http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/korupedia-abadikan-data-koruptor
  a.. Video 
  b.. Sajian 
  c.. Dosir 
  d.. Interaktif
 
Map 
Jakarta, Belanda 
Jakarta, Belanda 
"Korupedia" Abadikan Data Koruptor
Diterbitkan : 15 Juni 2012 - 1:27pm | Oleh Aboeprijadi Santoso (Foto: 
Aboeprijadi Santoso) 
Diarsip dalam: 
  a.. data 
  b.. Indonesia 
  c.. korupedia 
  d.. koruptor
Anda mencari besan yang tak cemar? Pingin mantu yang bersih namanya? Atau mau 
pilih politikus yang kredibel? Gunjang-ganjing kasus kasus korupsi yang melanda 
Indonesia membuat masyarakat makin muak, dan membahayakan demokrasi.

Sejumlah aktivis anti-korupsi kini meluncurkan situs web www.korupedia.org yang 
melacak dan mengabadikan foto, data diri dan keluarga para koruptor yang 
putusannya telah in kracht (diberlakukan) oleh pengadilan. Pendataan perlu, 
tapi kapan membangun kekuatan politik, gerakan Liga Anti-Korupsi, untuk 
menghadapi mafia salah satu jenis korupsi terbesar korupsi politik di dalam 
badan negara seperti DPR dan birokrasi?

Korupsi benar seperti benalu karena benalu menjarah tanpa malu. Padahal hanya 
malu, dan dipermalukan, yang sering membuat orang di Indonesia menjauhi aib. 
Semacam inilah salah satu motif peluncuran situs web www.korupedia.org oleh 
sejumlah aktivis anti-korupsi di Jakarta Selasa lalu.

Korupedia adalah semacam wikipedia khusus untuk mencatat nama-nama dan data 
para pelaku korupsi sepanjang sejarah di Indonesia. Tepatnya: ensiklopedia 
korupsi Indonesia. Di situ terdapat sejumlah jenis korupsi dengan data nama 
kasus, nama yang terlibat dan putusan pengadilan.

"Republik Korupsi"
Yang menarik, ada sebuah peta besar republik ini yang dilengkapi dengan 
titik-titik di setiap kota tempat terjadi kasus korupsi apa pun, yang pernah 
diputuskan pengadilan. Nah jika Anda klik, maka akan tampillah sejumlah nama, 
kasus dan data terkait.

Mengingat luasnya "Republik Korupsi" ini, jarang orang Jakarta tahu apa saja 
yang terjadi dengan APBN dan APBD, sebut saja di sebuah kabupaten di Aceh, atau 
di Sulawesi Utara.

Dengan begitu, situs ini dapat berfungsi sebagai penggerak dinamika anti 
korupsi, menjadi jendela bagi publik pencari data, sekaligus pintu bagi 
masyarakat yang ingin memeriksa dan mencek kasus korupsi yang macet. Tentu 
saja, data itu harus terverifikasi, jadi laporan-laporan publik harus ditelisik 
dengan teliti agar tidak menjadi daftar fitnah.

"Kami risau," demikian Teten Masduki pendiri ICW Indonesia Corruption Watch, 
salah satu pemrakarsa Korupedia, menandaskan, "hukum untuk menjerat koruptor 
belum efektif, putusan pengadilan seringkali rendah, yaitu di bawah dua tahun, 
pelaku-pelakunya taraf kecil, dan sanksi sosial tidak ada. Misalnya mereka ini 
tampil di Tipikor (Pengadilan Tindak Korupsi) diantar dan didoakan oleh ustadz 
lalu keluar dari penjara pun disambut."

Tak pernah merasa bersalah
Para tokoh nasional yang terpidana korup, juga tak pernah merasa bersalah, 
malah merasa dizalimi, bahkan bisa dipilih kembali. Malah di Boven Digul dan di 
Sulawesi Utara ada pejabat yang dilantik di penjara. Jadi kita sering melupakan 
dosa mereka, kini kita ingin mendokumentasikan mereka yang pernah merusak 
bangsa ini.

Kita ingin mengabadikan mereka. Ini sama pentingnya dengan mencatat jasa para 
pahlawan.

Jadi situs korupedia dapat membantu mereka yang ingin mencermati bobot, bibit 
dan bebet (nilai-nilai moral) para calon kerabat atau pemimpin negeri ini. 
Maka, dengan ide sederhana dan teknologi mutahir online murah, dapat diakses 
publik ingin mendinamiskan masyarakat anak bangsa dalam membangun kehidupan 
bernegara.

Lembaga korupedia dihidupkan secara swadaya tanpa sponsor, dananya datang dari 
saweran pribadi-priadi dan lembaga sejenis yang solider, termasuk KBR68H dan 
Air Putih.

Korupedia dengan demikian dimaksud menjadi sebuah "monumen abadi dalam bentuk 
digital" yang akan menjadi rujukan dan alat sanksi sosial. Sejauh ini 101 kasus 
sudah diunggah. Siapa saja dapat berpartisipasi dengan melengkapi foto-foto 
para terpidana.

Yang penting, masyarakat dapat ikut mendorong kasus macet agar maju, yaitu 
kasus para koruptor yang sudah bertahun-tahun jadi tersangka tapi tak pernah 
diadilikan, bahkan terus menjabat kepala daerah dan sebagainya. "Ini penting," 
demikian Teten, "demi rasa keadilan!"

Sanksi sosial
Dengan tekanan masyarakat lewat media sosial sms, twitter dsb, lembaga ICW, 
Korupedia selanjutnya dapat menekan polisi, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan 
Korupsi KPK. Dinamisasi kasus macet dapat menumbuhkan sanksi sanksi sosial, dan 
dengan begitu partai partai politik pun dipaksa berhati-hati atau akan cemas 
dalam mencalonkan wakil wakilnya di DPR.

Jika calonnya pernah cemar secara hukum, maka lampu nama yang diklik itu akan 
menyala.

Yang menarik seminggu sebelum resmi diluncurkan, jumlah mereka yang mencoba 
mengakses hampir sama banyaknya dengan mereka yang mencoba meng-hack, atau 
merusak situs ini. Ini tidak aneh karena pengalaman serupa juga terjadi di 
India dan Afghanistan.

Tapi, pertanyaannya, tetap akan kita merasa cukup dengan pelembagaan dan 
teknologi pengawasan seperti ini? Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dengan tepat 
mempertanyakan bukankah perlu membangun suatu kekuatan politik dengan 
menegakkan Liga Anti Korupsi yang mampu menekan aparat negara.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke