http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/28/ArticleHtmls/Indonesia-Impor-Minyak-Mentah-dari-Irak-28062012018014.shtml?Mode=0
Indonesia Impor Minyak Mentah dari Irak
JAKARTA
Pertamina mengincar dua lapangan raksasa.
Pemerintah akan mengimpor minyak dari Irak. Jumlahnya sekitar seperempat dari
kebutuhan minyak nasional, atau sebesar 300 ribu barel per hari. “Kami akan
mengimpor minyak mentahlangsung dari sana untuk memudahkan produksi kilang di
Indonesia,“ kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik kemarin.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,
Evita Herawati Legowo,menyatakan Irak sebenarnya siap memasok minyak dalam
jumlah besar sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Dalam empat hingga lima tahun
ke depan, produksi minyak di sana diperkirakan bisa mencapai 11 juta barel per
hari. “Untuk saat ini jumlah yang diimpor 300 ribu per barel,“ katanya kemarin.
Evita tidak membantah jumlah impor minyak dari Irak bisa bertambah dalam
beberapa tahun ke depan. Pada tahap awal, Indonesia akan menjajaki kerja sama
di antara kedua negara dan mempersiapkan infrastruktur seperti membangun kilang
minyak. Jumlah impor minyak setiap hari rata-rata mencapai 300 ribu barel.
Dengan jaminan yang diberikan oleh Irak, menurut Evita, pasokan minyak mentah
dipastikan bakal tercukupi. Ia berharap kesepakatan di antara kedua negara bisa
segera direalisasi tahun inim atau paling lambat mulai awal tahun depan.
Sebelum impor minyak dari Irak masuk, pemerintah akan mengecek kemampuan kilang
di dalam negeri. Pemerintah akan mencari kilang yang cocok dengan jenis minyak.
Kemungkinan pengilangan akan dilakukan di Cilacap, yang merupakan milik
Pertamina. Evita melanjutkan, pada 2017, pemerintah menargetkan ada tambahan
tiga kilang baru dengan kapasitas masing-masing 300 ribu barel.
Wakil Perdana Menteri Irak Bidang Energi, Hussain Al-Shahristani, menyatakan
kerja sama ini akan melengkapi kebutuhan ekonomi kedua negara. “Sumber daya
energi Irak sangat besar. Kami bisa memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia untuk
kilang-kilang di sini. Kami juga bisa menyediakan produk gas seperti LPG dan
LNG,” katanya.
Irak adalah negara dengan cadangan minyak terbesar keempat di dunia. Negeri
1.001 malam ini mematok target produksi 11 juta barel minyak per hari pada
2016.
Irak memiliki sembilan blok yang masuk kategori raksasa dengan cadangan minyak
pada masingmasing lapangan hingga 5 miliar barel lebih.
Wakil Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menyatakan
kerja sama ini menguntungkan pemerintah karena adanya jaminan pasokan minyak
dalam jangka panjang. Agen tidak mampu menjamin pasokan karena mereka tidak
memiliki blok minyak. Agen mencari pasokan dari negara-negara penghasil minyak.
“Bila pembelian melalui agen, jangka waktunya hanya satu atau dua tahun saja,”
katanya kemarin.
Besarnya cadangan minyak Irak membuat PT Pertamina berencana mengakuisisi
lapangan minyak di sana. “Ada dua lapangan super yang menjadi target kami.
Potensi produksinya sebesar 2,5 juta barel per hari dan 1,8 juta barel per
hari,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan kemarin.
Pada tahap awal, Pertamina hanya akan mengakuisisi 10 persen blok tersebut.
Apabila akuisisi berjalan lancar, Karen menuturkan, akan ada tambahan produksi
sebanyak 430 ribu barel per hari untuk mengamankan kebutuhan energi di
Indonesia.
Blok yang diincar Pertamina adalah blok raksasa yang sudah berproduksi, di
antaranya Rumaila, Zubair, West Qurna 1, dan West Qurna 2. Sayangnya, Pertamina
harus bersaing dengan operator minyak lain dari negara maju yang sudah lebih
dulu menjadi kontraktor di sana. “Saya tak mau sebut satu-satu, mereka antara
lain Exxon, British Petroleum, dan Shell,” ujar Karen.
Rencana itu sudah disampaikan kepada pemerintah Irak. Karen menyatakan,
pemerintah menyambut baik tawaran tersebut dan meminta Pertamina membicarakan
langsung dengan operator blok terkait. Apabila terjadi kesepakatan, pemerintah
akan mengatur sistem dan tata cara divestasi. Kemarin Pertamina juga meneken
nota kesepahaman dengan pemerintah Irak terkait dengan kelanjutan izin
reaktivasi Blok Western Desert 3 dan hak pengembangan Lapangan Tuba.
Al-Shahristani menjelaskan, Irak mendukung Pertamina menambah jumlah lapangan
migas di negaranya. Untuk menjadi kontraktor pada lapangan yang sudah
berproduksi, harus dilakukan melalui operator yang menguasai blok tersebut.
Irak berharap rencana itu bisa direalisasi beberapa bulan mendatang. Berbekal
kerja sama tersebut, Irak memastikan kebutuhan minyak mentah Indonesia bakal
terjamin. “Irak bisa diandalkan menjadi pemasok minyak dalam jangka panjang,”
katanya.
++++
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/28/ArticleHtmls/Minyak-Ditukar-dengan-Beras-28062012018015.shtml?Mode=0
Minyak Ditukar dengan Beras
Impor minyak dari Irak akan diimbangi dengan ekspor produk-produk pertanian
dari Indonesia. Wakil Perdana Menteri Irak Bidang Energi, Hussain
Al-Shahristani, mengatakan Irak akan mengimpor produk-produk pertanian dari
Indonesia untuk mencukupi kebutuhan pangan di sana.”Sedangkan kami punya sumber
daya energi yang besar sehingga kerja sama ekonomi di antara kedua negara bisa
saling melengkapi,” katanya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menyatakan kedua negara
sepakat menambah investasi.
“Irak mengatakan mereka membutuhkan hasil bumi, seperti beras, gula, the, dan
lain-lain,” kata Jero kemarin.
Sebaliknya, Irak meminta Indonesia berinvestasi di bidang infrastruktur,
seperti pembangunan jalan tol, bandara, hingga pelabuhan. Irak sedang memasuki
tahap rekonstruksi setelah dilanda perang.
Kerja sama ini tertuang dalam program Indonesia Incorporated, yang akan
mendukung pembangunan pembangkit listrik, jaringan pipa, perumahan, rumah
sakit, sekolah, dan pabrik pupuk.
Program ini diinisiasi oleh badan usaha milik negara, seperti Pertamina, PT
PLN, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, dan PT Hutama Karya. ● GUSTIDHA BUDIARTIE
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/