http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/5/o3.htm
Jika ditemukan virus H5N1 dalam tubuh babi sangatlah wajar karena babi adalah binatang yang rakus memakan apa saja, tetapi selektif. Pada saat ada wabah, malahan peternak ada yang mencampur pakan babi dengan limbah ternak unggas terutama saluran pencernaan unggas. ---------------------- Babi bukan Penular Virus Flu Burung Oleh Drh. Ketut Santhia AP, MM. PADA saat merebaknya wabah flu burung pada unggas, perhatian masyarakat cepat-cepat tertuju pada babi. Hewan ini dianggap berpotensi akan menularkan virus dan menimbulkan epidemi pada manusia. Karena babi sebagai hospes intermidiet memiliki reseptor yang sama dengan unggas (ae 2,3 sialic acid) dan manusia (ae 2,6 sialic acid) untuk memudahkan menempel dan masuk ke dalam sel. Selanjutnya di dalam sel terjadi penggabungan gen (genetic reassortment) dari berbagai subtipe virus dan menghasilkan virus baru yang lebih ganas dan berpotensi menular pada manusia. -------- Penyakit ini di Indonesia pertama kali mewabah di Pulau Jawa pada bulan Agustus 2003. Sejak itu penyakit dengan cepat menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Sampai saat ini dilaporkan di 21 propinsi dan 132 kabupatenkota. Berbagai jenis unggas, seperti ayam (petelur, broiler, ayam kampung, Arab dan Bangkok), itik, entok, angsa, puyuh, merpati, perkutut dan merak putih terserang disertai gejala klinik dan kematian. Sedangkan dari ternak babi yang berasal dari Kabupaten Tangerang (Propinsi Banten) telah berhasil pula diisolasi virus AI subtipe H5N1 dan secara serologik ditemukan antibodi pada seorang petugas peternakan ayam di Sulawesi Selatan. Asal mula virus Al di Indonesia sejak awal tidak diketahui dengan pasti. Penentuan filogenetik isolat virus AI H5N1 asal Indonesia dilakukan di Laboratorium Referen WHO di Hongkong menunjukkan grup Z dan satu rumpun (cluster) dengan isolat virus AI (H5N1) dari Cina, Vietnam dan Thailand, tetapi paling dekat dengan isolat Yunan (Cina). Kedekatan genetik tersebut karena sama-sama memiliki potensi N-linked glycosylation site pada posisi 154-156, yakni berikatan dengan reseptor binding dan antigenik site pada globular tip dari molekul hemaglutinin (HA) virus H5H1. Virus AI subtipe H5N1 ini termasuk virus yang ganas (highly pathogenic). Flu burung yang berjangkit di Cina, Thailand, Vietnam dan Kamboja menimbulkan korban meninggal pada manusia. Dalam kurun waktu 2003-2005 52 orang meninggal dari 89 kasus tertular. Di Indonesia, kasus meninggalnya Iwan Siswara Rafei dan kedua putrinya sangat misterius, meskipun tidak dapat dimungkiri virus AI H5N1 diyakini sebagai penyebabnya. Bahkan hasil analisis filogenetik dari DNA termasuk dalam rumpun isolat virus Kulonprogo dan Cirebon. Namun dari kajian epidemiologik, pola penyakit tidak cocok. Sifat penyakit terlihat sangat ganas atau akut, ditandai dengan gejala demam tinggi, batuk-batuk dan dari gambaran paru-parunya memperlihatkan diffuse bilateral infiltrates. Untuk menimbulkan radang-radang paru-paru (pneumonia) yang begitu parah dalam waktu singkat memerlukan konsentrasi virus (virus content) yang tinggi. Namun penyakit menghilang dalam waktu singkat dan penyebarannya terbatas hanya di keluarga Iwan saja. Sumber penularan tidak diketahui dengan pasti, diduga dari unggas dan babi di Kabupaten Tangerang yang kebetulan beberapa ternak menunjukkan positif virus AI H5N1. Malahan dikaitkan dengan kotoran burung yang ditemukan di halaman rumahnya yang kebetulan positif H5N1. Asal tinja tersebut juga misterius karena hasil pemeriksaan sampel dari burung-burung yang ada di sekitarnya menunjukkan negatif virus H5N1. Kerugian Trilyunan Sebagai dampak wabah flu burung di Indonesia selama Agustus 2003 sampai dengan September 2004 menyebabkan penurunan populasi unggas kira-kira 15-20 juta ayam ras petelur (20%) dan 2-3 juta parent stock termasuk grand parent stock (30%). Kerugian yang diderita bagi industri perunggasan pada saat itu diperkirakan trilyunan rupiah. Bahkan belakangan ini dengan pemberitaan di berbagai media massa atas meninggalnya Iwan Siswara Rafei dan kedua putrinya disertai dengan pemusnahan ternak unggas dan babi di Desa Babat, Legok Kabupaten Tangerang berdampak terhadap industri perunggasan dan peternakan babi di Indonesia. Dikhawatirkan jika terjadi penurunan penjualan daging unggas sampai 50% dari total 1 milyar populasi ternak ayam per tahun, maka kerugian diperkirakan sebesar 5 triliun rupiah. Oleh karena banyak masyarakat yang takut mengkonsumsi daging ayam dan telur serta daging babi. Kekhawatiran masyarakat tertular virus flu burung ini seharusnya tidak perlu terjadi. Mengkonsumsi daging unggas dan babi setelah dimasak dengan benar tetap aman. Karena virus sangat labil, mudah mati di lingkungan luar, pemanasan pada suhu lebih dari 80øC dan bahan kimia pelarut lemak, seperti alkohol, chloroform dan desinfektan lainnya. Virus tidak ditularkan lewat makanan (bukan food borne disease) dan virus H5N1 asal Indonesia tampaknya tidak mudah ditularkan ke manusia. Meskipun sebuah teori mengatakan bahwa virus H5N1 dapat ditularkan ke manusia setelah mengalami penggabungan gen (genetic reassortment) subtipe virus dalam tubuh babi. Sulit Dibuktikan Babi dianggap sebagai hospes tempat pengadukan gen (mixing vessel) berbagai subtipe virus AI dan menghasilkan virus baru (virus recombinant) yang beda spesifisitas, imunogenik dan patogenisitas dengan virus asal (virus induk). Teori penggabung genetik subtipe virus H5N1 dalam tubuh babi sampai saat ini belum pernah dilaporkan dan sulit dibuktikan bahwa virus H5N1 dari unggas setelah menginfeksi babi kemudian menular pada manusia. Seperti wabah yang terjadi di Cina, Thailand, Vietnam dan Kamboja yang telah menelan korban 52 orang meninggal dar 89 penderita, ternyata tidak pernah kontak dengan ternak babi, melainkan dengan ternak unggas. Jika ditemukan virus H5N1 dalam tubuh babi sangatlah wajar karena babi adalah binatang yang rakus memakan apa saja, tetapi selektif. Pada saat ada wabah, malahan peternak ada yang mencampur pakan babi dengan limbah ternak unggas terutama saluran pencernaan unggas. Virus yang telah masuk ke dalam tubuh babi tidak diketahui apakah memperbanyak diri dalam sel atau hanya merupakan tumpahan (spill over) sementara saja. Jika hanya spill over maka dapat dipastikan virus ini tidak akan mudah ditularkan ke manusia. Untuk bisa menularkan virus ke manusia diperlukan konsentrasi virus yang tinggi dan dalam waktu singkat harus segera ditularkan serta adanya komplikasi penyakit lain seperti bronkitis atau pneumonia. Strategi Penanggulangan Ada 9 strategi penanggulangan yang dapat dilakukan. Pertama, peningkatan biosekuriti, dengan melakukan desinfeksi kandang dan peralatannya, kendaraan, rak telur, karung pakan dan sepatu petugas kandang, membiasakan mempergunakan alat pelindung dan mencuci tangan sehabis kontak dengan unggas. Kedua, vaksinasi, dilakukan lebih dari sekali terhadap seluruh populasi unggas yang sehat (cakupan vaksinasi 80-100%) menggunakan satu strain virus vaksin, homolog dengan virus lapangan dan kualitasnya baik. Ketiga, depopulasi (pemusnahan terbatas) di daerah tertular. Keempat, pengendalian lalu linas unggas, produk unggas dan limbah peternakan unggas. kelima, surveilans dan penelusuran dilakukan secara intensif. keenam, pengisian kandang kembali (restocking) setelah 1 bulan. ketujuh, stamping out (pemusnahan menyeluruh) di daerah tertular baru disertai pemberian kompensasi. Kedelapan, peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness) melalui media massa seprti TV, radio, surat kabar dan media lainnya. Kesembilan, melakukan monitoring dan evaluasi kasus klinik, respons antibodi sebelum dan setelah vaksinasi. Penulis, Kordinator Laboratorium Virologi, BPPV Regional VI Denpasar [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h79umgm/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123193856/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/">What would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer in the arts today at Network for Good</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
