Untuk kita warga Indonesia, sejarah perbudakan mungkin 
terdengar asing.  Banyak yang berpikir perbudakan hanya terjadi terhadap 
orang-orang dari  Afrika saja yang dibawa ke Benua Amerika. Namun, 
sejarah perbudakan  ternyata sangatlah dekat dengan sejarah Bangsa 
Indonesia. 
Pada 1 Juli 1863 Belanda yang pada masa itu menjadi salah satu 
pedagang budak terbesar di dunia,  secara resmi menghapuskan perbudakan 
di semua wilayah jajahannya. Tanggal 1 Juli menjadi tonggak sejarah bagi para 
budak Afrika yang dibawa Belanda terutama ke Suriname, bekas 
jajahan Belanda di Benua Amerika. 
Lizzy van Leeuwen, sejarawan dari Universitas van Amsterdam 
menjelaskan penghapusan perbudakan di Oost Indië, atau Indonesia, secara resmi 
baru 100 tahun lalu. Pada waktu itu, Belanda menghapus praktek 
perbudakan yang diterapkan di Kepulauan Sumbawa.

Belum terkuak
"Ini adalah sejarah yang belum terungkap dan ada kaitannya dengan 
sejarah perbudakan di Timur, tidak hanya di Indonesia tapi lebih luas 
lagi di wilayah Asia Tenggara. Sejarah perbudakan di sana mencakup 
jangka waktu yang sangat panjang dan meliputi berbagai bentuk 
perbudakan. Mengingat cakupan ini masalah perbudakan di wilayah sekitar 
Samudura Hindia ini sulit sekali untuk diungkap. Sedikit sekali 
penelitian tentang masalah ini," jelas van Leeuwen. 
Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh sejarawan Amerika 
Serikat, Marcus Vink, Belanda juga menjalankan praktek perbudakan di 
Indonesia. Van Leeuw menjelaskan, "Jan Pieterszoon Coen membunuh semua 
penduduk asli Pulau Banda untuk membuka perkebunan pala. Ia kemudian 
membeli budak-budak dari wilayah Pulau Banda. Dari situlah dimulai 
praktek perdagangan budak di Indonesia."
Jelas bahwa praktek perbudakan juga terjadi di Indonesia. Menurut van Leeuwen, 
perbudakan sudah menjadi bagian dari sistem kemasyarakatan di 
berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Sumbawa, Bali dan Toraja. 
Penjajah Belanda membiarkan praktek perbudakan itu terus berlangsung 
karena itu menguntungkan posisi mereka di wilayah jajahan.

Terlupakan
Berbeda dengan masyarakat Suriname yang sampai sekarang terus 
memperingati sejarah kelam perbudakan, di Indonesia hal itu sama sekali 
tidak terjadi. Bagaimana ini bisa dijelaskan? 
Menurut van Leeuw ada beberapa penjelasan. "Alasan utama menurut saya karena 
orang tidak lagi merasakan dampak perbudakan di wilayah 
Indonesia itu secara nyata. Ini berbeda dengan situasi di Barat di mana 
orang bisa melihat hubungan perbudakan dengan masa kini secara jelas."Selain 
itu, lanjut van Leeuwen, di wilayah Hindia Belanda, perbudakan tidak terjadi 
dalam skala industrial seperti yang terjadi di Suriname. 
Kebanyakan budak dipakai untuk keperluan rumah tangga. Tapi, bukan 
berarti budak di sana hidupnya lebih nyaman. Terjadi berbagai hal 
mengerikan, bagaimana budak-budak rumah tangga itu dihukum dengan sangat kejam. 
Hal itu bahkan masih terus saja terjadi sampai abad ke-20 di 
beberapa rumah tangga di Oost Indië. 



________________________________
 From: pinpinyuliansyah <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Saturday, June 23, 2012 7:04 AM
Subject: [proletar] Re: Jawab Tem #2
 

  
edan. elo mah mikirnya aneh banget. Jadi maksutnya yang "lebih sedikit" 
melakukan perbudakan itu lebih bener gitu ?

Mau sedikit mau banyak elo masukin kemaluan elo ke pantat jusplik, ya sama aja 
tem ....

Bedanya di mana ?

Jadi elo pikir karena  elo cuma masukin 10 sd 20 balikan dalam"satu ronde" maka 
elo artinya nddak melakukan sodomi ke jusplik gitu ?

Ameh deh. Sama ajah tem ... elo mau masukin sekali bahkan setengah ajah yang 
masuk ke pantat jusplik, namanya ya sama ajah " so do mi, bukan do re mi fa sol 
la si do ... ! Tapi SO DO MI ! bukan juga MI DO SO ...

Kasihan.

--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Hehehe... siapa yg paling banyak melakukan perbudakan? Jawabnya adalah orang 
> Islam.
> 
> Unt tiap orang kulit hitam yg dikirim dari Afrika ke Amerika, ada 5 orang yg 
> ditangkap atau dibantai oleh orang Islam. Dan yg ngejual orang kulit hitam 
> unt diseberangkan ke Amerika adalah orang Islam.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> >________________________________
> > From: pinpinyuliansyah <pinpinyuliansyah@...>
> >To: [email protected] 
> >Sent: Saturday, June 23, 2012 3:21 PM
> >Subject: [proletar] Jawab Tem #2
> > 
> >
> >  
> >Semakin banyak bacot, elo semakin tenggelam tem ....
> >
> >Masuk google...
> >Ketik : "PERBUDAKAN TERBESAR" ...
> >
> >Siapa yang tampil di google tem ?
> >
> >Islam ?
> >
> >Jawab Tem !
> >
> >--- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote:
> >>
> >> Si habe ngaku bhw Quran ngehalalin perbudakan (dan ngembat anak ingusan).
> >> 
> >> 
> >> 
> >> 
> >> 
> >> >________________________________
> >> > From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@>
> >> >To: [email protected] 
> >> >Sent: Friday, June 22, 2012 10:41 PM
> >> >Subject: [proletar] Pinpin menyebar fitnah  untuk menutup dustanya...
> >> > 
> >> >
> >> >  
> >> >
> >> >Sebermula Pinpin yang ngoceh bilang Islam menghapus perbudakan, nggak 
> >> >bisa membantah kenyatan yang saya sampaikan, yaitu:
> >> >
> >> >"Yang menghapuskan perbudakan di kepulauan Indonesia itu adalah orang
> >> >kafir Beladna dan bukan orang Islam sedangkan di Malaya yang menghapuskan,
> >> >perbuakan itu orang kafir Inggeris dan bukan orang Islam.."
> >> >
> >> >Lalu dia ngacir dari thread, sebagaimana kebiasaannnya kalau kepepet,  
> >> >sembari pamer kedangkalan pengetanhunnnya dan bilang, antara lain:
> >> >
> >> >"Bukankah kita berjuang untuk MERDEKA dari belanda Plik ?
> >> >
> >> >PLAK !
> >> >
> >> >Artinya tidak kah itu artinya 350 tahun nusantara DIPERBUDAK sama belanda 
> >> >"
> >> >
> >> >Lantas saya kirimkan link berita yang memuat pendapat sejarawan besar 
> >> >Indonesias Taufik Abdullah...
> >> >
> >> >Dan sejak itu, dia ulang-ulang fitnahnya bahwa saya "BELANDA TIDAK PERNAH 
> >> >MENJAJAH INDONESIA."
> >> >
> >> >Dan tentu saja dia tidak lagi ngomong tentang kibulannnya tentang  Islam 
> >> >yang menghapuskan  perbudakan.
> >> >
> >> >Agar jelas: fitnah itu disebar Pinpin untuk menutupi omong kosongnya yang 
> >> >bilang Islam itu menghapuskan perbudakan..
> >> >
> >> >
> >> >
> >> >
> >> > 
> >> >
> >> >
> >> 
> >> [Non-text portions of this message have been removed]
> >>
> >
> >
> > 
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke