http://travel.detik.com/read/2012/06/19/201741/1945525/1025/cuma-perawan-yang-boleh-menenun-di-desa-ini?
Cuma Perawan yang Boleh Menenun di Desa Ini
  a.. Oleh: Putri Rizqi Hernasari - detikTravel 
  b.. Selasa, 19/06/2012 20:18:00 WI
Foto Selengkapnya: 
  a..  
  b..  
  c..  
Desa Sukarara di Lombok terkenal sebagai desa pengrajin tenun songket. Di balik 
hasil tenunnya yang halus dan cantik ternyata tersimpan syarat yang 
mengharuskan sang penenun gadis perawan. Wiih!

Belum menikah, itulah salah satu syarat yang diberikan Desa Sukarara kepada 
para penenunnya songketnya. Desa yang terkenal sebagai sentra kerajinan tenun 
songket ini, memang memberikan syarat tertentu untuk pengrajinan songket, agar 
kain yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik.

Berada di Kecamatan Jonggot, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Desa 
Sukarara memang menjadi salah satu desa wisata tujuan para wisatawan. Di desa 
ini, turis bisa menyaksikan tangan-tangan terampil para pengrajin dalam menenun 
songket, dengan cara tradisional tentunya.

Seolah mengetahui banyak wisatawan yang tertarik dengan desa ini, para 
perempuan Desa Sukaraja selalu menyambut setiap pelancong yang datang di pintu 
masuk desa. Hampir semua mengenakan pakaian adat Suku Sasak, lengkap.

Setelah menyambut, barulah perjalanan Anda di Desa Sukarara dimulai. Wisatawan 
akan diajak berkeliling desa, dan melihat bagaimana perempuan Sukarara menenun 
songket.

Biasanya, proses pembuatan tenun songket ini bisa dilihat langsung di halaman 
rumah warga. Tak sedikit pula yang sengaja menunjukkan keterampilannya dalam 
menyongket di rumah workshop.

Dengan lincahnya, para perempuan di Desa Sukarara memintal benang menjadi kain, 
menggunakan alat tenun tradisional. Lebih asyik lagi, turis yang datang bisa 
mencoba menggunakan alat tenun ini.

Benar, perempuan di Desa Sukarara memang wajib belajar menenun. Lebih uniknya 
lagi, salah satu syarat para penenun di desa ini haruslah para gadis alias 
perawan alias perempuan yang belum menikah di desa. Jadi bisa dibilang, sebelum 
menikah para gadis ini harus pintar menenun.

Nah, kalau ada perempuan yang belum bisa menenun tapi nekat menikah, maka akan 
dikenakan sanksi berupa denda. Dendanya bisa berupa uang, hasil panen padi atau 
beras. Aturan ini dibuat agar perempuan di Desa Sukarara lebih mandiri dan 
tidak bergantung pada pria.

Selain melihat kegiatan menenun, di Desa Sukarara Anda juga bisa melihat ada 
banyak toko yang menjual kain tenun songket. Warna-warni kain tenun dipajang di 
setiap etalase toko.

Umumnya, di setiap kios dijual dua jenis kain, yaitu kain tenun ikat dan kain 
tenun songket. Kain tenun songket hanya dibuat oleh kaum perempuan dengan 
manual. Pekerjaannya pun cukup lama, mencapai 1-2,5 bulan.

Motif yang diberikan untuk setiap kain biasanya berbeda-beda. Ada kain ikat 
yang bermotif rumah adat dan lumbung, tak sedikit pula memiliki motif tokek. 
Rumah adat dan lumbung sebagai simbol kehidupan Suku Sasak. Tokek merupakan 
hewan keberuntungan bagi masyarakat Lombok.

Soal harga jangan ditanya. Bisa dibilang harga yang diberikan untuk setiap kain 
sesuai dengan lama dan rumitnya proses pembuatan. Harga selembar kain tenun 
songket bervariasi, mulai dari Rp 200.000- 5.000.000. Tergantung motif dan 
ukuran. Kalau harga ini dirasa mahal, Anda bisa memilih syal yang kecil seharga 
Rp 20.000.

Berbeda dengan kain songket, tenun ikat memiliki waktu produksi yang lebih 
singkat. Untuk kain sepanjang 3 meter bisa diselesaikan hanya dalam waktu 
sehari. Wow!

Kain ikat biasanya dipakai untuk bahan selimut atau bahan pakaian. Harga kain 
tenun ikat bervariasi tergantung jenis pewarna. Kain dengan pewarna kimia 
dikenai harga sekitar Rp 100.000, sedangkan kain dengan pewarna alami diberi 
harga Rp 150.000.

Ingin berkunjung ke desa ini? Caranya mudah. Anda bisa menggunakan mobil sewaan 
atau taksi dari Mataram. Bisanya waktu tempuh yang dihabiskan sekitar 30 menit 
dengan jarak 20 km.

Bila tidak mau repot, Anda bisa menggunakan aletrnatif lain dengan membeli 
paket wisata sehari. Harga yang ditawarkan untuk sekali perjalanan sekitar Rp 
250.000/orang.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke