http://alexarussia.wordpress.com/2012/06/22/spiritual-experiences-and-the-art/

~~~Spiritual Experiences and the Art::::::::

(Beberapa catatan dan kompilasi pemikiran Ws – 22 june 12)
{+++++}

A> Spiritual experiences and the Art

Secara naluriah, manusia saya rasa membutuhkan suatu spiritual experiences. 
Spiritual Experiences sangat menarik karena hal ini sangat personally sekali. 
Saya sendiri berusaha meng-induce spiritual experiences dan seni untuk problem 
solving atau breakthrough problem. Ketika jalan-jalan rasional telah  mentok 
dan buntu untuk mengatasi persoalan-persoalan, biasanya saya `melarikan diri' 
ke spiritual experiences dan seni untuk mengistirahatkan gelombang otak, dan 
kemudian balik lagi ke masalah-masalah riil yang harus dipecahkan. "Melarikan 
diri' untuk sementara, saya kira tidaklah salah, karena manusia justru 
kreativitasnya keluar ketika dalam keadaan relax,  yang kurang ajar itu kalau 
`melarikan diri' untuk selamanya…:-)

 

Sekali lagi, saya melihat manusia masa depan seharusnya tidak mengambil posisi 
yang saat ini sudah diambil oleh mesin-mesin mekanis. Manusia masa depan adalah 
manusia yang penuh ide, gagasan, dan imajinasi. Saya tidak tahu apakah mesin 
mekanis nantinya bisa mengambil peran manusia dalam hal ide, gagasan atau 
imajinasi, tapi saya rasa ada kemungkinan bisa karena saya juga punya ide untuk 
membuat artificial intelligent di bidang musikal elektronik. Tapi saya rasa 
mesin mekanis mampu memproduce ide, gagasan, dan imajinasi masih hal yang 
sangat jauh dari abad 21.

Spiritual experiences dan art atau seni, utamanya bagi saya untuk mengaktifkan 
kreativitas. Seni dan spiritual experiences sangat personally dan individually, 
sehingga justru di titik inilah orisinalitas, ke-otentikalitas, ke-unik-an kita 
untuk diuji. Sistem tubuh biologi manusia tidak ada yang sama dan setiap 
mahluk-pun akan mengalami perubahan komposisi material biologis  yang 
permanent/terus menerus sepanjang waktu, pengalaman (input-input informasi) 
manusia tidak ada yang sama, ini diakibatkan oleh manusia tidak pernah berada 
di ruang dan waktu yang sama. Manusia menempati ruang dan waktu yang selalu 
berbeda, sehingga sebenarnya manusia dan seluruh mahluk alam adalah sangat unik 
dan otentik sekali.

___
Pentingnya mengetahui mekanisme/How-To

Manusia, sebenarnya adalah mahluk biologis mekanis dari sistem carbonal. Dokter 
adalah seorang yang mempelajari sistem biologis mekanis dari manusia. Sehingga 
dokter biasanya punya solusi-solusi atas apa yang dialami oleh sistem biologis 
manusia, karena dokter mempelajari mekanisme atau how-to, atau cara  kerja 
sistem mekanis dari tubuh biologis manusia.

Dalam hal spiritual experiences, Dr. Rick Strassman dan beberapa pakar science 
yang juga mempelajari NDE (Near Death Experiment) dan spiritual experiences 
menyatakan bahwa spiritual experience secara mekanis merupakan kinerja pineal 
gland yang memproduce dymethiltryptamine atau biasa disebut sebagai DMT. 
Apabila kita telah mengetahui sistem kerja mekanis spiritual experiences yang 
kita dapatkan dari research science, maka kita mudah saja untuk 
membangkitkannya baik secara alami, ataupun menginduce-nya melalui zat kimiawi 
additional.

{+++++}
B>  Marxisme-Leninisme Grondslag

Marxisme-Leninisme dilandasi oleh beberapa grondslag philosophy
1. Logika
2. Dialektika
3. Materialisme/fisika

Science Fisika sendiri punya landasan methodologi empiris dan rasionalis.

Banyak orang memahami Marxisme Leninisme sebagai Das Kapital saja.  Das Kapital 
ditulis dari methodologi cara berpikir history materi, atau pelacakan  dan 
analisa sejarah. Sedangkan history materi punya grondslag atau fundament 
pemikiran dialektika materialisme.

Materialisme atau fisika dan dialektika tidak boleh dipisahkan. Saya akan 
jelaskan  mengapa fisika harus digabung dengan dialektika.

Dialektika adalah philosophy perkembangan, philosophy yang mewajibkan harus 
selalu update pemikiran, atau permanent revolution (perubahan yang terus 
menerus), dialektika tak ubahnya philosophy yang mewajibkan kita untuk 
memproduce atau men-discovery hal-hal baru yang terus menerus dan 
berkesinambungan tanpa henti.

Fisika tanpa dialektika, maka akan menjadi fisika statis, hal ini pernah diulas 
oleh Vladimir Ilyich Lenin dalam sub-judul `Krisis Ilmu Alam Modern'

Vladimir Ilyich Lenin mengkritik bahwa beberapa ahli-ahli fisika di abad 20 
terjebak ke paham idealism dan menjauhkan fisika dari methodologi dialektika. 
Fisika tanpa dialektika maka akan terjadi stagnasi ilmu pengetahuan modern. 
Fisika sebenarnya merupakan grondslag/fundament dasar dari segala ilmu 
pengetahuan. Biologi sebenarnya adalah bidang  ilmu fisika yang khusus 
mempelajari material carbon atau mahluk hidup.

Singkat kata, Dialektika Materialisme adalah: pengembangan landasan dasar dari 
segala ilmu pengetahuan (fisika). Materialisme adalah fisika sebagai fundament 
dasar ilmu pengetahuan, dan dialektika adalah methodologi yang menuntut untuk 
perkembangannya, jadi dialektika materialisme adalah pengembangan ilmu fisika 
yang tiada henti atau tidak mengenal final.

Mempelajari Marxisme Leninisme, tanpa mempelajari scientifik ilmiah ter-modern, 
maka sama saja anda akan kehilangan pijakan dasar/fundament dari philosophy 
marxisme leninisme itu sendiri.

Dialektika Materialisme itu jika saya analogikan dalam ilmu komputer, saya 
istilahkan bahwa kernel (fundament dasar bekerjanya operating system), dalam 
hal ini kernel dari segala ilmu pengetahuan adalah fisika, harus selalu 
di-update dengan versi terbaru, dimana versi terbaru untuk fixing beberapa 
masalah yang terjadi di versi lama, namun juga menimbulkan masalah baru yang 
nantinya akan di fixing di versi berikutnya, begitulah terus menerus.

Dengan kata lain, Dialektika Materialisme adalah update terus menerus grondslag 
philosophy (pemikiran dasar) kita, berbasis ketepatan dan akurasi yang saat ini 
dalam hal masalah ketepatan dan akurasi pengetahuan, science merupakan 
tool/alat yang paling mendekatinya
(Science adalah alat/tool yang paling mendekati kebenaran atas interprestasi 
kerja alam) 

{+++++}
C>  Kultus atau Produce?

Kita telah mengenal beberapa methodologi pemikiran, misal history materi untuk 
pelacakan sejarah dan kebudayaan (sosiologis dan antropologis). Semakin akurat 
data dan semakin akurat analisa histori materi yang kita lakukan, maka kita 
akan semakin mendekati realisme atau gambaran seterang mungkin dari masa lalu 
atau sejarah. Semakin kita mendapat gambaran seterang mungkin dari analisa dan 
data masa lalu, maka solusi, ide, gagasan, imajinasi kita untuk masa depan juga 
akan semakin terang gemilang.

Permasalahannya, yang harus saya lemparkan kepada orang Indonesia adalah, 
setelah kita mempunyai analisa dan data akurat terhadap masa lalu atau sejarah 
baik secara sosiologis dan antropologis, kemudian data dan analisa tersebut 
akan kita gunakan untuk apa?

Saya menemukan kata-kata Ir. Soekarno, yang kira-kira dalam pengertian saya, 
dia menggali pancasila dari methodologi histori materi bangsa Indonesia. 
Artinya Ir. Soekarno mempersembahkan bahwa Pancasila adalah nilai-nilai luhur 
bangsa Indonesia.

Sedangkan didalam philosophy marxisme-leninisme, mengapa kita harus belajar 
sejarah, melakukan analisa dan data (sosiologis dan antropologis) sebuah 
kebudayaan suatu bangsa, poin pentingnya adalah untuk merubahnya ke arah yang 
lebih baik dan humanis bagi masa depan.

Jadi boleh saya katakan bahwa philosophy Ir. Soekarno, setelah ia  menggunakan 
history materi sebagai pisau bedah analisis sosiologis, antropologis dan 
kebudayaan Indonesia, ia melestarikannya, dan kita, kaum generasi penerus Ir. 
Soekarno mengkultuskan Pancasila-nya, sedangkan para Marxist-Leninis 
berphilosophy untuk merubahnya. Inilah main poin/poin utama perbedaan 
perspektive antara Ir. Soekarno dan philosophy Marxisme-Leninisme yang berakar 
dari dialektika yang menuntut manusia  untuk selalu merubah peradaban.

Manusia-manusia Indonesia, saya melihatnya suka mengkultus, mereka mengkultus 
agama, dan juga pancasila, sedangkan manusia modern berkewajiban mem-produce, 
mem-produce sesuatu yang baru. Mengkultus sama saja adalah kegagalan atas 
kemampuan mem-produce sesuatu yang baru yang lebih baik. Ketika kita ingin 
kembali ke kebudayaan dan pemikiran-pemikiran masa lampau, artinya itu adalah 
kegagalan untuk mem-produce kebudayaan dan pemikiran-pemikiran baru yang lebih 
humanis dan lebih baik lagi…

Manusia modern berkewajiban memproduce sesuatu yang baru yang lebih baik dan 
humanis, dan ini harus dilakukan tiada henti (permanent revolution), 
sambung-menyambung dan berkesinambungan….

{+++++}
D> Science dan perkembangannya

Science harus berkembang, sesuai semangat dialektika, yaitu perkembangan tiada 
final.
Mengapa science harus selalu dikembangkan dan di diresearch ulang?

ada dua hal dari reason saya:

1. Science bergerak dari hal-hal umum/general, ke hal-hal specifik/khusus.
Misal saat ini didalam ilmu neurosains, telah menyatakan bahwa mind/jiwa 
bekerja atas mekanisme brain. Ini adalah pengetahuan general. Namun kita 
membutuhkan pengetahuan yang lebih specifik lagi, misal kreativitas disebabkan 
oleh brain sebelah mana (saat ini diklasifikasikan ilmuwan berada di 
pre-frontal cortex), karena ruang lingkup brain sendiri juga luas.

jadi science harus terus dikembangkan agar pengetahuan, dari pengetahuan yang 
general/umum menuju pengetahuan kita  yang semakin detail dan akurat, ini yang 
pertama

2. Reason kedua adalah hukum perubahan. Asalnya dari filsuf Yunani yaitu 
Heraclitus yang menyatakan bahwa segala sesuatunya mengalir dan akan selalu 
berubah. Science perlu melakukan re-checking pengetahuan-pengetahuan lama, 
karena mahluk alam mengalami evolusi (perubahan). Sistem biologis manusia 1 
juta tahun lalu tentu berbeda dengan sistem biologis manusia abad 21. Untuk 
itulah science juga harus melakukan re-checking terhadap semua mahluk alam, 
karena mahluk alam sendiri akan selalu mengalami perubahan-perubahan.

{+++++}
E> Hakekat Manusia Modern

Tugas dan hakekat manusia modern, apabila dalam philosophy marxism-leninism,
1. Melakukan dialektika atau development pemikiran, atau pengembangan pemikiran
2. Melakukan perubahan peradaban yang lebih humanis dan lebih baik dalam artian 
nilai-nilai social justice sudah terkandung didalamnya.

Selama ini, sebagian dari manusia Indonesia, membaca bible, akibat membaca 
bible maka konstruksi pemikirannya/cara berpikirnya berbasiskan bible yang 
disusun di abad 0

sebagian besar atau mayoritas, membaca Al-Mushaf atau Quran, lalu akibat 
membaca Quran, maka konstruksi pemikirannya/cara berpikirnya berbasiskan Quran 
yang muncul di abad 6

Marxisme Leninisme, berbasis Scientifik Ilmiah di abad 19-20, dan dengan 
philosophy dialektika, maka kita akan selalu menggunakan science ilmiah 
termodern di zaman kita hidup sebagai basis pemikiran atau philosophy.

Apabila kita hidup di abad 21, maka basis pemikiran atau grondslag philosophy 
kita landaskan ke modern science abad 21, dan dari input-input knowledge 
science termodern abad 21, maka dengan methodologi rasionalisme dan imajinasi, 
serta spiritual experiences atau art, maka buatlah suatu imajinasi yang  mampu 
menerobos sekat-sekat zaman kedepan/futuristik tanpa batas…..

thus, apabila kita hidup di abad 25, maka basis pemikiran atau grondslag 
philosophy kita juga harus dilandaskan/menginjak ke modern science abad 25, dan 
knowledge yang tersusun atas modern science abad 25 ini sebagai bahan bakar/raw 
material untuk creating imajinasi futuristik yang tanpa batas…..

Untuk itulah, kalau saya menggunakan philosophy marxisme leninisme, maka saya 
harus mengembangkan secara kreatif, inovatif, dan bukan secara dogmatis, atas 
pemikiran-pemikiran Marx-Lenin-Rosa, dlsb, dan juga memproduce 
pemikiran-pemikiran baru berdasarkan pemikiran-pemikiran mereka.

Demikian juga generasi penerus, mungkin bisa development atau mengembangkan 
pemikiran saya, atau pemikiran siapapun, intinya didalam marxisme-leninisme 
philosophy adalah pengembangan pemikiran untuk direalisasikan, dan pengembangan 
pemikiran ini harus terus menerus dilakukan (permanent revolution)

Tentu saja kalau anda ingin development pemikiran yang terbaru, maka bahan 
dasar pemikirannya/raw material/source pemikirannya berbasiskan science 
termodern. Dengan melandaskan pemikiran berbasiskan science termodern di zaman 
kalian hidup, maka ketika kalian kreating imajinasi, maka possibility imajinasi 
kalian juga akan menjadi imajinasi termaju menerobos sekat-sekat di zaman masa 
mendatang…

sebagai penutup maka saya berharap…
Semoga semua mahluk alam dalam perasaan damai dan selalu dalam perasaan humanis 
dalam menyongsong "Age of Creativity'….

Science, married with humanities, liberal arts, and spiritual experiences…

Kaki (knowledge) menginjak science termodern di zamannya, kepala (imajinasi) 
lambungkanlah sejauh-jauh galaxy alam semesta…

Imajinasi tergantung  kepada knowledge, semakin knowledge sophisticated, maka 
imajinasi anda juga akan semakin sophisticated…

22 June 2012

>Ws



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke