguap ngomong tentang imigran di eropa. > 2. mereka tidak perlu membangun mesjid atau tempat2 ibadah megah di eropa, > semua itu cukup dibangun di tempat tinggalnya sendiri di arab world atau > persia > kenapa, imigran nggak boleh bangun mesjid? pikiran sampeyan ini kan pikiran fasis. pikiran ini kan sama aja dengan mengatakan bahwa, imigran cina di indonesia nggak perlu membangun klenteng mewah disini. cukup bangun kelenteng mewah di cina aja sono. gitu kan?, > 3. mereka membangun peradaban sendiri di arab, yg membuat para moslem betah, > nyaman, dan tidak perlu berbondong-bondong jadi immigran ke eropa atau amerika > sampeyan ngelindur? semua imigran di eropa, amerika, australia, sudah menganggap negara itu sebagai tempat tinggalnya sendiri (their home). > selama sebuah etnis, agama, atau kelompok primordial bisa membangun peradaban > dan budaya yang beradab di daerahnya sendiri, maka etnis tsb tidak akan > menjadi immigran... > sampeyan sebaiknya nggak usah lah ngomong tentang imigran berdasarkan etnis, agama seperti omongan orang yang nggak sekolahan. setiap orang punya rejekinya masing2 dan tentunya punya latar belakang masing2 yang berbeda pula. imigran muslim membangun mesjid, imigran cina membangun klenteng, imigran india membangun kuil. paling tidak, para imigran itu tetap bangga dengan latar belakangnya dan tetap mempertahankan kebudayaannya masing2. sampeyan kan beberapa tahun yang lalu juga pernah ngomong mau berimigrasi ke rusia. kalo cita2 sampeyan bisa terkabul berimigrasi ke rusia, apa sampeyan mau 'membuang' semua jati diri, kebudayaan sendiri? contohnya seperti si jusfiq tuh, imigran geblek yang membuang semua jati diri, membuang kebudayaannya sendiri, akibatnya malahan blangsak jadi pecundang tolol yang nggak punya jati diri. si jusfiq itu merasa dirinya belanda, merasa dirinya seperti orang bule, sok ngeganja , sok minum alkohol seperti kelakuan bule, dan dia nggak mau mengakui dirinya indonesia dan keturunan agama islam. tapi, on the other hand, dia nggak sadar bahwa kulitnya tetep aja berwarna, cara berpikirnya tetep aja seperti orang indonesia (pemalas), akibatnya hidupnya miskin dan hidupnya sengsara sampe menjual diri dipiara perempuan dan dapet dana sosial dari negara yang ditinggalinya. dasar imigran sialan.... ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
