Santai bos ... anak-anak sayah nddak ada yang sekolah di negeri. He..he... :-)

Kalaupun lulus UN dan dapet nilai tertinggi itumah cuman formalitas ajah. Saya 
nddak nuntut anak2 buat "juara kelas" atawa Mosti dapet nilai "paling tinggi". 
Asyik asyik aja dah ... dan kalaupun mereka secara faktual memiliki IQ Superior 
dan kemudian menonjol secara akademis, ya itu mah sesuatu yang emang udah nasip 
kami jadi orang tua yang punya anak2 pinter secara akademis meskipun kami tidak 
menuntut hal itu :-)

Saya setuju dengan kang jalal (Ketua yayasan sekolah anak sayah yang paling 
kecil), sistem "rangking itu tidak penting dan itu sistem yang "menganiaya" 
mahluk-mahluk lainnya. Anak-anak ada yang pinter matematika, ada yang seneng 
lukis, ada yang jago maen futsal, ada yang suka berantem ;-) ... meraka 
berbeda. Dan emang tidak adil kalau parameter prestasi hanya dilihat dari nilai 
"A' atau "B" dalam bidang mata pelajaran tertentu saja :-)

saya sepakat, anak-anak kita kagak usah di ojok-ojok untuk meng "cut Paste" 
diri kita sendiri, mereka berhak menjadi diri mereka sendiri, bukan "foto copy" 
an orang tua nya.

i have a dream ...

3 tahun lagi si teteh bisa ngelanjutin "SMA" di Singapore ....
Negeri yang dalam kacamata saya sangat islami meskipun dihuni oleh 
manusia-manusia yang kebanyakan mengaku tidak percaya sama tuhan .

Di sini orang-orang masih ribut ngomong "Kebersihan sebagian dari iman", di 
Singapore tanpa banyak cing cong ...negara nya sudah bersih duluan :-)

Di sini orang masih kagak tahu antri dan kagak tahu apagunanya antri kalau 
masih bisa nyalip. Di sana antri sudah jadi budaya :-)

Dalam perspektif saya, orang nddak usah ngomong islam untuk hidup islami. 
Thomas Alfa Edison jelas-jelas telah memberi banyak manfaat bagi seluruh 
penduduk bumi. Jelas manusia seperti itu -- seperti yang diajarkan oleh Islam 
-- adalah manusia yang LEBIH BAIK dibanding manusia berjubah putih yang sibuk 
komat-kamit menyebut-nyebut nama tuhan dan pada saat bersamaan hidup, makan, 
dan berpesta pora dengan harta anak yatim.

keep Cool :-)
Pinpin.


--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:
>
> Ini (dibawah) artikel bagus bagi dunia pendidikan,
> 
> 
> pendidikan di indonesia itu dulu lebih cenderung pendidikan mekanistis, 
> pendidikan untuk menjadi mesin mekanis,
> 
> dicontohkan berhitung, jelas lebih cepat komputer daripada manusia, 
> dicontohkan menghapal, ya pake komputer menghapal/copy paste mudah saja...
> 
> menurut saya, manusia itu pake hakekatnya adalah produce 
> idea/gagasan/imajinasi, ini yang mesin mekanis tidak mampu melakukannya...
> 
> imajinasi manusia-lah yang tidak akan mampu disamai oleh mesin mekanis...
> 
> http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/16/07365122/Pendidikan.Asingkan.Budaya.Bernalar
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke