Ref: Kalau lingkungan hutan tempat berburu bagi beruang, makin sempit dan 
makanan makin susah diperoleh, maka manusia pun akan menjadi sasaran santapan 
untuk mengisi perut nan lapar.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/12/ArticleHtmls/Warga-Tewas-Diterkam-Beruang-12062012009007.shtml?Mode=0


Warga Tewas Diterkam Beruang 
RIAU 


Tiga ekor beruang diduga menerkam seorang warga di Desa Lubuk Salak, Kecamatan 
Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Akibatnya, seorang warga bernama Idris 
tewas. “Bapak dikeroyok tiga beruang dan badannya semua tercabik-cabik. Bapak 
meninggal di perjalanan sewaktu hendak kami bawa ke rumah sakit,“ ujar Arisman, 
anak korban, kemarin. 
Arisman menyebutkan, kejadian nahas itu terjadi pada Sabtu siang lalu. Saat 
itu, korban tengah menakik (memanen) karet di kebunnya yang berjarak sekitar 
500 meter dari pinggiran desa.
Arisman yang siang itu juga hendak menuju kebun tibatiba mendengar jeritan 
minta tolong ayahnya.

“Saat saya sampai, tiga ekor beruang itu langsung kabur. Saya melihat ayah 
sudah terkulai penuh darah.
Badannya luka semua lantaran cakaran, “ kata Arisman, “Sampai sekarang, kami 
semua ketakutan karena beberapa ekor beruang masih tampak berkeliaran di 
pinggir kampung.“

Belum diketahui pasti sejak kapan dan jumlah kawanan beruang itu berada di 
sekitar Desa Lubuk Salak. Namun, menurut aktivis hutan Riau, Herijal Jalil, 
sejak awal Juni lalu pihaknya sudah mendapat informasi tentang keberadaan 
beruang di sekitar kawasan hutan dan kebun Kerumutan.

“Sejak awal Juni kami sudah mendapat informasi adanya kawanan beruang di 
sekitar Kerumutan. Kami malah sudah meneruskannya kepada pihak BKSDA (Balai 
Konservasi Sumber Daya Alam) dan sejumlah rekan LSM (lembaga swadaya 
masyarakat) lainnya,“ ujar Direktur LSM Tropika Riau tersebut.

Sementara itu, pihak World Wildlife Fund Riau mengatakan sudah mendapatkan 
informasi adanya korban manusia akibat serangan beruang itu. Menurut juru 
bicara WWF Riau, Syamsidar, kendati tidak fokus terhadap beruang, pihaknya 
tengah mengupayakan solusi atas situasi yang dialami warga, khususnya di 
sekitar Kerumutan Pelalawan itu.

“Kita berharap kepada pihak BKSDA, kepolisian, dan pihak-pihak lain, secara 
bersama-sama dapat mengatasi masalah ini,“ ujar Syamsidar, “ Di samping 
menyelamatkan manusia, tentunya beruang yang masuk kategori dilindungi itu juga 
dapat terselamatkan.“

JUPERNALIS SAMOSIR 

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke