istilah ISO nya adalah kontunyual imprupmen .. istilah muhammad : "Hari ini harus lebih baik dari kemarin " ... Kaizen ... innovasi tiada henti ...
--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote: > > C> Kultus atau Produce? > > Kita telah mengenal beberapa methodologi pemikiran, misal history materi > untuk pelacakan sejarah dan kebudayaan (sosiologis dan antropologis). Semakin > akurat data dan semakin akurat analisa histori materi yang kita lakukan, maka > kita akan semakin mendekati realisme atau gambaran seterang mungkin dari masa > lalu atau sejarah. Semakin kita mendapat gambaran seterang mungkin dari > analisa dan data masa lalu, maka solusi, ide, gagasan, imajinasi kita untuk > masa depan juga akan semakin terang gemilang. > > Permasalahannya, yang harus saya lemparkan kepada orang Indonesia adalah, > setelah kita mempunyai analisa dan data akurat terhadap masa lalu atau > sejarah baik secara sosiologis dan antropologis, kemudian data dan analisa > tersebut akan kita gunakan untuk apa? > > Saya menemukan kata-kata Ir. Soekarno, yang kira-kira dalam pengertian saya, > dia menggali pancasila dari methodologi histori materi bangsa Indonesia. > Artinya Ir. Soekarno mempersembahkan bahwa Pancasila adalah nilai-nilai luhur > bangsa Indonesia. > > Sedangkan didalam philosophy marxisme-leninisme, mengapa kita harus belajar > sejarah, melakukan analisa dan data (sosiologis dan antropologis) sebuah > kebudayaan suatu bangsa, poin pentingnya adalah untuk merubahnya ke arah yang > lebih baik dan humanis bagi masa depan. > > Jadi boleh saya katakan bahwa philosophy Ir. Soekarno, setelah ia > menggunakan history materi sebagai pisau bedah analisis sosiologis, > antropologis dan kebudayaan Indonesia, ia melestarikannya, dan kita, kaum > generasi penerus Ir. Soekarno mengkultuskan Pancasila-nya, sedangkan para > Marxist-Leninis berphilosophy untuk merubahnya. Inilah main poin/poin utama > perbedaan perspektive antara Ir. Soekarno dan philosophy Marxisme-Leninisme > yang berakar dari dialektika yang menuntut manusia untuk selalu merubah > peradaban. > > Manusia-manusia Indonesia, saya melihatnya suka mengkultus, mereka mengkultus > agama, dan juga pancasila, sedangkan manusia modern berkewajiban mem-produce, > mem-produce sesuatu yang baru. Mengkultus sama saja adalah kegagalan atas > kemampuan mem-produce sesuatu yang baru yang lebih baik. Ketika kita ingin > kembali ke kebudayaan dan pemikiran-pemikiran masa lampau, artinya itu adalah > kegagalan untuk mem-produce kebudayaan dan pemikiran-pemikiran baru yang > lebih humanis dan lebih baik lagi > > Manusia modern berkewajiban memproduce sesuatu yang baru yang lebih baik dan > humanis, dan ini harus dilakukan tiada henti (permanent revolution), > sambung-menyambung dan berkesinambungan . > > {+++++} > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
