Akankah kita puas dengan pengadilan terhadap Pollycarpus saja? 

    Tapi saya tidak melihat adanya political will presiden untuk
    terus mendorong agar ditelusiri siapa yang 'memesan' pembunuhan
    ini. 

-------- 

Aug 03 19:24
 
MUNIR DIRACUN MELALUI MINUMAN "ORANGE JUICE"
 
 
Jakarta (ANTARA News) - Munir, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan 
pendiri Kontras (Komite Orang Hilang dan Korban Kekerasan) yang 
meninggal tahun lalu ketika berada di pesawat Garuda yang membawanya 
menuju Amsterdam, Belanda berdasarkan surat dakwaan kepada 
Pollycarpus dibunuh dengan racun melalui minuman ringan "Orange 
Juice".

Dakwaan atas Pollycarpus itu, seperti diungkapkan kuasa hukumnya 
Muhammad Assegaf, ketika dijumpai di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 
diketahui dari surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang diterimanya.

Terkait dengan itu, Pollycarpus Budihari Priyanto didakwa melakukan 
kerja sama dengan kru Garuda, Oedi Rianto dan Yeti Susmiarti, dalam 
melakukan pembunuhan terhadap Munir.

Dalam surat dakwaan tersebut, lanjutnya, disebutkan bahwa Pollycarpus 
mengetahui bahwa Munir tidak mungkin minum wine, dan diperkirakan 
mengambil "Orange Juice" yang dihidangkan oleh Pramugari, Yeti, 
sementara Oedi sebagai yang bertugas meracik minuman wine dan orange 
juice yang akan disajikan kepada penumpang pesawat.

Pollycarpus disebutkan memiliki kesempatan untuk memasukkan racun 
(arsen) dalam minuman Munir. "Alasannya karena Pollycarpus yang 
berperan memindahkan tempat duduk Munir," kata Assegaf.

Namun, menurut Assegaf, dakwaan tersebut sangat spekulatif kalau 
Munir itu tidak mungkin minum wine. Apalagi tidak dijelaskan dimana 
racun itu dimasukkan kedalam minuman tersebut.

"Harus dijelaskan secara konkrit mengenai bukti yang memasukkan racun 
kedalam minuman tersebut. Jangan hanya dugaan dan perkiraan saja. 
Oleh karena itu, surat dakwaan itu, pembuktiannya sangat lemah," 
ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Assegaf, pihaknya mempertanyakan apakah Polisi 
punya bukti yang bisa diyakini bahwa Pollcarpus punya motif dan 
alasan untuk membunuh Munir. Sebaliknya, di pihak kuasa hukum 
Pollycarpus, punya alasan yang kuat bahwa dia tidak punya alasan yang 
kuat untuk membunuh Munir.

Suatu hal yang patut dipertanyakan yaitu ada kaitan apa Pollycarpus 
marah kepada Munir karena dianggap tokoh yang merusak negara kesatuan 
RI. Di sisi lain, juga alasan apa yang dituduhkan kepada Pollycarpus 
itu melakukan pembunuh berencana kepada Munir.

"Jadi untuk semua itu, harus ada bukti yang konkrit," tegasnya.

Rencananya, menurut Assegaf, Selasa pekan depan, Pollycarpus akan 
disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk pertama kalinya.
(*)
 

LKBN ANTARA Copyright © 2005  Syarat Penggunaan
 
 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hc44d9c/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123196034/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke