http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=117318


            FATWA MUI    Terlalu Memihak Kelompok Tertentu 



            Jumat, 5 Agustus 2005
            JAKARTA (Suara Karya): Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Abdul Mu'ti 
melihat munculnya pro-kontra seputar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak 
luput dari aspek politik. Menurut dia, fatwa-fatwa yang dilansir MUI tersebut 
terlalu berpihak pada kelompok tertentu di dalam Islam. 

            "Saya melihat persoalannya terkait dengan dimensi politik. Kalau 
kita lihat fatwa-fatwa MUI mengenai pluralisme, sekularisme, dan liberalisme, 
serta pengharaman imam perempuan, hal itu merupakan persoalan yang sejak lama 
menjadi perdebatan publik," kata Mu'ti, menambahkan. 

            Berkaitan dengan fatwa, karena kebenarannya relatif, Mu'ti menilai 
fatwa MUI tersebut tidak mengikat umat Islam. Dengan demikian, umat Islam bisa 
saja mengikuti atau tidak fatwa-fatwa tersebut. 

            Mu'ti menyatakan hal itu kepada Suara Karya, kemarin, saat dimintai 
tanggapan seputar pro-kontra fatwa MUI yang berkaitan dengan pelarangan 
keberadaan aliran Ahmadiyah, paham pluralisme, sekularisme, dan liberalisme. 

            Menurut Mu`ti, dalam konteks pemikiran Islam, fatwa yang merupakan 
ijtihad para ulama itu, sesungguhnya bukanlah merupakan keputusan hukum yang 
final. 

            Sementara itu di lain pihak, Sekjen Pimpinan Pusat Dewan Masjid 
Indonesia, Lukman Hakim Hasibuan, mengatakan fatwa Majelis Ulama Indonesia 
(MUI) tentang pelarangan paham sekularisme, liberalisme, dan ajaran Ahmadiyah 
harus didukung. Ajaran-ajaran itu dinilai Lukman menyesatkan dan berbahaya bagi 
umat Islam. 

            "Kita harus mendukung Fatwa MUI, karena Ahmadiyah itu jelas-jelas 
sesat. Sebab 100 persen, mahzab yang ada di dalam Islam mengakui bahwa Nabi 
Muhammad SAW itu khataman an nabiyyin (nabi penutup). Sedangkan Ahmadiyah 
menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir," kata Lukman. 

            Lukman menjelaskan, Ahmadiyah merupakan gerakan yang lahir di 
Pakistan yang dibidani Inggris untuk memecah-belah umat Islam. "Kalaupun 
sekarang MUI mengeluarkan fatwa, ini momennya sangat tepat. Karena gerakan ini 
sesat dan bisa berbahaya bagi umat Islam," kata dia. 

            Ia juga menilai, keluarnya fatwa MUI ini bukanlah hal yang sifatnya 
sembarangan. Menurutnya syarat-syarat mengeluarkan fatwa, kata Lukman, 
merupakan hasil kumpulan dari para ulama-ulama. Ia meminta pihak-pihak yang 
tidak paham, untuk tidak berkomentar yang dapat memperuncing keadaan. (M 
Kardeni)  
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h5s6fqh/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123197039/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke